Menu ✖

Mode Gelap
26 UMKM Binaan PLN UID Jakarta Raup Rp200 Juta Selama FIFA ASEAN Cup Apa yang Dibahas Jokowi Saat Sambangi Prabowo di Kertanegara Jelang MK Putus Perkara Gibran? Ditjen Hubla Perkuat Sistem Kenavigasian Bersama IALA Usai Putusan MK, Wakil Ketua DPRD Sukabumi Turunkan Foto Gibran dari Ruang Kerjanya Bandara Lombok Sambut Kedatangan Ofisial, Kru, Pembalap, dan Kargo MotoGP 2026 MK Tak Temukan Bukti Ijazah Setara SLTA Gibran, Buku Rismon Kembali Disorot

RAGAM

Catatan Maryoko Aiko: Pengurus Baru SWI dan Tanggung Jawab Menjaga Kepercayaan Publik

badge-check


 Catatan Maryoko Aiko: Pengurus Baru  SWI dan Tanggung Jawab Menjaga Kepercayaan Publik Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Hari ini saya menyaksikan estafet kepemimpinan Sekber Wartawan Indonesia (SWI) kembali berlanjut. Di Grand Ballroom United Tractors, Cakung, Jakarta Timur, Ketua Umum SWI H. Iskandar, S.Sos. resmi melantik jajaran Pengurus DPP SWI masa bakti 2026–2031. Pelantikan yang mengusung tema “Menguatkan Solidaritas Wartawan, Membangun Organisasi yang Profesional, Berintegritas dan Berdaya Saing” bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat kembali arah perjuangan organisasi.

Bagi saya, setiap pergantian kepemimpinan bukan hanya soal siapa yang memimpin, tetapi bagaimana nilai-nilai organisasi tetap hidup dan diwariskan. Kepengurusan boleh berganti, tetapi idealisme wartawan tidak boleh luntur. Itulah ruh yang harus terus dijaga oleh siapa pun yang mengemban amanah di SWI.

Selama memimpin SWI pada periode 2021–2026, saya belajar bahwa organisasi wartawan tidak akan dihormati hanya karena jumlah anggotanya atau luasnya jaringan yang dimiliki. Kehormatan organisasi lahir dari integritas setiap anggotanya; dari keberanian menyampaikan fakta, menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik, menjaga independensi, serta menempatkan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

Kepercayaan masyarakat adalah kehormatan yang harus dirawat setiap hari. Sekali kepercayaan itu hilang, tidak mudah untuk mengembalikannya. Karena itu, wartawan harus terus menjadi pribadi yang jujur, bertanggung jawab, dan profesional dalam setiap karya jurnalistiknya.

Saya berharap kepemimpinan H. Iskandar mampu membawa SWI menjadi organisasi yang semakin kuat, adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi, tetapi tetap berpijak pada nilai-nilai dasar jurnalisme. Perubahan zaman tidak boleh mengubah karakter wartawan sebagai pencari kebenaran.

Saya juga mengapresiasi langkah kepengurusan baru yang langsung menghadirkan program SWI Green Impact, dipadukan dengan kegiatan Literasi Hukum Bijak Bermedia Sosial dan diskusi “Sampah Jadi Cuan”. Bagi saya, inilah bukti bahwa organisasi wartawan tidak hanya berorientasi pada pemberitaan, tetapi juga mampu menghadirkan gerakan sosial yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Gerakan ekonomi sirkular yang diusung SWI menunjukkan bahwa wartawan juga dapat menjadi penggerak perubahan di tengah masyarakat. Pers tidak hanya mengabarkan persoalan, tetapi juga ikut mendorong lahirnya solusi. Begitu pula literasi hukum di ruang digital menjadi pengingat bahwa kebebasan berekspresi harus selalu diiringi tanggung jawab moral dan hukum.

Menurut saya, inilah wajah organisasi pers yang relevan dengan tantangan zaman: kritis terhadap kebijakan, berpihak kepada kepentingan publik, sekaligus mampu membangun kolaborasi dan menghadirkan solusi atas berbagai persoalan bangsa.

Ke depan, saya berharap wartawan Indonesia semakin mengambil peran dalam mengisi pembangunan nasional. Pers harus menjadi mitra kritis pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Wartawan tidak hanya menyampaikan kritik, tetapi juga mengangkat inovasi, pendidikan, kebudayaan, ekonomi kerakyatan, pelestarian lingkungan, serta berbagai praktik baik yang mampu menginspirasi masyarakat.

Pembangunan tidak hanya membutuhkan jalan, jembatan, pelabuhan, atau gedung-gedung megah. Bangsa ini juga membutuhkan pembangunan karakter, budaya, dan kesadaran publik. Semua itu memerlukan pers yang independen, jujur, mencerdaskan, dan mampu menumbuhkan optimisme.

Saya mengucapkan selamat kepada H. Iskandar beserta seluruh jajaran Pengurus DPP SWI masa bakti 2026–2031. Jalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab, perkuat solidaritas organisasi, tingkatkan profesionalisme, dan jagalah marwah profesi wartawan.

Pada akhirnya, seorang wartawan tidak akan dikenang karena jabatan yang pernah diembannya, melainkan karena integritas yang mampu dipertahankan, keberanian membela kebenaran, serta manfaat yang telah diberikan bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Maryoko Aiko
Mantan Ketua Umum Sekber Wartawan Indonesia (SWI) Periode 2021–2026, dan pendiri SWI. 

Baca Lainnya

Apa yang Dibahas Jokowi Saat Sambangi Prabowo di Kertanegara Jelang MK Putus Perkara Gibran?

7 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Usai Putusan MK, Wakil Ketua DPRD Sukabumi Turunkan Foto Gibran dari Ruang Kerjanya

7 Oktober 2026 - 16:58 WIB

MK Tak Temukan Bukti Ijazah Setara SLTA Gibran, Buku Rismon Kembali Disorot

7 Oktober 2026 - 16:28 WIB

Bengkel Kreatif Aceh Multi Vision, 15 Tahun Mengembangkan Karya dan Ekonomi Kreatif Aceh

7 Oktober 2026 - 14:11 WIB

Pengurus APPSI Aceh Tengah Periode 2025–2030 Siap Dilantik

7 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Maulid Akbar dan Peusijuk Kapolda Aceh Warnai Silaturrahmi Masyarakat Aceh Tenggara di Banda Aceh

7 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Adab dan Ilusi Pengetahuan di Era Digital

7 Oktober 2026 - 13:26 WIB

Zulfitri Nahkodai APPSI Aceh 2026–2031, Pedagang Pasar Siap Perkuat Ekonomi Kerakyatan

7 Oktober 2026 - 09:35 WIB

Kekeringan Hampir Empat Bulan, Bupati Fakfak Kerahkan Seluruh OPD Bantu Salurkan Air Bersih

6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Almujaini Abdul Karim Kembali Pimpin Musara Gayo Jabodetabek

6 Oktober 2026 - 12:54 WIB

Trending di RAGAM