Menu ✖

Mode Gelap
Lima Tahun Pascamerger, Pelindo Teguhkan Transformasi Berlandaskan Semangat Persatuan Netizen Jepang Soroti Petugas KAI Services Bersihkan KRL Saat Kereta Beroperasi Sambut Hari Pelindo, Regional 4 Gelar Donor Darah dan Target 100 Kantong DPD Tani Merdeka Indonesia Aceh Tengah Ucapkan Selamat atas Pelantikan Plt. Kepala Dinas Pertanian Mulai Hari Ini, Argo Muria, Argo Sindoro, dan Argo Merbabu Gunakan Satu Nama KA Muria, KAI Ingatkan Pelanggan Jangan Keliru Pengobatan Gratis BMPRI Dekatkan Layanan Kesehatan kepada Warga Kampung Antalisa

SENI BUDAYA

Halimah Munawir: Puisi Adalah Ruang untuk Merawat Kemanusiaan dan Menjaga Nurani

badge-check


 Halimah Munawir: Puisi Adalah Ruang untuk Merawat Kemanusiaan dan Menjaga Nurani Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Perayaan Hari Puisi Indonesia 2026 yang digelar di lingkungan Kementerian Kebudayaan, Ahad, 26 Juli 2026, menjadi momentum penting untuk kembali meneguhkan posisi puisi sebagai bagian dari denyut kebudayaan bangsa. Dalam perhelatan tersebut, Ketua Umum Obor Sastra, Halimah Munawir, hadir sebagai salah satu narasumber dan menyampaikan pandangannya mengenai makna puisi serta peran penyair di tengah perubahan zaman.

Bagi Halimah, puisi bukan sekadar rangkaian kata yang disusun indah. Puisi merupakan cara manusia membaca kehidupan, menyelami perasaan, sekaligus menyampaikan kegelisahan dan harapan dengan bahasa yang memiliki kedalaman makna.

“Puisi adalah ruang batin. Di dalamnya manusia dapat berbicara dengan dirinya sendiri, dengan sesama, bahkan dengan zamannya. Karena itu, puisi tidak boleh kehilangan ruh kemanusiaannya,” ujar Halimah.

Menurutnya, puisi memiliki kekuatan untuk merekam perjalanan zaman. Sebuah puisi dapat menjadi kesaksian atas berbagai peristiwa yang terjadi dalam kehidupan manusia, sekaligus menjadi warisan nilai bagi generasi yang akan datang.

Halimah berpandangan, di tengah derasnya arus informasi dan perubahan sosial yang berlangsung begitu cepat, puisi justru semakin dibutuhkan. Puisi dapat menjadi ruang jeda bagi manusia untuk merenung, mengasah kepekaan, dan kembali mendengarkan suara hati.

“Ketika dunia semakin bising, puisi mengajarkan kita untuk mendengar. Ketika kehidupan semakin cepat, puisi mengajak kita berhenti sejenak dan memberi makna pada apa yang kita alami,” katanya.

Sebagai Ketua Umum Obor Sastra, Halimah juga menekankan pentingnya menjaga keberlangsungan ekosistem sastra Indonesia. Menurut dia, puisi harus terus didekatkan kepada masyarakat, terutama generasi muda, melalui berbagai ruang kreatif, pendidikan, komunitas, dan kegiatan kebudayaan.

Ia meyakini, keberadaan puisi tidak hanya penting bagi dunia sastra, tetapi juga bagi pembangunan karakter bangsa. Puisi mampu menumbuhkan empati, kepekaan terhadap lingkungan sosial, serta kesadaran untuk menghargai keberagaman.

“Bangsa yang membaca puisi adalah bangsa yang sedang merawat kepekaan. Dan bangsa yang memiliki kepekaan akan lebih mampu menjaga kemanusiaan,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Halimah Munawir juga menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada penyair senior asal Aceh, LK Ara, yang menerima Anugerah Kepenyairan Adiluhung 2026. Penghargaan tersebut menjadi bentuk penghormatan atas dedikasi dan perjalanan panjang LK Ara dalam dunia perpuisian Indonesia.

Halimah menilai, penghargaan kepada LK Ara memiliki makna yang sangat penting bagi dunia sastra Indonesia. Penghargaan tersebut tidak hanya diberikan kepada seorang penyair, tetapi juga kepada perjalanan panjang seorang sastrawan yang telah mengabdikan hidupnya untuk puisi dan kebudayaan.

“Selamat kepada Bang LK Ara atas Anugerah Penyair Adiluhung 2026. Ini adalah penghargaan yang sangat layak dan membanggakan. Semoga penghargaan ini menjadi inspirasi bagi para penyair muda untuk terus berkarya dan menjaga puisi sebagai bagian penting dari kebudayaan Indonesia,” ujar Halimah.

Ia menambahkan, perjalanan LK Ara merupakan bukti bahwa kepenyairan bukanlah perjalanan yang singkat. Seorang penyair terus tumbuh bersama waktu, pengalaman, dan pergulatan batin. Karya-karya yang lahir dari perjalanan tersebut pada akhirnya menjadi bagian dari ingatan kolektif bangsa.

“LK Ara telah menunjukkan bahwa puisi adalah jalan pengabdian. Anugerah ini menjadi penghormatan atas perjalanan panjang beliau sekaligus pengingat bagi kita semua bahwa karya yang lahir dengan ketulusan akan menemukan tempatnya dalam sejarah,” kata Halimah.

Perayaan Hari Puisi Indonesia 2026 sendiri menjadi momentum yang mempertemukan berbagai generasi dan kalangan dalam satu ruang kebudayaan. Tahun ini, perayaan mengusung semangat untuk meneguhkan kembali makna puisi sebagai medium refleksi, kemanusiaan, dan kebudayaan. Sejumlah tokoh lintas generasi turut hadir, sementara Anugerah Penyair Adiluhung menjadi salah satu agenda penting dalam perhelatan tersebut.

Bagi Halimah, Hari Puisi Indonesia bukan sekadar perayaan tahunan. Momentum ini harus menjadi ruang untuk memperkuat kesadaran bahwa sastra, khususnya puisi, memiliki peran strategis dalam membangun peradaban.

“Puisi harus terus hidup. Ia harus hadir di sekolah, kampus, komunitas, ruang publik, dan di tengah masyarakat. Karena puisi bukan hanya milik penyair. Puisi adalah milik kemanusiaan,” pungkas Halimah Munawir.*** (PG)

Baca Lainnya

Kebun Hantu, Menyusuri Arsip Tubuh dan Pengalaman yang Tak Selesai

1 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Dr. Mohammad Amin, M. Sn,MA Jangan Malu Disebut Kampungan, Dangdut Justru Siap Menembus UNESCO

1 Oktober 2026 - 03:44 WIB

Mansyur S Minta Wejangan Rhoma Irama: Jangan Takut Dangdut Ditinggal Anak Muda

1 Oktober 2026 - 03:12 WIB

Rhoma Irama Menangis Saat Menonton Film Lawas, dari Pengabdian ke Perjuangan Dangdut Menuju UNESCO

30 September 2026 - 08:17 WIB

Kolaborasi Addie MS & Twilite Orchestra, Anggun, dan Judika Warnai Perayaan 81 Tahun KAI

30 September 2026 - 07:37 WIB

Mentor Bang Budi dan Lukisan Karya Anak yang Membawa Cerita Aceh Tamiang ke Jakarta

30 September 2026 - 01:37 WIB

Bupati Aceh Tamiang Dorong Terapi Melukis untuk Pulihkan Trauma Anak Korban Bencana

29 September 2026 - 19:34 WIB

Ekraf Peduli Hadirkan Karya Anak Korban Bencana Sumatra, Pemerintah Dorong Pemulihan Lewat Seni

29 September 2026 - 18:39 WIB

Dianna Dee Full Jadwal Show, Sempatkan Cover Lagu di YouTube, 1 Minggu Tembus Setengah Juta Views

29 September 2026 - 17:10 WIB

HUT ke 81, KAI Daop 4 Semarang Menggelar Acara Baca Puisi Antar Negara

29 September 2026 - 09:44 WIB

Trending di RAGAM