Menu ✖

Mode Gelap
Cegah Abrasi Pantura Jawa, AHY Tanam Mangrove Berteknologi HexBricks BKKP Kemenhub Catat Berbagai Prestasi Strategis ISI Padangpanjang Jadi Panggung Diplomasi Budaya, Seniman Lima Negara Ramaikan FKI XIII Berkat Inovasi Daur Ulang Life Jacket, PELNI Sabet Penghargaan Tak Lagi Menunggu Warga Datang, Disdukcapil Kabupaten Bogor Jemput Bola Layani Masyarakat Dorong Kopi dan Nilam Aceh Go International, Misi Dagang Aceh–Jatim Cetak Transaksi Rp1,079 Triliun. 

RAGAM

Cegah Abrasi Pantura Jawa, AHY Tanam Mangrove Berteknologi HexBricks

badge-check


 Cegah Abrasi Pantura Jawa, AHY Tanam Mangrove Berteknologi HexBricks Perbesar

Wartatrans.com JATENG – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melakukan penanaman mangrove di desa Timbulsloko, Demak Jawa Tengah, Senin (19/10/2026). Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi turut mendampingi AHY.

Dalam kesempatan ini Luthfi mengutarakan bahwa Jateng memiliki garis pantai utara sepanjang 651 kilometer yang mencakup 17 kabupaten / kota. Wilayah tersebut menghadapi persoalan kerusakan pesisir, banjir rob, hingga penurunan muka tanah yang membutuhkan penanganan terpadu.

Salah satu penanganan yang telah dilakukan Pemprov Jateng adalah dengan gerakan Mageri Segoro. Program berupa penanaman sekitar 2,34 juta batang mangrove di lahan seluas 257 hektare yang tersebar di 107 desa, 54 kecamatan, dan 17 kabupaten / kota.

Sementara itu AHY mengatakan perlindungan pantura yang dilakukan Pemerintah Pusat adalah melalui pendekatan hybrid. Wujudnya memadukan pembangunan infrastruktur fisik berupa tanggul pantai maupun tanggul laut dengan solusi berbasis alam.

“Ini strategi menghadapi kenaikan permukaan air laut dan penurunan muka tanah yang mengancam permukiman serta aktivitas ekonomi masyarakat pesisir,” kata AHY.

Selanjutnya AHY menjelaskan mangrove berperan membantu meredam energi gelombang laut sehingga dapat mengurangi dampak abrasi di pesisir. Jika penanamannya dipadukan dengan penggunaan inovasi HexBricks, maka memiliki manfaat ekonomi karena modulnya diproduksi oleh masyarakat setempat.

HexBricks adalah inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berupa struktur modular yang digunakan untuk mendukung pemulihan kawasan mangrove. Teknologi ini diterapkan bersama guludan dan struktur bambu dalam pengembangan kawasan percontohan di Timbulsloko.

“Efektivitas penggunaan HexBricks akan dievaluasi melalui pemantauan pertumbuhan mangrove, sedimentasi, kinerja struktur, serta manfaat bagi masyarakat. Saya optimis penggunaan teknologi HexBricks dapat mencegah abrasi di pantura pesisir Jawa,” tegas AHY.*** (Slamet Widodo)

Baca Lainnya

BKKP Kemenhub Catat Berbagai Prestasi Strategis

19 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Tak Lagi Menunggu Warga Datang, Disdukcapil Kabupaten Bogor Jemput Bola Layani Masyarakat

19 Oktober 2026 - 17:59 WIB

Sungai Cileungsi Kembali Menghitam, H. Fikri Hudi Oktiarwan Minta DLH Kabupaten Bogor Segera Selidiki Dugaan Pencemaran

19 Oktober 2026 - 12:57 WIB

Arif H. Rumagesan Resmi Dilantik Jadi Sekda Fakfak

19 Oktober 2026 - 11:05 WIB

Peringati Maulid Nabi, POC IND Aceh Gelar Kopdar ke-II di Bireuen, Perkuat Silaturahmi dan Solidaritas

19 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Anggota DPRD Jawa Barat Prihatin atas Karhutla di Sejumlah Wilayah Indonesia

18 Oktober 2026 - 17:39 WIB

KAI Services Hadirkan Warteg on Train di Kereta Batavia, Penumpang Bisa Pilih Menu Rumahan

17 Oktober 2026 - 21:46 WIB

Jokowi Sebut Ada Operasi Politik Terkait Polemik Ijasah Gibran dan Dirinya, Pengamat: Sederhana, Tunjukkan Saja Ijazah Aslinya

17 Oktober 2026 - 11:28 WIB

AHY Run Jateng 2026 Siap Digelar, Panitia Wahyoe Liluk Winarto Tegaskan Jaga Keamanan dan Ketertiban

17 Oktober 2026 - 09:55 WIB

5.000 Santri Dorong Perwali Literasi Al-Qur’an, FKTPQ Makassar Siapkan Munaqasyah Akbar

17 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Trending di RAGAM