Menu

Mode Gelap
Menahun Bertahan Dengan Jalan Rusak, Warga Pakansari Desak Pemkab Bogor Segera Lakukan Perbaikan DAMRI dan BPTD Kelas II Makassar Teken Kontrak Angkutan Perintis Tahun 2026 KKP dan TNI AL Lakukan Survei Hidro-Oseanografi Dukung Pembangunan Tanggul Laut KAI Daop 7 Madiun Dorong Pariwisata Daerah Lewat Program Rail Tour Jawa Timur Jelang Libur Panjang Isra Miraj, Arus Kedatangan Penumpang di Daop 6 Yogyakarta Naik 41 Persen Libur Panjang Isra Mikraj, KAI Catat Lonjakan Perjalanan Penumpang Kereta Api

RAGAM

Jembatan Rusak, Puluhan Pelajar di Desa Ansiap Terpaksa Menyebrangi Sungai Demi Bisa Sekolah

badge-check


					Jembatan Rusak, Puluhan Pelajar di Desa Ansiap Terpaksa Menyebrangi Sungai Demi Bisa Sekolah Perbesar

Wartatrans.com, MEMPAWAH — Di tengah meroketnya pembangunan kota-kota besar dan kemajuan teknologi yang terus digaungkan pemerintah, kisah berbeda justru datang dari sebuah desa terpencil di Kabupaten Mempawah. Para pelajar di Desa Ansiap, Kecamatan Sadaniang, setiap hari harus mempertaruhkan keselamatan demi bisa berangkat sekolah akibat jembatan utama di desa mereka rusak parah dan tak lagi dapat digunakan.

Jembatan yang selama ini menjadi satu-satunya akses warga menuju sekolah mengalami kerusakan berat. Kayu penyangga rapuh, sebagian patah, dan permukaan jembatan tampak membusuk. Kondisinya dinilai sangat berbahaya sehingga warga sepakat untuk tidak lagi memanfaatkannya.

Sejak saat itu, perjalanan para pelajar menuju sekolah harus melalui jalur alternatif: menyeberangi sungai. Kondisi sungai pun tidak menentu, terkadang air hanya sedalam lutut, namun bisa mencapai pinggang bahkan berubah menjadi arus deras ketika musim hujan tiba.

Dalam sejumlah video yang beredar luas di media sosial, tampak para pelajar menggulung celana, memegang tas dan buku erat-erat agar tidak basah, sambil menyeberangi sungai yang berarus kecokelatan. Seragam basah kuyup dan sepatu berlumpur menjadi pemandangan sehari-hari.

Salah satu video memperlihatkan seorang pelajar SMA yang berdiri di tengah sungai dengan tas yang telah basah. Dengan suara pelan, ia menjelaskan kondisi akses desa yang rusak dan belum mendapatkan perhatian dari pemerintah. Para pelajar, katanya, hanya berharap agar jembatan bisa segera diperbaiki.

“Kami tidak minta yang mewah, kami cuma ingin jembatan yang layak untuk pergi sekolah,” ujarnya dalam video tersebut.

Kisah ini memunculkan ironi tersendiri di tengah besarnya anggaran pendidikan nasional. Publik mempertanyakan bagaimana fasilitas dasar seperti akses menuju sekolah bisa luput dari perhatian, sementara pemerintah gencar mendorong berbagai program pendidikan modern.

Pengamat pendidikan menilai kasus seperti di Desa Ansiap bukan hal baru, namun kebiasaan masyarakat yang mulai menganggapnya sebagai hal lumrah justru membuat keadaan ini terus berulang.

Masyarakat berharap pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat dapat segera turun tangan memperbaiki jembatan tersebut. Akses pendidikan yang aman merupakan hak setiap warga negara, termasuk anak-anak di pelosok desa.

Hingga kini, warga Desa Ansiap hanya bisa berharap kisah ini tidak berhenti sebagai berita viral yang perlahan menghilang. Mereka menunggu tindakan nyata agar pelajar tidak lagi harus menantang arus sungai demi menuntut ilmu.*** (LonyenkRap)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Menahun Bertahan Dengan Jalan Rusak, Warga Pakansari Desak Pemkab Bogor Segera Lakukan Perbaikan

15 Januari 2026 - 22:09 WIB

DAMRI dan BPTD Kelas II Makassar Teken Kontrak Angkutan Perintis Tahun 2026

15 Januari 2026 - 22:03 WIB

Warga Desa Atu Payung Diusulkan Direlokasi, Ancaman Longsor dari Gunung Kera Kian Mengkhawatirkan

15 Januari 2026 - 19:39 WIB

Akses Jalan Belum Terbuka, 50 Hari Pascabencana Karang Ampar Masih Terisolasi

15 Januari 2026 - 19:32 WIB

Anggota DPR Kesal Menteri KP Tak Beri Tahu Kunjungan ke Aceh Tamiang

15 Januari 2026 - 17:04 WIB

Trending di PERISTIWA