Wartatrans.com, JAKARTA – Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian dalam pertemuan antara perwakilan Forum Masyarakat (Formas) dan jajaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Senin (2/11/2026).
Dalam pertemuan yang berlangsung Senin pagi tersebut, rombongan diterima oleh Rustian, Sekretaris Utama (Sestama) BNPB, bersama jajaran BNPB Indonesia. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari pembahasan mengenai penggunaan cairan khusus untuk membantu mengatasi kebakaran hutan dan lahan yang pernah sukses diterapkan pada 2016 dan mendapat pengakuan dunia.
Pertemuan tersebut terlaksana atas prakarsa Handoyo dari Formas, organisasi yang menaungi ratusan organisasi kemasyarakatan (ormas).
Dalam diskusi itu, pihak Formas kembali menyampaikan pengalaman keberhasilan penggunaan cairan penanggulangan karhutla tersebut. Mereka berharap teknologi dan metode yang pernah digunakan itu dapat kembali diuji dan dimanfaatkan untuk menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan pada tahun mendatang.
Meskipun saat ini Indonesia mulai memasuki musim hujan dan sejumlah titik api mulai padam, pembahasan dinilai penting sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau berikutnya.
Sebagai langkah awal, direncanakan uji coba kembali cairan tersebut di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) dalam waktu dekat. Hasil pengujian diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk penerapan yang lebih luas apabila terbukti efektif.
Pihak Formas berharap Indonesia tidak lagi menghadapi persoalan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang berdampak hingga negara-negara tetangga.
Menurut mereka, persoalan karhutla, khususnya di kawasan lahan gambut, membutuhkan penanganan yang tepat, terukur, dan berbasis pengalaman serta teknologi yang dapat dipertanggungjawabkan. Penanganan tidak cukup dilakukan secara parsial, tetapi harus menyentuh sumber persoalan, yakni api dan karakteristik lahan yang terbakar.
Rustian: Bung Hatta Menjadi Teladan dalam Pengabdian
Selain membahas persoalan kebencanaan, pertemuan tersebut juga diwarnai perbincangan menarik mengenai nasionalisme dan integritas dalam menjalankan amanah.
Rustian mengungkapkan bahwa Bung Hatta menjadi salah satu tokoh yang sangat memengaruhi perjalanan hidup dan kariernya sebagai aparatur sipil negara (ASN) sekaligus birokrat.
Ia mengaku banyak membaca buku tentang Bung Hatta. Kecintaan terhadap sosok proklamator tersebut tumbuh sejak kecil melalui kebiasaan membaca yang ditanamkan oleh ayahnya.
“Ayah kami selalu memberi buku tentang Bung Hatta. Digilir baca dari Kakak, saya, lalu ke adik-adik,” tutur Rustian, putra ketiga dari sebelas bersaudara.
Kebiasaan tersebut, menurutnya, turut membentuk karakter dan pandangan hidup dalam menjalankan pengabdian kepada bangsa dan negara.
“Karena itu kami menjadi nasionalis.”
“Karena itu pula kami lurus menjalankan amanah,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut menjadi bagian menarik dari pertemuan. Sosok Bung Hatta bukan hanya menjadi bacaan sejarah, tetapi juga sumber inspirasi tentang nasionalisme, kesederhanaan, integritas, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas.
Pertemuan ditutup dengan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Rustian beserta seluruh jajaran BNPB yang telah meluangkan waktu menerima rombongan dan berdiskusi mengenai upaya penanggulangan karhutla.
Harapannya, rencana uji coba kembali cairan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan dapat segera terlaksana dan menjadi salah satu ikhtiar menghadirkan solusi yang lebih baik bagi Indonesia.
Dengan demikian, pada tahun-tahun mendatang Indonesia diharapkan tidak lagi harus berhadapan dengan persoalan kabut asap lintas negara akibat karhutla.
Semoga ikhtiar ini berjalan lancar dan membawa manfaat bagi bangsa dan negara.*** (septi)






















