
Wartatrans.com, JAKARTA – DAMRI menerima kunjungan delegasi Public Transport Study Tour yang difasilitasi oleh The Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) bersama Transjakarta sebagai bagian dari upaya mendorong pengembangan transportasi publik yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Kegiatan yang dilaksanakan di Unit Perbengkelan DAMRI ini diikuti oleh delegasi dari berbagai institusi transportasi dan pemerintah, termasuk operator transportasi publik, regulator, serta organisasi internasional dari kawasan Afrika.
Kunjungan ini menjadi forum pertukaran pengetahuan (knowledge exchange) terkait pengelolaan transportasi publik modern, khususnya dalam pengembangan layanan berbasis listrik. Dalam agenda tersebut, delegasi berkesempatan melihat secara langsung operasional bus listrik DAMRI, mulai dari infrastruktur pendukung seperti charging station hingga pengelolaan armada dalam operasional sehari-hari.
Saat ini, DAMRI mengoperasikan 316 unit bus listrik yang terintegrasi dalam layanan Transjakarta, sebagai bagian dari kontribusi dalam mendukung transformasi transportasi publik berbasis energi bersih di Indonesia.
Selain itu, dilakukan diskusi teknis yang membahas berbagai aspek pengembangan transportasi listrik, termasuk sistem pengisian daya, manajemen armada, serta standar perawatan kendaraan guna menjaga performa dan keandalan layanan.
Head of Corporate Communication DAMRI, P. Septian Adri S., menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi bagian dari upaya DAMRI untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan di tingkat nasional maupun internasional.
“DAMRI menyambut baik kunjungan ini sebagai kesempatan untuk saling berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam pengembangan transportasi publik berbasis listrik. Pengoperasian 316 bus listrik dalam layanan Transjakarta menjadi bagian dari langkah nyata kami dalam mendukung transisi menuju transportasi yang lebih bersih dan berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, DAMRI berharap sinergi antara operator transportasi, regulator, serta organisasi internasional dapat terus diperkuat guna mendorong transformasi transportasi publik yang adaptif terhadap tantangan masa depan, sekaligus berkontribusi dalam pengurangan emisi.(ahmad)


























