Menu

Mode Gelap
Mantap, Program Motis DJKA Angkut 12.419 Motor Pemudik Dukung Persiapan Konsumsi Jemaah Haji, Garuda Terbangkan 15 Ton Makanan Siap Saji ke Jeddah Pascagempa 7,6 SR, TPK Bitung dan TPK Ternate Beroperasi Kembali Gempa Bitung dan Ternate, ASDP Pastikan Layanan Penyeberangan Tetap Aman Terkendali Cerita dari Bukit Sinyonya: FIFGROUP Wujudkan Desa Sejahtera dan Sekolah yang Lebih Layak  KSOP Muara Angke Catat Keberhasilan Angkutan Laut Lebaran 2026, Lebih dari 27 Ribu Penumpang Terlayani

PERISTIWA

Gempa Berpotensi Tsunami Sulut dan Mulut Bisa Picu ke Aceh? Ini Kata BMKG

badge-check


 Gempa Berpotensi Tsunami Sulut dan Mulut Bisa Picu ke Aceh? Ini Kata BMKG Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 di wilayah di Sulawesi Utara(Sulut) hingga Maluku Utara (Malut) berpotensi memicu aktivitas gempa susulan di sekitar episenter, namun kecil kemungkinan berdampak hingga wilayah jauh seperti Aceh.

Plt. Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, menjelaskan bahwa jarak antarwilayah menjadi faktor penting dalam potensi pemicu gempa baru.

“Kalau dengan Aceh jaraknya sangat jauh, sehingga kalaupun ada efek pemicu, itu hanya terjadi di sekitar episenter,” ujar Rahmat pada keterangannya, Kamis (2/4/2026) pagi.

Ia menambahkan, BMKG saat ini terus memantau perkembangan gempa susulan untuk memastikan apakah aktivitas tersebut akan meluas atau tidak.

“Kami tetap memonitor gempa susulan, apakah berpotensi meluas di sekitarnya. Namun biasanya, kita harapkan aktivitas tersebut akan mereda di wilayah itu,” jelasnya.

Rahmat juga mengungkapkan bahwa potensi pemicu gempa lain tetap ada, khususnya pada sumber-sumber gempa di sekitar Laut Maluku dan wilayah Sulawesi yang berdekatan dengan lokasi episenter.

“Kalaupun ada potensi pemicu, itu berasal dari sumber-sumber gempa di sekitar Laut Maluku, baik di lautan maupun di daratan sekitar wilayah tersebut,” katanya.

Meski demikian, BMKG menegaskan akan terus melakukan pemantauan intensif dan memberikan pembaruan informasi kepada masyarakat secara berkala.

“Kami akan terus melakukan monitoring dan update, serta menyampaikan informasi kepada masyarakat dan komunitas terdampak,” pungkas Rahmat.(fahmi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Gempa M 7,6 Guncang Ternate, BMKG Peringatkan Potensi Tsunami

2 April 2026 - 08:47 WIB

Halal Bihalal YPI Al-Hidayah Pondok Melati Bekasi, Perkuat Profesionalisme Tenaga Pendidik

31 Maret 2026 - 19:12 WIB

Kali ini, di Hadapan KPK Para Pejabat Jateng Tanda Tangan Pakta Integritas Tidak Korupsi

31 Maret 2026 - 05:09 WIB

Yatim Pemulung di Bireuen Jadi Korban Kekerasan Seksual, Alami Trauma Berat

30 Maret 2026 - 23:02 WIB

Jalin Keakraban, Obor Sastra Gelar Halal Bihalal Penyair dan Sastrawan

30 Maret 2026 - 19:38 WIB

Ahmadun: Buku Mesir Love Story di Bawah Langit Para Nabi Karya Halimah Munawir Menginspirasi

30 Maret 2026 - 18:58 WIB

Festival Balon Udara di Pekalongan dan Wonosobo, Ditjen Hubud Ingatkan Aspek Keselamatan Penerbangan

30 Maret 2026 - 05:15 WIB

Pemilik Showroom Diduga Jual Tiga Excavator Perusahaan Tanpa Izin 

20 Maret 2026 - 22:14 WIB

Parade Puisi hingga Wayang Hastabrata Semarakkan Ngaji Budaya di Purbalingga

17 Maret 2026 - 12:53 WIB

AirNav Lepas 4.000 Pemudik Gratis Naik Kereta Api ke Yogya, Semarang, Surabaya, dan Malang

15 Maret 2026 - 20:31 WIB

Trending di EKOBIS