Menu ✖

Mode Gelap
KAI Angkut 2,04 Juta Ton BBM hingga September 2026, Naik 3,92 Persen Tanjung Perak jadi Pelabuhan Uji Coba Pertama Penertiban Kendaraan ODOL Hendak Naik Kapal Banjir dan Longsor Lumpuhkan Akses Blangkejeren–Kutacane, Aktivitas Ekonomi Warga Terancam Rocky Gerung Diminta Tak Lagi Desak Gibran Mundur, Kebebasan Berpendapat dan Etika Kekuasaan Jadi Sorotan KSOP Muara Angke Kampanye Pemeriksaan Kapal Terkonsentrasi Townhall Meeting IPC TPK 2026: Fokus Penyelarasan Peta Peran Pelindo Group dan Transformasi Perusahaan

RAGAM

Darwis Jeunib: Dunia Internasional Punya “Tongkat Nabi Musa” untuk Bantu Aceh

badge-check


 Darwis Jeunib: Dunia Internasional Punya “Tongkat Nabi Musa” untuk Bantu Aceh Perbesar

Wartatrans.com, BANDAA ACEH – Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Batee Iliek, Darwis Jeunib, menanggapi pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto yang menyebut dirinya tidak memiliki “tongkat Nabi Musa” saat mendapat kritik publik terkait lambannya penanganan banjir di Aceh.

Menurut Darwis, pernyataan Presiden tersebut justru menunjukkan keterbatasan pemerintah pusat dalam menangani bencana banjir besar yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Namun di sisi lain, Presiden Prabowo menolak menetapkan status bencana nasional serta menegaskan Indonesia mampu menanggulangi bencana tanpa bantuan internasional.

Padahal, hingga hari ke-21 pascabanjir, masih banyak wilayah yang terisolasi dan belum tertangani secara optimal. Daerah-daerah tersebut antara lain Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, dan Aceh Tamiang.

“Benar Presiden tidak punya tongkat Nabi Musa. Tapi dunia internasional punya tongkat Nabi Musa,” ujar Darwis Jeunib dalam sebuah video pernyataan yang juga dihadiri Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Teungku Malik Mahmud Al-Haytar.

Darwis yang juga menjabat sebagai Ketua DPW Partai Aceh Kabupaten Bireuen menilai, untuk membantu Aceh dan Sumatra, pemerintah pusat seharusnya membuka jalur bantuan internasional.

“Kalau memang pusat tidak punya tongkat itu, silakan minta kepada dunia luar untuk membantu Aceh. Karena mereka punya kemampuan,” katanya.

Ia menegaskan, berdasarkan pengamatannya, tanpa keterlibatan bantuan internasional, dampak bencana banjir di Aceh akan sulit dipulihkan dalam waktu singkat.

“Kalau tidak ada bantuan dari negara-negara luar, sampai 20 tahun pun Aceh masih akan terbenam lumpur dan kayu,” ujarnya.

Darwis juga menyoroti belum adanya penanganan serius terhadap material kayu yang menghantam permukiman warga akibat banjir, serta belum terlihatnya penindakan terhadap pelaku kejahatan lingkungan yang diduga turut memperparah bencana.

“Mana orang-orang itu sekarang? Kita harap kepada pemerintah pusat, kalau memang tidak sanggup, buka pintu bantuan internasional untuk membantu Aceh dan Sumatera Barat,” pungkasnya.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Banjir dan Longsor Lumpuhkan Akses Blangkejeren–Kutacane, Aktivitas Ekonomi Warga Terancam

12 Oktober 2026 - 20:16 WIB

Rocky Gerung Diminta Tak Lagi Desak Gibran Mundur, Kebebasan Berpendapat dan Etika Kekuasaan Jadi Sorotan

12 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Townhall Meeting IPC TPK 2026: Fokus Penyelarasan Peta Peran Pelindo Group dan Transformasi Perusahaan

12 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Pelindo Kenalkan Dunia Maritim kepada Siswa SMPN 129 Jakarta melalui Edukasi Kemaritiman

12 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Rocky Gerung Minta Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ingatkan Prabowo Jangan Terseret Polemik

12 Oktober 2026 - 16:40 WIB

CELIOS Merilis Menteri Terburuk dan Terbaik 2 Tahun Pemerintahan Prabowo, Siapa Saja?

12 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Aliansi Masyarakat Sipil Laporkan Proyek RS Pendidikan Untad Rp172 Miliar ke Kejati Sulteng

12 Oktober 2026 - 12:18 WIB

TPPAS Lulut Nambo dan Pengelolaan Sampah dari Hulu, H. Fikri Hudi Dorong Kolaborasi Masyarakat

12 Oktober 2026 - 11:10 WIB

​Karmila, Demisioner Presma Universitas Bumi Persada, Suarakan Aspirasi Pascabencana Aceh di Ajang Nasional Future Leaders Summit 2026

12 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Karhutla Tembus 10 Hektare di Bagendang, Kalteng

12 Oktober 2026 - 05:09 WIB

Trending di NASIONAL