Menu

Mode Gelap
BPSDMP Perkuat Sinergi dengan 552 Pemda Garuda Pastikan Tetap Jaga Keberlangsungan Layanan Penerbangan Jejak Kreatif Maryoko Aiko Atmodiningrat, dari Majalah Remaja hingga Dunia Periklanan Sulaiman Juned Akan Bahas Keaktoran dan Puisi di Workshop UNJA Aceh Tengah Kembali Dikepung Banjir, Warga Panik — Kampung Terisolir, Akses Lumpuh Penyumbang emas untuk pembelian pesawat RI 01. Wafat

EKOBIS

GMF dan BIJB Groundbreaking Kawasan Kertajati Aerospace Park

badge-check


 Groundbreaking Hanggar Kertajati Perbesar

Groundbreaking Hanggar Kertajati

Wartatrans.com, MAJALENGKA – PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) dan PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) resmi memulai pembangunan tahap pertama Kertajati Aerospace Park melalui seremoni groundbreaking yang berlangsung di Bandar Udara Internasional Jawa Barat, Kertajati, Majalengka, Senin (8/12/2025).

Momentum ini menjadi lanjutan dari rangkaian kolaborasi strategis yang telah dibangun sebelumnya melalui penandatanganan kerja sama yang mempertegas komitmen seluruh pihak dalam
mewujudkan kawasan dirgantara terpadu di Indonesia.

Groundbreaking ini turut dihadiri Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan
Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono; Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy; Gubernur JawaBarat Dedi Mulyadi; Direktur Utama GMF Andi Fahrurrozi; serta Plt. Direktur Utama BIJB, Ronald H. Sinaga.

Prosesi simbolik ini menandai dimulainya pembangunan kawasan yang diharapkan menjadi motor penggerak baru industri aviasi dan pertahanan Indonesia.

Pada tahap pertama ini, pengembangan kawasan akan difokuskan pada pembangunan infrastruktur dasar kawasan secara paralel dengan pembangunan hanggar rotary wing.

Pekerjaan mencakup pematangan lahan, penyediaan akses jalan internal, serta
pembangunan jaringan utilitas utama seperti listrik, air, dan fiber optik, yang dilakukan
bersamaan dengan konstruksi hanggar rotary wing untuk mendukung operasional ‘MRO Rotary Wing’ sektor pemerintahan dan layanan terkait lainnya.

Direktur Utama GMF Andi Fahrurrozi menyampaikan rasa syukur dan optimisme atas dimulainya tahap konstruksi ini.

“Hari ini bukan hanya permulaan pembangunan fisik, tetapi langkah besar menuju terwujudnya kemandirian industri dirgantara Indonesia. Kertajati Aerospace Park akan menjadi fondasi baru bagi ekosistem aviasi nasional sebagai pusat kemampuan MRO, manufaktur komponen, logistik, dan pengembangan SDM bertemu dalam satu kawasan yang terintegrasi,” urainya.

Hanggar ini dirancang dengan kapasitas fleksibel untuk menampung beberapa unit helikopter kelas menengah secara bersamaan dan diharapkan mulai beroperasi secara bertahap pada periode Q3–Q4 2026.

Setelah fase awal tersebut terselesaikan, pengembangan kawasan akan dilanjutkan dengan pembangunan konektivitas sisi udara melalui pengembangan apron dan taxiway, serta pembangunan hanggar lanjutan untuk perawatan pesawat fixed wing, fasilitas MRO untuk engine dan component, manufacture spare part, dan fasilitas pendukung lainnya secara bertahap sebagai bagian dari rencana jangka panjang pengembangan Aerospace Park.

Andi menambahkan, nilai investasi
pembangunan tahap pertama, khususnya untuk hanggar dan fasilitas awalnya, berada pada kisaran di atas lima juta dolar AS, yang akan terus berkembang seiring perluasan kawasan pada fase-faseberikutnya.

“Dengan dukungan penuh Pemerintah dan kerja sama erat dengan BIJB, kami yakin Kertajati akan berkembang menjadi pusat gravitasi baru industri aviasi Indonesia dan menciptakan dampak ekonomi yang luas, baik nasional maupun regional,” ungkapnya.

Plt Direktur BIJB Ronald H. Sinaga menegaskan bahwa pembangunan tahap awal ini merupakan momentum strategis bagi pengembangan kawasan Kertajati sebagai aerocity dan simpul pertumbuhan ekonomi Jawa Barat.

“Dengan hadirnya GMF sebagai mitra strategis, kami semakin optimistis Kertajati akan berkembang menjadi pusat aktivitas penerbangan yang terintegrasi, didukung kehadiran para stakeholders kelas dunia.
Kami percaya kawasan ini akan menjadi ruang bagi tumbuhnya inovasi dan kegiatan industri penerbangan, yang berkelanjutan, dengan mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), sehingga mampu menghadirkan aktivitas industri bernilai tambah bagi daerah dan nasional,” bebernya.

Pengembangan jangka panjang Kertajati Aerospace Park meliputi rencana kawasan industri dirgantara yang lebih luas, termasuk fasilitas manufaktur, pusat logistik, fasilitas pelatihan, dan area pendukung lainnya.

Namun seluruh elemen tersebut akan berkembang secara bertahap setelah infrastruktur dasar kawasan dan hanggar utama beroperasi.

Dalam jangka panjang, kawasan ini diharapkan menjadi pusat pertumbuhan baru di Jawa Barat, mendorong partisipasi UMKM sekitar, serta membuka peluang kerja dan investasi di sektor aviasi yang terus bertumbuh.

“Dengan konsep green, smart, and sustainable industrial development,
kawasan ini akan mengedepankan efisiensi energi, pengelolaan limbah sesuai standar global, serta digitalisasi operasional melalui pemanfaatan IoT dan sistem monitoring terpadu,” kata Andi.

Kehadiran Kertajati Aerospace Park diharapkan menjadi salah satu katrol utama bagi pertumbuhan ekonomi Jawa Barat, memperkuat posisi Kertajati sebagai simpul logistik dan pusat industri berteknologi tinggi di Indonesia, sekaligus menghadirkan lompatan strategis bagi kemandirian industri aviasi nasional. (omy)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Garuda Pastikan Tetap Jaga Keberlangsungan Layanan Penerbangan

8 April 2026 - 10:20 WIB

Penyumbang emas untuk pembelian pesawat RI 01. Wafat

7 April 2026 - 21:11 WIB

Indonesia AirAsia Sesuaikan Jadwal, Janji Layanan Tetap Terjaga

7 April 2026 - 16:00 WIB

InJourney Airports Mohon Maaf atas Gangguan di Bandara Soekarno-Hatta Kemarin

7 April 2026 - 13:17 WIB

Tarif Tiket Pesawat Bakal Naik, Menhub Dudy: Pemerintah Jaga Daya Beli Masyarakat dan Kesinambungan Penerbangan

7 April 2026 - 06:53 WIB

INACA Apreasi Kebijakan Pemerintah Saat Avtur Naik: PPN 11% Ditanggung dan Bea Masuk Sparepart 0%

6 April 2026 - 19:58 WIB

Cuaca Ekstrem, Ada Pengalihan Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta

6 April 2026 - 16:32 WIB

Perang Timur Tengah Ganggu Ekspor RI, Biaya Logistik Melonjak hingga Tiga Kali Lipat

4 April 2026 - 17:59 WIB

Kuota Diskon Tiket Habis Terjual, PELNI Sukses Layani 467 Ribu Penumpang

4 April 2026 - 15:13 WIB

InJourney Airports Fasilitasi Diklat Pekerja Migran Indonesia Terampil ke Jepang

3 April 2026 - 19:21 WIB

Trending di BANDARA