Wartatrans.com, SEMARANG — Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI di Semarang melombakan seni kaligrafi. Event diadakan di Auditorium Imam Barjo Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Senin (14/09/2026).
Proses kompetisi mendapat kunjungan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Yayasan SICE (Semarang International Cartoon Exhibition). Khusus SICE, kehadirannya adalah observasi pengadaan pameran.

Dalam kesempatan sama, Direktur Lembaga Kaligrafi Al Quran (Lemka), KH Didin Sirojuddin AR, melaporkan mayoritas provinsi mengirim utusan untuk lomba kaligrafi. Jumlahnya ada 380 peserta
Mereka berkompetisi di lima kelompok lomba yaitu naskah, hiasan mushaf, dekorasi, kontemporer, dan digital. Untuk digital baru kali ini diadakan, dengan media bukan kertas, kuas dan cat tapi menggunakan komputer.
Lebih lanjut Didin menjelaskannya bahwa karya dibuat peserta di tempat lomba. Ini beda dengan lomba kaligrafi internasional yang pengerjaannya di rumah sampai berbulan – bulan. Dalam lomba di MTQ Nasional XXXI, karya dibuat langsung untuk memastikan orisinalitasnya.
Dikatakannya pula bahwa penilaian juara meliputi kebenaran kaidah huruf, keindahan huruf, dan keindahan hiasan. Pada golongan hiasan mushaf, aspek huruf mendapat porsi 60 persen, sedangkan hiasan 40 persen. Artinya keindahan tulisan menjadi unsur utama.
“Seluruh karya peserta nantinya akan dipamerkan dengan dibarengi dialog kaligrafi pada 16 September 2026. Ini adalah ruang melihat perkembangan seni kaligrafi, sekaligus memperkenalkannya kepada masyarakat luas,” ungkap Didin.
Lomba kaligrafi kali ini mengingatkan peristiwa sejarah tahun 1979. Saat itu, MTQ XI di Semarang untuk kali pertama digelar pameran seni lukis Islami. Kini atau 47 tahun kemudian, Semarang kembali menjadi tempat berlangsungnya pameran kaligrafi berskala internasional.

Keunikan lain yang terjadi adalah bahwa pameran seni lukis Islami 1979 mendapat dukungan penuh dari Joop Ave. Padahal, Direktur Jenderal Pariwisata lalu Menteri Pariwisata ini tidak beragama Islam. Peristiwa terulang di MTQ Nasional XXXI. Kegiatannya juga mendapat perhatian dan dukungan dari kalangan non Muslim.
Melihat kenyataan ini, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan MTQ Nasional XXXI bukan hanya milik umat Islam, tetapi juga menjadi bagian dari masyarakat secara luas. “Keterlibatan berbagai kalangan, termasuk masyarakat non Muslim, menunjukkan semangat toleransi beragama dan nilai rahmatan lil alamin,” ujarnya.
Luthfi berharap MTQ tahun ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga mencerminkan pesan perdamaian dari Jawa Tengah, untuk Indonesia dan dunia.*** (Slamet Widodo)


























