Menu

Mode Gelap
Terima Kasih Pelanggan! KAI Sukses Layani 5 Juta Perjalanan Lebaran dengan Aman KAI Layani 5,08 Juta Pelanggan Selama Angkutan Lebaran 2026, Naik 8,07 Persen Polemik Toko Kue Gambang Semarang Kian Berkembang Liar, Owner Sesungguhnya Sulit Ditemui Pascagempa Sulut, PGE Pastikan PLTP Lahendong Aman dan Beroperasi Stabil Akses Jalan Utama Takengon – Gayo Lues Putus, Jalan Alternatif Rusak Parah Badai Siap Poles Peserta Band Academy Jadi Musisi Profesional

PERISTIWA

Hikmah di Balik Musibah, Warga Seuradek Temukan Biji Emas Pascabanjir Bandang

badge-check


 Hikmah di Balik Musibah, Warga Seuradek Temukan Biji Emas Pascabanjir Bandang Perbesar

Wartatrans.com, ACEH BARAT -– Musibah banjir bandang yang melanda Kecamatan Woyla Timur, Kabupaten Aceh Barat, pada akhir November lalu menyisakan kisah tak terduga. Di tengah lumpur yang mengendap di halaman rumah, warga Gampong Seuradek justru menemukan butiran biji emas yang terbawa arus banjir.

Sejak beberapa hari terakhir, puluhan warga tampak ramai-ramai mengais lumpur di sekitar pekarangan rumah dan bantaran sungai kecil. Dengan alat seadanya seperti dulang dan saringan tradisional, mereka memisahkan lumpur dari material pasir, berharap mendapatkan serpihan emas.

“Awalnya cuma iseng membersihkan lumpur di halaman rumah, ternyata ada kilauan kecil. Setelah dicoba disaring, benar ada biji emasnya,” ujar Zainal, warga Seuradek, Jumat (20/12/2025).

Wilayah Woyla Timur dan sekitarnya memang dikenal sebagai daerah dengan aktivitas tambang emas tradisional. Kecamatan Woyla, Tutut, Pante Ceureumen, hingga Sungai Mas sejak lama menjadi lokasi penambangan rakyat, baik di sungai maupun di kaki pegunungan.

Menurut warga, banjir bandang yang terjadi diduga mengikis lapisan tanah dan bebatuan di kawasan pegunungan hulu sungai, sehingga biji-biji emas ikut terbawa arus deras hingga ke pemukiman.

“Air banjir waktu itu sangat kuat. Kemungkinan besar material dari gunung dan sungai di atas terbawa turun, termasuk emas,” kata Mukhlis, penambang emas tradisional setempat.

Sementara itu, Keuchik Gampong Seuradek, Abdullah, membenarkan fenomena tersebut. Ia mengatakan bahwa aktivitas warga mengutip emas dilakukan secara spontan dan masih dalam skala kecil.

“Kami tidak melarang, selama tidak merusak lingkungan dan tetap menjaga keselamatan. Namun kami juga mengimbau warga agar tidak terlalu larut, karena fokus utama tetap pemulihan pascabanjir,” ujarnya.

Pihak kecamatan turut memantau perkembangan di lapangan. Camat Woyla Timur, melalui keterangannya, menyebutkan bahwa fenomena ini menjadi pengingat bahwa wilayah tersebut memang berada di jalur alam dengan potensi sumber daya mineral, sekaligus rawan bencana.

“Ini hikmah kecil di balik musibah besar. Namun kami tetap mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap banjir sebagai berkah, karena dampak kerusakannya jauh lebih besar,” tegasnya.

Hingga kini, warga masih membersihkan sisa lumpur banjir sembari berharap temuan emas dapat sedikit membantu pemulihan ekonomi keluarga yang terdampak. Pemerintah daerah diharapkan dapat melakukan kajian lebih lanjut terkait dampak lingkungan dan potensi sumber daya alam di wilayah tersebut.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polemik Toko Kue Gambang Semarang Kian Berkembang Liar, Owner Sesungguhnya Sulit Ditemui

3 April 2026 - 14:09 WIB

Pascagempa Sulut, PGE Pastikan PLTP Lahendong Aman dan Beroperasi Stabil

3 April 2026 - 13:42 WIB

Rayakan Liburan dengan Perjalanan Hemat, DAMRI Hadirkan Promo “Twin Date 4.4

2 April 2026 - 23:40 WIB

Kelola 196 Ribu Penumpang, Pelindo Regional 2 Pastikan Kelancaran Arus Lebaran 2026

2 April 2026 - 23:02 WIB

Dukung Persiapan Konsumsi Jemaah Haji, Garuda Terbangkan 15 Ton Makanan Siap Saji ke Jeddah

2 April 2026 - 19:36 WIB

Cerita dari Bukit Sinyonya: FIFGROUP Wujudkan Desa Sejahtera dan Sekolah yang Lebih Layak 

2 April 2026 - 18:29 WIB

Advokad Wahyudi Perkuat Lini Hukum Wartatrans.com, Respons Meningkatnya Risiko Sengketa Media Digital

2 April 2026 - 16:48 WIB

Pengaturan Gate Pass Terkoordinasi dan Terukur, Arus Barang di Pelabuhan Tanjung Priok Tetap Lancar

2 April 2026 - 16:45 WIB

Advokat Nourman, SH Gabung Di Wartatrans.com sebagai Kuasa Hukum, Perkuat Profesionalisme Media

2 April 2026 - 16:32 WIB

Sumur Bor untuk Warga Terdampak Bencana di Aceh Utara Rampung, Aktivis: Ini Awal Pemulihan

2 April 2026 - 15:49 WIB

Trending di RAGAM