Menu

Mode Gelap
Pelindo Solusi Digital Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Warga Sekitar Pelabuhan Tanjung Priok Dukung Kebijakan Logistik Nasional, IPC TPK Paparkan Kinerja Operasional Real-Time kepada Bappenas RI KAI Terapkan B50, Tekan Emisi Karbon Operasional Kereta Api Gelar RUA 2026, Iperindo Bahas Order Pembangunan Kapal Baru Dalam Negeri masih Sepi Semarak Kemerdekaan, Warga Griya Serpong Adu Kekompakan di Masak Gesss Episode 324 “Meradjoet Sendja” Hadirkan Orkestrasi Kebangsaan, Satukan Seni, Sejarah dan Kepedulian Sosial

Uncategorized

Efisiensi Anggaran, Pemkot Depok Alihkan Insentif Bimroh ke Guru Ngaji

badge-check


 Efisiensi Anggaran, Pemkot Depok Alihkan Insentif Bimroh ke Guru Ngaji Perbesar

Wartatrans.com, DEPOK — Pemerintah Kota Depok menghapus insentif bagi 2.000 pembimbing rohani (bimroh) pada 2026. Kebijakan itu diambil dengan alasan efisiensi anggaran. Dana yang sebelumnya dialokasikan untuk bimroh kini dialihkan kepada 630 guru ngaji atau guru lekar.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok, Syihabuddin Ahmad, mengatakan pihaknya tengah melakukan proses seleksi dan verifikasi terhadap para penerima insentif tersebut. “Insya Allah sebelum akhir April sudah selesai,” kata Syihabuddin dalam acara Halal Bihalal Idulfitri 1447 Hijriah sekaligus rapat pleno dan koordinasi MUI Kota Depok, Senin, 13 April 2026.

Menurut dia, verifikasi terhadap guru ngaji akan dilakukan secara berkala setiap tahun. Langkah ini dimaksudkan untuk memastikan program berjalan tepat sasaran.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Depok, Supian Suri, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut tidak semata-mata soal efisiensi. Ia menyebut adanya pengurangan pembiayaan dari pemerintah pusat mencapai Rp 380 miliar turut memengaruhi kebijakan anggaran daerah.

“Ini bukan hanya efisiensi, tetapi ada prioritas program yang harus dipenuhi,” ujar Supian.

Salah satu prioritas itu adalah peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an di kalangan siswa sekolah dasar. Berdasarkan evaluasi pemerintah kota, dari sekitar 32 ribu siswa SD di Depok, hanya sekitar 30 persen yang mampu membaca Al-Qur’an.

“Kondisinya masih memprihatinkan. Banyak anak SD yang belum bisa membaca Al-Qur’an,” kata Supian.

Ia menambahkan, program guru lekar sebelumnya dinilai belum berjalan optimal karena tidak semua tokoh agama yang terlibat fokus pada kegiatan pengajaran. Evaluasi program, menurut dia, menjadi langkah wajar untuk memperbaiki efektivitas kebijakan ke depan.*** (Septiadi)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pelindo Solusi Digital Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Warga Sekitar Pelabuhan Tanjung Priok

27 Agustus 2026 - 05:45 WIB

Dukung Kebijakan Logistik Nasional, IPC TPK Paparkan Kinerja Operasional Real-Time kepada Bappenas RI

27 Agustus 2026 - 05:38 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warga Griya Serpong Adu Kekompakan di Masak Gesss Episode 324

26 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Pemprov Jateng Antisipasi Banyak Warganya Yang Ingin Menggeruduk Gedung DPR RI

26 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Haji Fikri Serap Aspirasi Warga Ciomas, Soroti Banjir, Longsor, dan Kerusakan Infrastruktur

26 Agustus 2026 - 15:03 WIB

Lomba Tahfiz Warnai Peringatan HUT RI dan Maulid Nabi di Sukadanau

26 Agustus 2026 - 12:52 WIB

Tionghoa Indonesia dan Buku: Merawat Jejak Sejarah, Sastra, dan Budaya

26 Agustus 2026 - 08:16 WIB

Idang Meulapeh Warnai Maulid Nabi di Jakarta, Tradisi Nagan yang Pernah Raih Rekor Dunia

25 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Haji Fikri: Pengawasan Pemerintahan Adalah Kewajiban Wakil Rakyat, Pejabat Diminta Jangan Korupsi

25 Agustus 2026 - 18:58 WIB

FIFGROUP Perluas Manfaat Kampung Sehat melalui Sanitasi Layak dan Pencegahan Stunting

25 Agustus 2026 - 16:00 WIB

Trending di NASIONAL