Wartatrans.com, TAKENGON — Rebahan di rumah memang nyaman, tapi pernahkah Anda merasa bosan hanya berputar-putar di layar ponsel? Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) hadir dengan solusi segar untuk mengisi akhir pekan warga Takengon: Sinema Rakyat.
Acara nonton bareng (nobar) gratis ini akan menyulap Gedung Olah Seni (GOS) Takengon menjadi pusat hiburan pada Jumat, 18 September 2026, mulai pukul 09.00 hingga 22.00 WIB. Berbeda dengan bioskop konvensional, Sinema Rakyat menawarkan pengalaman menonton yang lebih intim, hangat, dan tentu saja- tanpa biaya tiket sepeser pun.

Dari Animasi Anak Hingga Drama Dewasa: Ada untuk Semua Umur
Panitia telah menyiapkan lineup film yang beragam, memastikan setiap golongan usia menemukan tontonan favoritnya. Bagi para orang tua yang ingin mengajak buah hati, animasi hits “NUSSA THE MOVIE” akan tayang perdana di sesi pagi (09.15–11.30 WIB). Film ini bukan sekadar tontonan lucu, tetapi sarat nilai edukasi tentang sains dan persahabatan yang cocok untuk semua umur.
Sementara itu, bagi penonton remaja dan dewasa, deretan film pilihan siap memanjakan mata dan hati:
Keluarga Cemara 1 (14.00–15.30 WIB): Mengisahkan ketahanan keluarga menghadapi ujian hidup yang mengharukan sekaligus menghibur.
Depik Terakhir (15.30–16.30 WIB): Sebuah karya lokal kebanggaan Aceh Tengah karya sutradara Fachri Rizkillah yang mengangkat kisah emosional masyarakat Gayo. Penonton diajak merasakan kedekatan budaya melalui layar lebar.
Tree in White / Selubung Kain Putih (15.30–16.30 WIB): Film potensial karya sineas asli Aceh, Jamaluddin Phonna, yang terpilih dalam program akselerasi kreatif nasional.
Seni Merayu Tuhan (21.00–22.30 WIB): Menutup malam dengan komedi romantis yang segar tentang cinta, ekonomi, dan overthinking kaum muda. Film ini khusus ditayangkan di Wahana Kreator dengan klasifikasi usia 13+.
Lebih dari Sekadar Nonton: Membangun Ruang Interaksi
Konsep Sinema Rakyat kali ini bukan hanya soal memutar film, melainkan menciptakan ruang interaksi sosial. “Biar malam Sabtu kamu enggak cuma mentok di scrolling TikTok sampai jempol keriting, mending mampir dan ngerasain keseruannya bareng-bareng,” ujar perwakilan panitia dalam rilisnya.
Pesan tersebut menegaskan bahwa acara ini dirancang sebagai antidot terhadap isolasi digital. Di GOS Takengon, penonton tidak hanya duduk diam menonton layar, tetapi juga berbagi reaksi, tertawa bersama, dan berbincang dengan sesama penikmat film. Atmosfer “cuci mata” ala bioskop rakyat ini diharapkan mengembalikan kegairahan masyarakat untuk berkumpul secara fisik.
Gratis, Terbuka, dan Penuh Kejutan
Sesuai tagline “Masuknya gratis, serunya manis!”, acara ini terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya. Warga disarankan datang lebih awal, membawa teman, keluarga, atau komunitas, karena kapasitas tempat duduk terbatas dan antusiasme warga Takengon terhadap event kreatif semakin tinggi.
Kemenekraf melalui program Ekraf Peduli berharap Sinema Rakyat dapat menjadi stimulan bagi ekosistem kreatif lokal, sekaligus memberikan apresiasi nyata kepada masyarakat Aceh Tengah atas dukungan mereka terhadap industri film nasional maupun daerah.
Jadi, simpan tanggalnya! Jumat, 18 September 2026, GOS Takengon bukan hanya gedung seni, tapi rumah bagi cerita-cerita yang menghangatkan hati. Sampai jumpa di sana.*** (Jasa)






























