Menu ✖

Mode Gelap
KAI Angkut 2,04 Juta Ton BBM hingga September 2026, Naik 3,92 Persen Tanjung Perak jadi Pelabuhan Uji Coba Pertama Penertiban Kendaraan ODOL Hendak Naik Kapal Banjir dan Longsor Lumpuhkan Akses Blangkejeren–Kutacane, Aktivitas Ekonomi Warga Terancam Rocky Gerung Diminta Tak Lagi Desak Gibran Mundur, Kebebasan Berpendapat dan Etika Kekuasaan Jadi Sorotan KSOP Muara Angke Kampanye Pemeriksaan Kapal Terkonsentrasi Townhall Meeting IPC TPK 2026: Fokus Penyelarasan Peta Peran Pelindo Group dan Transformasi Perusahaan

PERISTIWA

Hikmah di Balik Musibah, Warga Seuradek Temukan Biji Emas Pascabanjir Bandang

badge-check


 Hikmah di Balik Musibah, Warga Seuradek Temukan Biji Emas Pascabanjir Bandang Perbesar

Wartatrans.com, ACEH BARAT -– Musibah banjir bandang yang melanda Kecamatan Woyla Timur, Kabupaten Aceh Barat, pada akhir November lalu menyisakan kisah tak terduga. Di tengah lumpur yang mengendap di halaman rumah, warga Gampong Seuradek justru menemukan butiran biji emas yang terbawa arus banjir.

Sejak beberapa hari terakhir, puluhan warga tampak ramai-ramai mengais lumpur di sekitar pekarangan rumah dan bantaran sungai kecil. Dengan alat seadanya seperti dulang dan saringan tradisional, mereka memisahkan lumpur dari material pasir, berharap mendapatkan serpihan emas.

“Awalnya cuma iseng membersihkan lumpur di halaman rumah, ternyata ada kilauan kecil. Setelah dicoba disaring, benar ada biji emasnya,” ujar Zainal, warga Seuradek, Jumat (20/12/2025).

Wilayah Woyla Timur dan sekitarnya memang dikenal sebagai daerah dengan aktivitas tambang emas tradisional. Kecamatan Woyla, Tutut, Pante Ceureumen, hingga Sungai Mas sejak lama menjadi lokasi penambangan rakyat, baik di sungai maupun di kaki pegunungan.

Menurut warga, banjir bandang yang terjadi diduga mengikis lapisan tanah dan bebatuan di kawasan pegunungan hulu sungai, sehingga biji-biji emas ikut terbawa arus deras hingga ke pemukiman.

“Air banjir waktu itu sangat kuat. Kemungkinan besar material dari gunung dan sungai di atas terbawa turun, termasuk emas,” kata Mukhlis, penambang emas tradisional setempat.

Sementara itu, Keuchik Gampong Seuradek, Abdullah, membenarkan fenomena tersebut. Ia mengatakan bahwa aktivitas warga mengutip emas dilakukan secara spontan dan masih dalam skala kecil.

“Kami tidak melarang, selama tidak merusak lingkungan dan tetap menjaga keselamatan. Namun kami juga mengimbau warga agar tidak terlalu larut, karena fokus utama tetap pemulihan pascabanjir,” ujarnya.

Pihak kecamatan turut memantau perkembangan di lapangan. Camat Woyla Timur, melalui keterangannya, menyebutkan bahwa fenomena ini menjadi pengingat bahwa wilayah tersebut memang berada di jalur alam dengan potensi sumber daya mineral, sekaligus rawan bencana.

“Ini hikmah kecil di balik musibah besar. Namun kami tetap mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap banjir sebagai berkah, karena dampak kerusakannya jauh lebih besar,” tegasnya.

Hingga kini, warga masih membersihkan sisa lumpur banjir sembari berharap temuan emas dapat sedikit membantu pemulihan ekonomi keluarga yang terdampak. Pemerintah daerah diharapkan dapat melakukan kajian lebih lanjut terkait dampak lingkungan dan potensi sumber daya alam di wilayah tersebut.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Banjir dan Longsor Lumpuhkan Akses Blangkejeren–Kutacane, Aktivitas Ekonomi Warga Terancam

12 Oktober 2026 - 20:16 WIB

Rocky Gerung Diminta Tak Lagi Desak Gibran Mundur, Kebebasan Berpendapat dan Etika Kekuasaan Jadi Sorotan

12 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Townhall Meeting IPC TPK 2026: Fokus Penyelarasan Peta Peran Pelindo Group dan Transformasi Perusahaan

12 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Pelindo Kenalkan Dunia Maritim kepada Siswa SMPN 129 Jakarta melalui Edukasi Kemaritiman

12 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Rocky Gerung Minta Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ingatkan Prabowo Jangan Terseret Polemik

12 Oktober 2026 - 16:40 WIB

CELIOS Merilis Menteri Terburuk dan Terbaik 2 Tahun Pemerintahan Prabowo, Siapa Saja?

12 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Aliansi Masyarakat Sipil Laporkan Proyek RS Pendidikan Untad Rp172 Miliar ke Kejati Sulteng

12 Oktober 2026 - 12:18 WIB

TPPAS Lulut Nambo dan Pengelolaan Sampah dari Hulu, H. Fikri Hudi Dorong Kolaborasi Masyarakat

12 Oktober 2026 - 11:10 WIB

​Karmila, Demisioner Presma Universitas Bumi Persada, Suarakan Aspirasi Pascabencana Aceh di Ajang Nasional Future Leaders Summit 2026

12 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Karhutla Tembus 10 Hektare di Bagendang, Kalteng

12 Oktober 2026 - 05:09 WIB

Trending di NASIONAL