Menu

Mode Gelap
InJourney Airports Kebut Transformasi Bandara Soekarno-Hatta Menuju 10 Besar Dunia 2029 Pelabuhan Patimban Mulai Layani Rute Peti Kemas Internasional ke Malaysia Anwar Aras: Gen Z Harus Kuasai Media Digital untuk Menebar Dakwah Perang Apparel Piala Dunia 2026: Hegemoni, Inovasi, dan Cuan Raksasa di Panggung 11 Miliar Dolar Paradoks Sampah: Swedia Sudah Impor Limbah, RI Kebakaran TPA Hingga 10 Hari Rp80 Triliun Subsidi Mobil Listrik, Industri Untung Rakyat Tetap Naik Motor

RAGAM

Infaq Jumat Muhammadiyah Himpun Minimal Rp70 Miliar untuk Korban Bencana Aceh dan Sumatera

badge-check


 Infaq Jumat Muhammadiyah Himpun Minimal Rp70 Miliar untuk Korban Bencana Aceh dan Sumatera Perbesar

Wartatrans.com, SEMARANG — Muhammadiyah melalui Gerakan Infaq Jumat berhasil menghimpun dana sedikitnya Rp70 miliar pada pekan pertama pelaksanaan untuk membantu korban bencana banjir dan tanah longsor di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Dana tersebut dikumpulkan dari jaringan sekitar 12.000 masjid Muhammadiyah serta Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di seluruh Indonesia, meliputi lembaga pendidikan, perguruan tinggi, hingga rumah sakit. Penghimpunan infaq ini merupakan respons cepat atas meningkatnya bencana kemanusiaan di wilayah Sumatera.

Gerakan Infaq Jumat dilaksanakan berdasarkan surat edaran resmi Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang menginstruksikan pengalihan infak salat Jumat selama tiga pekan, yakni pada 12, 19, dan 26 Desember 2025. Pada pelaksanaan Jumat pertama, 12 Desember 2025, dana kolektif yang terkumpul dilaporkan telah mencapai Rp. 70 miliar.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., menjelaskan bahwa dana infaq tersebut akan digunakan untuk pengoperasian dapur umum, distribusi logistik dan obat-obatan, layanan kesehatan darurat, serta dukungan pembangunan hunian sementara bagi para penyintas bencana.

Untuk memastikan penyaluran bantuan berjalan cepat dan tepat sasaran, Muhammadiyah mempercayakan pengelolaan dana kepada Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) serta Lembaga Resiliensi Bencana Muhammadiyah (MDMC) yang telah berpengalaman dalam penanganan kebencanaan. Haedar menegaskan bahwa seluruh dana akan dikelola secara terorganisir dan transparan.

“Meski nilainya relatif kecil dibandingkan total kerugian bencana yang mencapai triliunan rupiah, kontribusi ini diharapkan dapat memberikan dampak langsung di lapangan, terutama pada fase tanggap darurat dan pemulihan awal,” ujar Haedar.

Melalui Gerakan Infaq Jumat, Muhammadiyah menegaskan komitmennya menjalankan nilai fastabiqul khairat dengan menerjemahkannya ke dalam kerja-kerja kemanusiaan yang nyata, terstruktur, berkelanjutan, dan berorientasi pada kebermanfaatan sosial bagi para korban bencana.*** (Slamet Widodo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Paradoks Sampah: Swedia Sudah Impor Limbah, RI Kebakaran TPA Hingga 10 Hari

12 Juli 2026 - 15:12 WIB

Normalisasi Ciliwung Telan Anggaran Rp300 M: 1 RT Pasti Hilang, Banjir Belum Tentu 

12 Juli 2026 - 15:05 WIB

390 Ton Logam Tanah Jarang Bocor, Hilirisasi Indonesia Sangat Dipertanyakan

12 Juli 2026 - 15:01 WIB

IPC TPK Rayakan 13 Tahun dengan Semangat ESG, Hadirkan Pertumbuhan yang Berdampak Positif

12 Juli 2026 - 07:11 WIB

Akhirnya, Febrie Adriansyah Mundur dari Jampidsus

11 Juli 2026 - 07:53 WIB

Jum’at Berkah Aceh Bangun Ukhuwah Lewat Segelas Kopi dan Sepotong Kue di Masjid tansaran 

10 Juli 2026 - 20:37 WIB

Nobar Perempatfinal Hingga Final Piala Dunia 2026 Dihadirkan InJourney Airports di 7 Bandara

10 Juli 2026 - 18:55 WIB

Febrie Setelah Digeledah Tegaskan Tidak Mundur, Penanganan Kasus Asabri hingga MBG Tetap Berjalan

10 Juli 2026 - 18:07 WIB

Omah Jangan Diam Terus, Resto di Depok yang Menyajikan Kelezatan, Perjalanan, dan Nilai Kemanusiaan

10 Juli 2026 - 17:05 WIB

Pelita Air Hadirkan Senandung Musikal Maliq & D’Essentials di Penerbangan

10 Juli 2026 - 15:42 WIB

Trending di EKOBIS