Menu

Mode Gelap
PNM Kenalkan Model Pembiayaan Syariah Berbasis Kepercayaan di Hadapan Negara-Negara D-8 Nina Nugroho Bergabung dengan IKAC, Wujud Pengabdian untuk Kampung Halaman Jum’at Berkah Aceh Bangun Ukhuwah Lewat Segelas Kopi dan Sepotong Kue di Masjid tansaran  Dirut PTPN I: Transformasi Harus Lebih Progresif! Nobar Perempatfinal Hingga Final Piala Dunia 2026 Dihadirkan InJourney Airports di 7 Bandara Kemenhub Sabet Penghargaan Indonesia Public Sector Initiative of the Year Transportation

PERISTIWA

Hikmah di Balik Musibah, Warga Seuradek Temukan Biji Emas Pascabanjir Bandang

badge-check


 Hikmah di Balik Musibah, Warga Seuradek Temukan Biji Emas Pascabanjir Bandang Perbesar

Wartatrans.com, ACEH BARAT -– Musibah banjir bandang yang melanda Kecamatan Woyla Timur, Kabupaten Aceh Barat, pada akhir November lalu menyisakan kisah tak terduga. Di tengah lumpur yang mengendap di halaman rumah, warga Gampong Seuradek justru menemukan butiran biji emas yang terbawa arus banjir.

Sejak beberapa hari terakhir, puluhan warga tampak ramai-ramai mengais lumpur di sekitar pekarangan rumah dan bantaran sungai kecil. Dengan alat seadanya seperti dulang dan saringan tradisional, mereka memisahkan lumpur dari material pasir, berharap mendapatkan serpihan emas.

“Awalnya cuma iseng membersihkan lumpur di halaman rumah, ternyata ada kilauan kecil. Setelah dicoba disaring, benar ada biji emasnya,” ujar Zainal, warga Seuradek, Jumat (20/12/2025).

Wilayah Woyla Timur dan sekitarnya memang dikenal sebagai daerah dengan aktivitas tambang emas tradisional. Kecamatan Woyla, Tutut, Pante Ceureumen, hingga Sungai Mas sejak lama menjadi lokasi penambangan rakyat, baik di sungai maupun di kaki pegunungan.

Menurut warga, banjir bandang yang terjadi diduga mengikis lapisan tanah dan bebatuan di kawasan pegunungan hulu sungai, sehingga biji-biji emas ikut terbawa arus deras hingga ke pemukiman.

“Air banjir waktu itu sangat kuat. Kemungkinan besar material dari gunung dan sungai di atas terbawa turun, termasuk emas,” kata Mukhlis, penambang emas tradisional setempat.

Sementara itu, Keuchik Gampong Seuradek, Abdullah, membenarkan fenomena tersebut. Ia mengatakan bahwa aktivitas warga mengutip emas dilakukan secara spontan dan masih dalam skala kecil.

“Kami tidak melarang, selama tidak merusak lingkungan dan tetap menjaga keselamatan. Namun kami juga mengimbau warga agar tidak terlalu larut, karena fokus utama tetap pemulihan pascabanjir,” ujarnya.

Pihak kecamatan turut memantau perkembangan di lapangan. Camat Woyla Timur, melalui keterangannya, menyebutkan bahwa fenomena ini menjadi pengingat bahwa wilayah tersebut memang berada di jalur alam dengan potensi sumber daya mineral, sekaligus rawan bencana.

“Ini hikmah kecil di balik musibah besar. Namun kami tetap mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap banjir sebagai berkah, karena dampak kerusakannya jauh lebih besar,” tegasnya.

Hingga kini, warga masih membersihkan sisa lumpur banjir sembari berharap temuan emas dapat sedikit membantu pemulihan ekonomi keluarga yang terdampak. Pemerintah daerah diharapkan dapat melakukan kajian lebih lanjut terkait dampak lingkungan dan potensi sumber daya alam di wilayah tersebut.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jum’at Berkah Aceh Bangun Ukhuwah Lewat Segelas Kopi dan Sepotong Kue di Masjid tansaran 

10 Juli 2026 - 20:37 WIB

Nobar Perempatfinal Hingga Final Piala Dunia 2026 Dihadirkan InJourney Airports di 7 Bandara

10 Juli 2026 - 18:55 WIB

Febrie Setelah Digeledah Tegaskan Tidak Mundur, Penanganan Kasus Asabri hingga MBG Tetap Berjalan

10 Juli 2026 - 18:07 WIB

Omah Jangan Diam Terus, Resto di Depok yang Menyajikan Kelezatan, Perjalanan, dan Nilai Kemanusiaan

10 Juli 2026 - 17:05 WIB

Pelita Air Hadirkan Senandung Musikal Maliq & D’Essentials di Penerbangan

10 Juli 2026 - 15:42 WIB

Anggota DPR RI Fraksi NasDem Rachmat Gobel Meninggal Dunia di Usia 63 Tahun

10 Juli 2026 - 09:27 WIB

Sengkarut 4 Blok Lahan Kosong Negara di Kemayoran: Ketegasan Negara Menghilang?

10 Juli 2026 - 09:11 WIB

Pasar K-Culture Melejit, Destinasi Baru Incar Cuan di Jakarta

10 Juli 2026 - 04:10 WIB

Sabet Penghargaan, Model 3R mGanik Jadi Terobosan Kebuntuan Diabetes Tipe 2

10 Juli 2026 - 04:05 WIB

TEMUAN BPK: Defisit Keuangan Membengkak, Transparansi Perjalanan Dinas Pemko Subulussalam Dipertanyakan

10 Juli 2026 - 03:56 WIB

Trending di RAGAM