Wartatrans.com TAKENGON – Hujan es yang disertai angin kencang melanda wilayah Kecamatan Atu Lintang pada Sabtu sore (4/4/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Peristiwa tersebut menyebabkan puluhan hektare lahan pertanian rusak serta merusak sejumlah rumah warga.
Beberapa kampung yang terdampak di antaranya Gayo Murni, Damar Mulyo, Merah Muyang, Kepala Akal, dan Atu Lintang. Hujan es turun tiba-tiba setelah hujan deras dan angin kencang, dengan butiran es berukuran cukup besar hingga sebesar kelereng, bahkan ada yang lebih besar.

Atap rumah warga yang sebagian besar terbuat dari seng mengalami kerusakan, bahkan ada yang jebol akibat tidak mampu menahan derasnya butiran es yang jatuh. Selain merusak rumah, hujan es juga menyebabkan kerusakan serius pada sektor pertanian warga.

Butiran es yang jatuh bersama hujan.
Puluhan hektare kebun kopi dan tanaman palawija dilaporkan mengalami kerusakan, terutama pada bagian daun, cabang, serta bunga dan putik kopi yang baru tumbuh. Kondisi ini dikhawatirkan akan menyebabkan penurunan hasil panen petani pada musim panen mendatang.
Wilayah Kecamatan Atu Lintang sendiri merupakan daerah dataran tinggi dengan ketinggian sekitar 1.500 mdpl dan tercatat sudah beberapa kali mengalami hujan es, yaitu pada tahun 2015, 2019, 2023, dan kembali terjadi pada tahun 2026.
Warga berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah daerah terhadap kerusakan rumah dan lahan pertanian masyarakat akibat bencana hujan es tersebut.*** (Kamaruzzaman)


























