Menu ✖

Mode Gelap
Catatan M. Mujiburrohman: Mengapa Pemerintahan Prabowo Terus Digoyang?  Greenpeace Indonesia Gelar Aksi Damai, 11 Aktivis Sempat Ditangkap Aparat BPW Oi DKI Jakarta Gelar JAKARTA Oi NGUMPUL (JOiN 2) 2026 di Kota Tua Catatan Iwan Piliang: Ketika Komunikator Lebih Menonjol daripada Pesan ASDP Pastikan Pendampingan Penumpang Berlanjut Pascainsiden KMP Batumandi Prabowo Terima Rekomendasi DEN, Bahas Strategi Penguatan Ekonomi Nasional

NASIONAL

Greenpeace Indonesia Gelar Aksi Damai, 11 Aktivis Sempat Ditangkap Aparat

badge-check


 Greenpeace Indonesia Gelar Aksi Damai, 11 Aktivis Sempat Ditangkap Aparat Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, Greenpeace Indonesia menggelar aksi damai dengan membentangkan dua spanduk dari atas Patung Selamat Datang, Jakarta, pada Selasa (20/10/2026).

Spanduk bertuliskan “Tangani Krisis Iklim, Turunkan Biaya Hidup” dipasang menghadap Istana Merdeka. Sementara spanduk kedua bertuliskan “Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah, Apa Kerja Pemerintah?” menghadap ke selatan Bundaran Hotel Indonesia.

Pesan yang disampaikan Greenpeace Indonesia kepada pemerintahan Prabowo-Gibran berkaitan dengan berbagai bencana yang dipicu krisis iklim. Mulai dari banjir bandang di Sumatera, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyebabkan kabut asap berkepanjangan, hingga cuaca ekstrem yang mengancam kehidupan masyarakat.

Tidak hanya melalui pemasangan spanduk, Greenpeace Indonesia juga melakukan riset bertajuk Besok Harga Naik! Gambaran Dampak Krisis Iklim dari Tempat Kerja, Meja Makan, dan Rumah. Riset tersebut mengungkap bahwa krisis iklim turut menggerus penghasilan dan daya beli pekerja. Nelayan, pengemudi ojek online (ojol), dan pekerja lepas menjadi kelompok yang paling terdampak.

Namun, aksi damai tersebut mendapat respons represif dari aparat keamanan. Seluruh spanduk diturunkan dan 11 personel Greenpeace Indonesia ditangkap. Setelah menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya selama hampir 12 jam, mereka dibebaskan secara bertahap pada Selasa tengah malam.

“Pembebasan ini bukan akhir dari perjuangan kami. Krisis iklim sudah sampai di meja makan kita melalui kenaikan harga pangan dan hilangnya sumber penghidupan. Pemerintah tidak bisa terus abai,” tegas Jeanny Sirait, Juru Kampanye Keadilan Iklim Greenpeace Indonesia.

Selain menyampaikan pernyataan tersebut, Jeanny juga mengapresiasi Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD), AMAR Law Firm, serta semua pihak yang memberikan dukungan dan solidaritas penuh.

Ia menyayangkan tindakan represif aparat keamanan yang dilakukan dengan dalih melindungi cagar budaya.*** (Slamet Widodo)

Baca Lainnya

Pangkalan PLP Tanjung Priok Kerahkan Kekuatan Armada untuk Tangani Kebakaran KMP Batumandi di Selat Sunda

20 Oktober 2026 - 23:01 WIB

Sekjen PBB Sambangi Hambalang, Prabowo Bahas Perdamaian Dunia dan Palestina

20 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Trafik Kargo IPCC Melonjak 19,57% hingga Kuartal III 2026

20 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Investasi Capai Rp3.923 Triliun dan Serap 5,48 Juta Tenaga Kerja

20 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Kapolri Sidik 98 Kasus Korporasi Diduga Bakar Hutan, Pemilik Perusahaan hingga Pemegang Saham Terancam Dijerat

20 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Arus Petikemas Terus Menguat, Terminal Teluk Lamong Catat 2,29 Juta TEUs

19 Oktober 2026 - 23:02 WIB

Sewa Bus DAMRI, Pilihan Tepat untuk Perjalanan Bersama yang Nyaman

19 Oktober 2026 - 22:52 WIB

Pelindo Regional 4 Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Makassar

19 Oktober 2026 - 22:42 WIB

Kolaborasi Bersama HRI Team Management, IPCC Turut Mendukung Distribusi Unit Kendaraan Balap ke Mandalika Festival of Speed 2026

19 Oktober 2026 - 22:35 WIB

Dua Kali Tak Penuhi Panggilan KPK, Nusron Wahid Terancam Dijemput Paksa

19 Oktober 2026 - 19:51 WIB

Trending di NASIONAL