Menu

Mode Gelap
Puluhan Warga Terjebak di Bur Lintang, Jalur Nasional Putus Akibat Hujan Deras Melalui TJSL, Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Perkuat Pelestarian Terumbu Karang dan Ekosistem Laut Kepulauan Seribu Nucke Rahma SH, Novelis Kondang Siap Jadi Narasumber Ngobrol Santai Bareng Kartini Seni, Musik dan Film 2026 Penumpang Stasiun Lampegan Naik pada Triwulan I 2026 KAI Services Resmikan Laboratorium QC di Dapur Manggarai Mahasiswa FH Unsyiah Perdalam Peran Advokat dalam Perkara Narkotika Jelang Moot Court Competition XI

RAGAM

Diduga Shadowban, Unggahan Banjir di Wilayah Aceh Anjlok Interaksinya

badge-check


 Diduga Shadowban, Unggahan Banjir di Wilayah Aceh Anjlok Interaksinya Perbesar

Wartatrans.com, BANDA ACEH – Sejumlah akun media sosial yang aktif mempublikasikan kondisi banjir dan wilayah terisolir di kawasan Aceh diduga mengalami pembatasan jangkauan atau shadowban. Dugaan ini mencuat setelah terjadi penurunan drastis interaksi pada unggahan yang sebelumnya sempat viral.

Dugaan tersebut disampaikan Relawan Pemuda Gayo, Satria Darmawan. Ia menyebut, penurunan jumlah tayangan, komentar, dan like mulai dirasakan sekitar hari kelima pascabencana, meski sejak hari pertama relawan secara konsisten mengunggah kondisi lapangan.

“Awalnya kami sempat viral, lalu jumlah like menurun drastis, komentar juga. Kami curiga ada shadowban, tapi tidak tahu siapa otoritasnya,” ujar Satria, Senin.

Akun-akun yang diduga terdampak antara lain Explore Gayo, Gayo Today, Kebergayo, serta beberapa akun lain dengan jumlah pengikut cukup besar. Menurut Satria, fenomena serupa juga dialami sejumlah influencer dan media nasional yang mengangkat isu banjir Aceh.

“Banyak postingan tentang banjir Aceh itu di-takedown, di akun-akun besar juga,” katanya.

Sejak hari pertama bencana, para relawan berupaya mengabarkan kondisi lapangan dari wilayah Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues yang terisolasi akibat putusnya akses jalan, padamnya listrik, serta lumpuhnya jaringan komunikasi.

“Wilayah tengah itu terisolir, tidak ada jaringan internet, listrik mati. Walaupun sulit, kami tetap berusaha menginformasikan kondisi lapangan yang sebenar-benarnya, karena kondisinya sangat menyedihkan dan masyarakat butuh bantuan segera,” ujar Satria.

Ia menambahkan, permintaan bantuan udara sudah disampaikan sejak hari kedua bencana, mengingat relawan menyadari pemulihan akses darat akan membutuhkan waktu lama.

“Di hari kedua itu kami sudah minta helikopter, karena kami tahu pemulihannya tidak bisa cepat,” ucapnya.

Namun, bantuan yang datang dinilai masih sangat terbatas. Menurut Satria, meski titik koordinat dan data lapangan telah dikirim sejak awal, bantuan udara baru tiba pada hari kelima dengan muatan minim.

“Helikopter datang cuma membawa dua unit Starlink, dua jerigen minyak, dan lima genset,” katanya.

Para relawan berharap informasi mengenai kondisi riil di wilayah tengah Aceh dapat terus tersebar luas agar penanganan bencana dan distribusi bantuan dapat dilakukan secara lebih cepat dan memadai.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Melalui TJSL, Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Perkuat Pelestarian Terumbu Karang dan Ekosistem Laut Kepulauan Seribu

18 April 2026 - 19:09 WIB

Mahasiswa FH Unsyiah Perdalam Peran Advokat dalam Perkara Narkotika Jelang Moot Court Competition XI

18 April 2026 - 17:29 WIB

AHY Ingin Partai Demokrat Membirukan Jawa Tengah, Rinto Subekti Jadi Calon Tunggal Ketua DPD

18 April 2026 - 16:38 WIB

Distribusi Bantuan untuk Warga Lubok Pusaka Terus Berlanjut, Sumur Bor hingga Terpal Disalurkan

18 April 2026 - 15:27 WIB

GLN Gareulis Luncurkan TALENTA 2026, Dorong Literasi sebagai Gerakan Transformatif

18 April 2026 - 15:00 WIB

Tani Merdeka Aceh Tengah Terdepan Menjaga Kedaulatan Pangan

18 April 2026 - 12:11 WIB

Zakat untuk Guru Al-Quran di Gaza, Menjaga Nyala Pendidikan di Tengah Krisis

18 April 2026 - 10:31 WIB

FIFASTRA Raih Silver WOW Brand 2026 Kategori Motorcycle Leasing

17 April 2026 - 14:49 WIB

Maret 2026, IPC TPK Jambi Catat Pertumbuhan Arus Peti Kemas 22,5 Persen

17 April 2026 - 14:10 WIB

360 PPIH Daker Madinah Siap Sukseskan Haji 2026

17 April 2026 - 12:15 WIB

Trending di NASIONAL