Menu

Mode Gelap
Lewat Car Free Day, FIFGROUP Gaungkan Kampanye “Perempuan Berperan” untuk Mendorong Kesetaraan Gender KMP Aceh Hebat 2 Kembali Berlayar Pascainsiden, Siap Melayani dengan Standar Keselamatan Terbaik Wisatawan Asing Makin Gemar Naik Kereta, KAI Layani 308 Ribu Penumpang Mancanegara pada Semester I 2026 Walikota Langsa Rombak Kabinet Secara Besar besaran  Diskusi Seni Ruang Publik Soroti Minimnya Regulasi dan Pentingnya Budaya sebagai Identitas Kota 38 Persen Transaksi QRIS Nasional Terpusat di Jakarta, Jadi Motor Ekonomi Sekaligus Sinyal Ketimpangan Digital

Uncategorized

Efisiensi Anggaran, Pemkot Depok Alihkan Insentif Bimroh ke Guru Ngaji

badge-check


 Efisiensi Anggaran, Pemkot Depok Alihkan Insentif Bimroh ke Guru Ngaji Perbesar

Wartatrans.com, DEPOK — Pemerintah Kota Depok menghapus insentif bagi 2.000 pembimbing rohani (bimroh) pada 2026. Kebijakan itu diambil dengan alasan efisiensi anggaran. Dana yang sebelumnya dialokasikan untuk bimroh kini dialihkan kepada 630 guru ngaji atau guru lekar.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok, Syihabuddin Ahmad, mengatakan pihaknya tengah melakukan proses seleksi dan verifikasi terhadap para penerima insentif tersebut. “Insya Allah sebelum akhir April sudah selesai,” kata Syihabuddin dalam acara Halal Bihalal Idulfitri 1447 Hijriah sekaligus rapat pleno dan koordinasi MUI Kota Depok, Senin, 13 April 2026.

Menurut dia, verifikasi terhadap guru ngaji akan dilakukan secara berkala setiap tahun. Langkah ini dimaksudkan untuk memastikan program berjalan tepat sasaran.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Depok, Supian Suri, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut tidak semata-mata soal efisiensi. Ia menyebut adanya pengurangan pembiayaan dari pemerintah pusat mencapai Rp 380 miliar turut memengaruhi kebijakan anggaran daerah.

“Ini bukan hanya efisiensi, tetapi ada prioritas program yang harus dipenuhi,” ujar Supian.

Salah satu prioritas itu adalah peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an di kalangan siswa sekolah dasar. Berdasarkan evaluasi pemerintah kota, dari sekitar 32 ribu siswa SD di Depok, hanya sekitar 30 persen yang mampu membaca Al-Qur’an.

“Kondisinya masih memprihatinkan. Banyak anak SD yang belum bisa membaca Al-Qur’an,” kata Supian.

Ia menambahkan, program guru lekar sebelumnya dinilai belum berjalan optimal karena tidak semua tokoh agama yang terlibat fokus pada kegiatan pengajaran. Evaluasi program, menurut dia, menjadi langkah wajar untuk memperbaiki efektivitas kebijakan ke depan.*** (Septiadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Walikota Langsa Rombak Kabinet Secara Besar besaran 

5 Juli 2026 - 05:24 WIB

Sebaran Abu Vulkanik Gunung Krakatau Bergerak ke Barat, Belum Berdampak pada Bandara dan Jalur Penerbangan

4 Juli 2026 - 15:09 WIB

Hindari Bom Waktu Sampah, Jakarta Siapkan Tarif Bayar Sesuai Beban 

4 Juli 2026 - 06:38 WIB

Halimah Munawir Podcast Roadshow Hadir di Symphony & Harmony IWAPI DKI Jakarta

3 Juli 2026 - 21:59 WIB

Perkuat Kualitas Layanan, IPCC Gelar Management Walkthrough di Terminal Satelit Banjarmasin

3 Juli 2026 - 21:05 WIB

Masyarakat Beutong Ateuh Menjaga Warisan Alam, Sejahtera Karena Hutan Bukan Tambang

3 Juli 2026 - 15:29 WIB

Bagian dari Ekosistem Astra, FIFGROUP Perkuat Pemberdayaan Masyarakat melalui Desa Sejahtera Astra

3 Juli 2026 - 15:14 WIB

Pelindo Terminal Petikemas Berikan Wajah Baru Sarana Publik Masyarakat Ring 1 Terminal Teluk Lamong

3 Juli 2026 - 14:24 WIB

Pengoperasian QCC 004 Perkuat Daya Saing Pelabuhan Panjang sebagai Gerbang Logistik Sumatera

3 Juli 2026 - 13:35 WIB

13 Tahun, Mengabdi Direktur Ernawati Komit Bawa PT CMN Melayani Sepenuh Hati

3 Juli 2026 - 12:41 WIB

Trending di RAGAM