Menu

Mode Gelap
PNM Kenalkan Model Pembiayaan Syariah Berbasis Kepercayaan di Hadapan Negara-Negara D-8 Nina Nugroho Bergabung dengan IKAC, Wujud Pengabdian untuk Kampung Halaman Jum’at Berkah Aceh Bangun Ukhuwah Lewat Segelas Kopi dan Sepotong Kue di Masjid tansaran  Dirut PTPN I: Transformasi Harus Lebih Progresif! Nobar Perempatfinal Hingga Final Piala Dunia 2026 Dihadirkan InJourney Airports di 7 Bandara Kemenhub Sabet Penghargaan Indonesia Public Sector Initiative of the Year Transportation

RAGAM

Diduga Shadowban, Unggahan Banjir di Wilayah Aceh Anjlok Interaksinya

badge-check


 Diduga Shadowban, Unggahan Banjir di Wilayah Aceh Anjlok Interaksinya Perbesar

Wartatrans.com, BANDA ACEH – Sejumlah akun media sosial yang aktif mempublikasikan kondisi banjir dan wilayah terisolir di kawasan Aceh diduga mengalami pembatasan jangkauan atau shadowban. Dugaan ini mencuat setelah terjadi penurunan drastis interaksi pada unggahan yang sebelumnya sempat viral.

Dugaan tersebut disampaikan Relawan Pemuda Gayo, Satria Darmawan. Ia menyebut, penurunan jumlah tayangan, komentar, dan like mulai dirasakan sekitar hari kelima pascabencana, meski sejak hari pertama relawan secara konsisten mengunggah kondisi lapangan.

“Awalnya kami sempat viral, lalu jumlah like menurun drastis, komentar juga. Kami curiga ada shadowban, tapi tidak tahu siapa otoritasnya,” ujar Satria, Senin.

Akun-akun yang diduga terdampak antara lain Explore Gayo, Gayo Today, Kebergayo, serta beberapa akun lain dengan jumlah pengikut cukup besar. Menurut Satria, fenomena serupa juga dialami sejumlah influencer dan media nasional yang mengangkat isu banjir Aceh.

“Banyak postingan tentang banjir Aceh itu di-takedown, di akun-akun besar juga,” katanya.

Sejak hari pertama bencana, para relawan berupaya mengabarkan kondisi lapangan dari wilayah Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues yang terisolasi akibat putusnya akses jalan, padamnya listrik, serta lumpuhnya jaringan komunikasi.

“Wilayah tengah itu terisolir, tidak ada jaringan internet, listrik mati. Walaupun sulit, kami tetap berusaha menginformasikan kondisi lapangan yang sebenar-benarnya, karena kondisinya sangat menyedihkan dan masyarakat butuh bantuan segera,” ujar Satria.

Ia menambahkan, permintaan bantuan udara sudah disampaikan sejak hari kedua bencana, mengingat relawan menyadari pemulihan akses darat akan membutuhkan waktu lama.

“Di hari kedua itu kami sudah minta helikopter, karena kami tahu pemulihannya tidak bisa cepat,” ucapnya.

Namun, bantuan yang datang dinilai masih sangat terbatas. Menurut Satria, meski titik koordinat dan data lapangan telah dikirim sejak awal, bantuan udara baru tiba pada hari kelima dengan muatan minim.

“Helikopter datang cuma membawa dua unit Starlink, dua jerigen minyak, dan lima genset,” katanya.

Para relawan berharap informasi mengenai kondisi riil di wilayah tengah Aceh dapat terus tersebar luas agar penanganan bencana dan distribusi bantuan dapat dilakukan secara lebih cepat dan memadai.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jum’at Berkah Aceh Bangun Ukhuwah Lewat Segelas Kopi dan Sepotong Kue di Masjid tansaran 

10 Juli 2026 - 20:37 WIB

Nobar Perempatfinal Hingga Final Piala Dunia 2026 Dihadirkan InJourney Airports di 7 Bandara

10 Juli 2026 - 18:55 WIB

Omah Jangan Diam Terus, Resto di Depok yang Menyajikan Kelezatan, Perjalanan, dan Nilai Kemanusiaan

10 Juli 2026 - 17:05 WIB

Pelita Air Hadirkan Senandung Musikal Maliq & D’Essentials di Penerbangan

10 Juli 2026 - 15:42 WIB

Anggota DPR RI Fraksi NasDem Rachmat Gobel Meninggal Dunia di Usia 63 Tahun

10 Juli 2026 - 09:27 WIB

Sengkarut 4 Blok Lahan Kosong Negara di Kemayoran: Ketegasan Negara Menghilang?

10 Juli 2026 - 09:11 WIB

Pasar K-Culture Melejit, Destinasi Baru Incar Cuan di Jakarta

10 Juli 2026 - 04:10 WIB

Sabet Penghargaan, Model 3R mGanik Jadi Terobosan Kebuntuan Diabetes Tipe 2

10 Juli 2026 - 04:05 WIB

TEMUAN BPK: Defisit Keuangan Membengkak, Transparansi Perjalanan Dinas Pemko Subulussalam Dipertanyakan

10 Juli 2026 - 03:56 WIB

Tindak Lanjut MoU, Tani Merdeka Indonesia Aceh Tengah dan PT Bio Energy Rimba Perkuat Pendampingan Petani

10 Juli 2026 - 03:44 WIB

Trending di RAGAM