Menu

Mode Gelap
Menhub Dudy Kumpulkan Jajaran Ditjen Hubla: Tidak Ada Kompromi untuk Keselamatan Pelayaran! Laba Bersih PJM Grup Melonjak Hampir Dua kali Lipat, Tumbuh 99,43% Sepanjang Januari-Agustus 2026 Gandeng Boeing, AirNav Siapkan Solusi untuk Bandara Tanpa Taxiway Paralel Klub Super League Mulai Bangun Loyalitas, Tawarkan Beli Tiket 17 Laga Sekali Bayar Ketua LKB Pertanyakan Penghargaan Pemerintah Terhadap Karya Sastra Betawi Presiden ke 6 SBY Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya lewat Lukisan dan Pameran Tunggal

RAGAM

Ketua LKB Pertanyakan Penghargaan Pemerintah Terhadap Karya Sastra Betawi

badge-check


 Ketua LKB Pertanyakan Penghargaan Pemerintah Terhadap Karya Sastra Betawi Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Apresiasi Ketua Umum Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB), H. Beky Mardani, terhadap karya Chairil Gibran Ramadhan (CGR) kembali mengangkat pertanyaan lama: kapan Jakarta memberikan pengakuan kepada sastrawan yang selama puluhan tahun konsisten membawa Betawi ke panggung sastra nasional?

Beky, yang telah mengenal CGR sejak 2010 dan pernah berada dalam tim penyusunan Profil Database Orang Betawi, pada September ini secara terbuka mengapresiasi karya-karya CGR, termasuk Stamboel: Journal of Betawi Socio-Cultural Studies yang digagas dan dipimpinnya.

CGR dikenal melalui karya cerpen, puisi, esai dan catatan budaya yang menjadikan Betawi, Batavia, dan Jakarta sebagai basis kreativitasnya. Sejak Sebelas Colen di Malam Lebaran terbit pada 2008, kiprahnya mendapat perhatian sejumlah media dan tokoh sastra nasional.

Ia juga pernah menjadi redaktur sastra Majalah Horison setelah 15 cerpennya dimuat pada 2011–2015. Pada 12 November 2025, Pusat Studi Betawi UHAMKA memberikan PSB UHAMKA Awards kepada CGR sebagai satu-satunya penerima.

Namun, penghargaan serupa dari Pemprov DKI Jakarta belum pernah diterimanya.

Padahal, pada 2024 Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Iwan Henry Wardhana pernah menyebut CGR sebagai “Pang hiji-hijina”, atau satu-satunya, sastrawan Betawi.

Kini apresiasi dari pimpinan LKB membuka kemungkinan baru. Apakah ini menjadi awal jalan CGR menuju Anugerah Budaya Pemprov DKI Jakarta?

Jika LKB memang memiliki peran penting dalam pengusulan penghargaan tersebut, publik tentu menunggu apakah apresiasi Beky Mardani akan berlanjut menjadi langkah konkret.

Sebab persoalannya bukan sekadar penghargaan kepada seorang sastrawan. Ini tentang bagaimana Jakarta menghargai orang yang selama puluhan tahun merawat ingatan, identitas, sejarah, dan kebudayaan Betawi melalui sastra.

Pertanyaan Ahmad Syubbanuddin Alwy bertahun-tahun lalu pun masih relevan: mengapa karya seorang sastrawan Betawi yang bergema secara nasional belum juga dilirik oleh Pemprov DKI Jakarta?*** (Septi)

Baca Lainnya

Laba Bersih PJM Grup Melonjak Hampir Dua kali Lipat, Tumbuh 99,43% Sepanjang Januari-Agustus 2026

16 September 2026 - 08:21 WIB

Pemkot Banda Aceh Beri Diskon PBB-P2 hingga 75 Persen, Denda Tunggakan Dihapus

15 September 2026 - 22:37 WIB

Semangat Poktan Cakrapati Membangun Kemandirian Petani

15 September 2026 - 22:31 WIB

PSI Sulteng Buka Pintu Lebar Bagi Milinial dan Gen-Z 

15 September 2026 - 19:40 WIB

Lomba Kaligrafi MTQ Nasional XXXI Membawa Pesan Toleransi dan Nilai Rahmatan lil Alamin      

15 September 2026 - 15:03 WIB

Kunjungi Parung Panjang, Haji Fikri Berdialog Langsung dengan Warga dan Tampung Berbagai Aspirasi

15 September 2026 - 11:37 WIB

Scoot Hadirkan Promo “Ke Mana Saja”, Tiket Spesial untuk Liburan hingga Juni 2027

15 September 2026 - 09:47 WIB

Hubungkan Kampus dan Kota Manado, DAMRI Dukung Mobilitas Taruna Poltekpel-Sulawesi Utara

15 September 2026 - 09:35 WIB

KAI Gelar Rail Clinic di Karawang, 250 Warga Dapat Layanan Kesehatan Gratis

15 September 2026 - 09:19 WIB

Karnaval Maulid di Pekalongan Disorot, Atraksi Diduga Mirip Ritual Satanik

15 September 2026 - 07:07 WIB

Trending di PERISTIWA