Menu

Mode Gelap
Evakuasi Ibu Hamil di Tengah Bencana, Bayi Lahir Selamat di RSUD Datu Beru Takengon KAI Daop 1 Jakarta Siapkan 158.959 Kursi Selama Libur Panjang Isra Miraj Sambut Libur Panjang Isra’ Mi’raj, KAI Daop 6 Kerahkan KA Tambahan KAI Siapkan 649.780 Tempat Duduk pada Libur Panjang Isra Mikraj, Mobilitas Liburan Kian Lancar Perlindungan Konsumen Penerbangan Butuh Revolusi Regulasi Kementerian-KP Bongkar Impor 99 Ton Ikan Ilegal di Pelabuhan Tanjung Priok

EKOBIS

GMF dan BIJB Groundbreaking Kawasan Kertajati Aerospace Park

badge-check


					Groundbreaking Hanggar Kertajati Perbesar

Groundbreaking Hanggar Kertajati

Wartatrans.com, MAJALENGKA – PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) dan PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) resmi memulai pembangunan tahap pertama Kertajati Aerospace Park melalui seremoni groundbreaking yang berlangsung di Bandar Udara Internasional Jawa Barat, Kertajati, Majalengka, Senin (8/12/2025).

Momentum ini menjadi lanjutan dari rangkaian kolaborasi strategis yang telah dibangun sebelumnya melalui penandatanganan kerja sama yang mempertegas komitmen seluruh pihak dalam
mewujudkan kawasan dirgantara terpadu di Indonesia.

Groundbreaking ini turut dihadiri Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan
Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono; Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy; Gubernur JawaBarat Dedi Mulyadi; Direktur Utama GMF Andi Fahrurrozi; serta Plt. Direktur Utama BIJB, Ronald H. Sinaga.

Prosesi simbolik ini menandai dimulainya pembangunan kawasan yang diharapkan menjadi motor penggerak baru industri aviasi dan pertahanan Indonesia.

Pada tahap pertama ini, pengembangan kawasan akan difokuskan pada pembangunan infrastruktur dasar kawasan secara paralel dengan pembangunan hanggar rotary wing.

Pekerjaan mencakup pematangan lahan, penyediaan akses jalan internal, serta
pembangunan jaringan utilitas utama seperti listrik, air, dan fiber optik, yang dilakukan
bersamaan dengan konstruksi hanggar rotary wing untuk mendukung operasional ‘MRO Rotary Wing’ sektor pemerintahan dan layanan terkait lainnya.

Direktur Utama GMF Andi Fahrurrozi menyampaikan rasa syukur dan optimisme atas dimulainya tahap konstruksi ini.

“Hari ini bukan hanya permulaan pembangunan fisik, tetapi langkah besar menuju terwujudnya kemandirian industri dirgantara Indonesia. Kertajati Aerospace Park akan menjadi fondasi baru bagi ekosistem aviasi nasional sebagai pusat kemampuan MRO, manufaktur komponen, logistik, dan pengembangan SDM bertemu dalam satu kawasan yang terintegrasi,” urainya.

Hanggar ini dirancang dengan kapasitas fleksibel untuk menampung beberapa unit helikopter kelas menengah secara bersamaan dan diharapkan mulai beroperasi secara bertahap pada periode Q3–Q4 2026.

Setelah fase awal tersebut terselesaikan, pengembangan kawasan akan dilanjutkan dengan pembangunan konektivitas sisi udara melalui pengembangan apron dan taxiway, serta pembangunan hanggar lanjutan untuk perawatan pesawat fixed wing, fasilitas MRO untuk engine dan component, manufacture spare part, dan fasilitas pendukung lainnya secara bertahap sebagai bagian dari rencana jangka panjang pengembangan Aerospace Park.

Andi menambahkan, nilai investasi
pembangunan tahap pertama, khususnya untuk hanggar dan fasilitas awalnya, berada pada kisaran di atas lima juta dolar AS, yang akan terus berkembang seiring perluasan kawasan pada fase-faseberikutnya.

“Dengan dukungan penuh Pemerintah dan kerja sama erat dengan BIJB, kami yakin Kertajati akan berkembang menjadi pusat gravitasi baru industri aviasi Indonesia dan menciptakan dampak ekonomi yang luas, baik nasional maupun regional,” ungkapnya.

Plt Direktur BIJB Ronald H. Sinaga menegaskan bahwa pembangunan tahap awal ini merupakan momentum strategis bagi pengembangan kawasan Kertajati sebagai aerocity dan simpul pertumbuhan ekonomi Jawa Barat.

“Dengan hadirnya GMF sebagai mitra strategis, kami semakin optimistis Kertajati akan berkembang menjadi pusat aktivitas penerbangan yang terintegrasi, didukung kehadiran para stakeholders kelas dunia.
Kami percaya kawasan ini akan menjadi ruang bagi tumbuhnya inovasi dan kegiatan industri penerbangan, yang berkelanjutan, dengan mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), sehingga mampu menghadirkan aktivitas industri bernilai tambah bagi daerah dan nasional,” bebernya.

Pengembangan jangka panjang Kertajati Aerospace Park meliputi rencana kawasan industri dirgantara yang lebih luas, termasuk fasilitas manufaktur, pusat logistik, fasilitas pelatihan, dan area pendukung lainnya.

Namun seluruh elemen tersebut akan berkembang secara bertahap setelah infrastruktur dasar kawasan dan hanggar utama beroperasi.

Dalam jangka panjang, kawasan ini diharapkan menjadi pusat pertumbuhan baru di Jawa Barat, mendorong partisipasi UMKM sekitar, serta membuka peluang kerja dan investasi di sektor aviasi yang terus bertumbuh.

“Dengan konsep green, smart, and sustainable industrial development,
kawasan ini akan mengedepankan efisiensi energi, pengelolaan limbah sesuai standar global, serta digitalisasi operasional melalui pemanfaatan IoT dan sistem monitoring terpadu,” kata Andi.

Kehadiran Kertajati Aerospace Park diharapkan menjadi salah satu katrol utama bagi pertumbuhan ekonomi Jawa Barat, memperkuat posisi Kertajati sebagai simpul logistik dan pusat industri berteknologi tinggi di Indonesia, sekaligus menghadirkan lompatan strategis bagi kemandirian industri aviasi nasional. (omy)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Perlindungan Konsumen Penerbangan Butuh Revolusi Regulasi

13 Januari 2026 - 20:35 WIB

Penerbangan Perdana Subsidi Perintis 2026 Korwil Gorontalo Dimulai

13 Januari 2026 - 19:19 WIB

Pelita Air Bersama Poslog Indonesia Bantu Percepatan Penyaluran Bantuan Kemanusiaan

13 Januari 2026 - 18:46 WIB

Pelindo Hadir di Tengah Banjir Tanjung Priok, Ringankan Beban Warga Lewat Bantuan Pangan

13 Januari 2026 - 16:47 WIB

Pelindo Regional 4 Perkuat Tata Kelola Arsip Digital Melalui Bimtek Aplikasi P-ERCENT Tahap 2

13 Januari 2026 - 12:52 WIB

Trending di ANJUNGAN