Menu

Mode Gelap
KAI Daop 7 Imbau Penumpang Datang Lebih Awal ke Stasiun Kediri karena Agenda Kelas Malam Puluhan Warga Terjebak di Bur Lintang, Jalur Nasional Putus Akibat Hujan Deras Melalui TJSL, Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Perkuat Pelestarian Terumbu Karang dan Ekosistem Laut Kepulauan Seribu Nucke Rahma SH, Novelis Kondang Siap Jadi Narasumber Ngobrol Santai Bareng Kartini Seni, Musik dan Film 2026 Penumpang Stasiun Lampegan Naik pada Triwulan I 2026 KAI Services Resmikan Laboratorium QC di Dapur Manggarai

RAGAM

Darwis Jeunib: Dunia Internasional Punya “Tongkat Nabi Musa” untuk Bantu Aceh

badge-check


 Darwis Jeunib: Dunia Internasional Punya “Tongkat Nabi Musa” untuk Bantu Aceh Perbesar

Wartatrans.com, BANDAA ACEH – Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Batee Iliek, Darwis Jeunib, menanggapi pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto yang menyebut dirinya tidak memiliki “tongkat Nabi Musa” saat mendapat kritik publik terkait lambannya penanganan banjir di Aceh.

Menurut Darwis, pernyataan Presiden tersebut justru menunjukkan keterbatasan pemerintah pusat dalam menangani bencana banjir besar yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Namun di sisi lain, Presiden Prabowo menolak menetapkan status bencana nasional serta menegaskan Indonesia mampu menanggulangi bencana tanpa bantuan internasional.

Padahal, hingga hari ke-21 pascabanjir, masih banyak wilayah yang terisolasi dan belum tertangani secara optimal. Daerah-daerah tersebut antara lain Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, dan Aceh Tamiang.

“Benar Presiden tidak punya tongkat Nabi Musa. Tapi dunia internasional punya tongkat Nabi Musa,” ujar Darwis Jeunib dalam sebuah video pernyataan yang juga dihadiri Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Teungku Malik Mahmud Al-Haytar.

Darwis yang juga menjabat sebagai Ketua DPW Partai Aceh Kabupaten Bireuen menilai, untuk membantu Aceh dan Sumatra, pemerintah pusat seharusnya membuka jalur bantuan internasional.

“Kalau memang pusat tidak punya tongkat itu, silakan minta kepada dunia luar untuk membantu Aceh. Karena mereka punya kemampuan,” katanya.

Ia menegaskan, berdasarkan pengamatannya, tanpa keterlibatan bantuan internasional, dampak bencana banjir di Aceh akan sulit dipulihkan dalam waktu singkat.

“Kalau tidak ada bantuan dari negara-negara luar, sampai 20 tahun pun Aceh masih akan terbenam lumpur dan kayu,” ujarnya.

Darwis juga menyoroti belum adanya penanganan serius terhadap material kayu yang menghantam permukiman warga akibat banjir, serta belum terlihatnya penindakan terhadap pelaku kejahatan lingkungan yang diduga turut memperparah bencana.

“Mana orang-orang itu sekarang? Kita harap kepada pemerintah pusat, kalau memang tidak sanggup, buka pintu bantuan internasional untuk membantu Aceh dan Sumatera Barat,” pungkasnya.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Melalui TJSL, Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Perkuat Pelestarian Terumbu Karang dan Ekosistem Laut Kepulauan Seribu

18 April 2026 - 19:09 WIB

Mahasiswa FH Unsyiah Perdalam Peran Advokat dalam Perkara Narkotika Jelang Moot Court Competition XI

18 April 2026 - 17:29 WIB

AHY Ingin Partai Demokrat Membirukan Jawa Tengah, Rinto Subekti Jadi Calon Tunggal Ketua DPD

18 April 2026 - 16:38 WIB

Distribusi Bantuan untuk Warga Lubok Pusaka Terus Berlanjut, Sumur Bor hingga Terpal Disalurkan

18 April 2026 - 15:27 WIB

GLN Gareulis Luncurkan TALENTA 2026, Dorong Literasi sebagai Gerakan Transformatif

18 April 2026 - 15:00 WIB

Tani Merdeka Aceh Tengah Terdepan Menjaga Kedaulatan Pangan

18 April 2026 - 12:11 WIB

Zakat untuk Guru Al-Quran di Gaza, Menjaga Nyala Pendidikan di Tengah Krisis

18 April 2026 - 10:31 WIB

FIFASTRA Raih Silver WOW Brand 2026 Kategori Motorcycle Leasing

17 April 2026 - 14:49 WIB

Maret 2026, IPC TPK Jambi Catat Pertumbuhan Arus Peti Kemas 22,5 Persen

17 April 2026 - 14:10 WIB

360 PPIH Daker Madinah Siap Sukseskan Haji 2026

17 April 2026 - 12:15 WIB

Trending di NASIONAL