Menu

Mode Gelap
Pelindo Solusi Digital Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Warga Sekitar Pelabuhan Tanjung Priok Dukung Kebijakan Logistik Nasional, IPC TPK Paparkan Kinerja Operasional Real-Time kepada Bappenas RI KAI Terapkan B50, Tekan Emisi Karbon Operasional Kereta Api Gelar RUA 2026, Iperindo Bahas Order Pembangunan Kapal Baru Dalam Negeri masih Sepi Semarak Kemerdekaan, Warga Griya Serpong Adu Kekompakan di Masak Gesss Episode 324 “Meradjoet Sendja” Hadirkan Orkestrasi Kebangsaan, Satukan Seni, Sejarah dan Kepedulian Sosial

PERISTIWA

Hikmah di Balik Musibah, Warga Seuradek Temukan Biji Emas Pascabanjir Bandang

badge-check


 Hikmah di Balik Musibah, Warga Seuradek Temukan Biji Emas Pascabanjir Bandang Perbesar

Wartatrans.com, ACEH BARAT -– Musibah banjir bandang yang melanda Kecamatan Woyla Timur, Kabupaten Aceh Barat, pada akhir November lalu menyisakan kisah tak terduga. Di tengah lumpur yang mengendap di halaman rumah, warga Gampong Seuradek justru menemukan butiran biji emas yang terbawa arus banjir.

Sejak beberapa hari terakhir, puluhan warga tampak ramai-ramai mengais lumpur di sekitar pekarangan rumah dan bantaran sungai kecil. Dengan alat seadanya seperti dulang dan saringan tradisional, mereka memisahkan lumpur dari material pasir, berharap mendapatkan serpihan emas.

“Awalnya cuma iseng membersihkan lumpur di halaman rumah, ternyata ada kilauan kecil. Setelah dicoba disaring, benar ada biji emasnya,” ujar Zainal, warga Seuradek, Jumat (20/12/2025).

Wilayah Woyla Timur dan sekitarnya memang dikenal sebagai daerah dengan aktivitas tambang emas tradisional. Kecamatan Woyla, Tutut, Pante Ceureumen, hingga Sungai Mas sejak lama menjadi lokasi penambangan rakyat, baik di sungai maupun di kaki pegunungan.

Menurut warga, banjir bandang yang terjadi diduga mengikis lapisan tanah dan bebatuan di kawasan pegunungan hulu sungai, sehingga biji-biji emas ikut terbawa arus deras hingga ke pemukiman.

“Air banjir waktu itu sangat kuat. Kemungkinan besar material dari gunung dan sungai di atas terbawa turun, termasuk emas,” kata Mukhlis, penambang emas tradisional setempat.

Sementara itu, Keuchik Gampong Seuradek, Abdullah, membenarkan fenomena tersebut. Ia mengatakan bahwa aktivitas warga mengutip emas dilakukan secara spontan dan masih dalam skala kecil.

“Kami tidak melarang, selama tidak merusak lingkungan dan tetap menjaga keselamatan. Namun kami juga mengimbau warga agar tidak terlalu larut, karena fokus utama tetap pemulihan pascabanjir,” ujarnya.

Pihak kecamatan turut memantau perkembangan di lapangan. Camat Woyla Timur, melalui keterangannya, menyebutkan bahwa fenomena ini menjadi pengingat bahwa wilayah tersebut memang berada di jalur alam dengan potensi sumber daya mineral, sekaligus rawan bencana.

“Ini hikmah kecil di balik musibah besar. Namun kami tetap mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap banjir sebagai berkah, karena dampak kerusakannya jauh lebih besar,” tegasnya.

Hingga kini, warga masih membersihkan sisa lumpur banjir sembari berharap temuan emas dapat sedikit membantu pemulihan ekonomi keluarga yang terdampak. Pemerintah daerah diharapkan dapat melakukan kajian lebih lanjut terkait dampak lingkungan dan potensi sumber daya alam di wilayah tersebut.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pelindo Solusi Digital Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Warga Sekitar Pelabuhan Tanjung Priok

27 Agustus 2026 - 05:45 WIB

Dukung Kebijakan Logistik Nasional, IPC TPK Paparkan Kinerja Operasional Real-Time kepada Bappenas RI

27 Agustus 2026 - 05:38 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warga Griya Serpong Adu Kekompakan di Masak Gesss Episode 324

26 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Pemprov Jateng Antisipasi Banyak Warganya Yang Ingin Menggeruduk Gedung DPR RI

26 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Haji Fikri Serap Aspirasi Warga Ciomas, Soroti Banjir, Longsor, dan Kerusakan Infrastruktur

26 Agustus 2026 - 15:03 WIB

KKP Intensifkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT, Donasi Terkumpul Rp920 Juta

26 Agustus 2026 - 13:02 WIB

Lomba Tahfiz Warnai Peringatan HUT RI dan Maulid Nabi di Sukadanau

26 Agustus 2026 - 12:52 WIB

Tionghoa Indonesia dan Buku: Merawat Jejak Sejarah, Sastra, dan Budaya

26 Agustus 2026 - 08:16 WIB

Idang Meulapeh Warnai Maulid Nabi di Jakarta, Tradisi Nagan yang Pernah Raih Rekor Dunia

25 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Haji Fikri: Pengawasan Pemerintahan Adalah Kewajiban Wakil Rakyat, Pejabat Diminta Jangan Korupsi

25 Agustus 2026 - 18:58 WIB

Trending di RAGAM