Menu ✖

Mode Gelap
SCI Apresiasi Pelaku Usaha Lewat Indonesia Logistics Awards 2026 KAI Mulai Kaji FRMCS, Siapkan Teknologi Komunikasi Kereta Api Berbasis 5G KAI Catat 7,85 Juta Aktivitas Mobilitas Kereta ke Bandung, Pekalongan, Solo, dan Malang Madam Kin Gaspol Bisnis Film, Buka MKP Production di Pekanbaru FORWAN dan Kementerian Kebudayaan RI Dorong Musik Dangdut Diakui UNESCO Kemenhub Terus Awasi Operasional Penerbangan di Tengah Dampak Karhutla

RAGAM

Jembatan Rusak, Puluhan Pelajar di Desa Ansiap Terpaksa Menyebrangi Sungai Demi Bisa Sekolah

badge-check


 Jembatan Rusak, Puluhan Pelajar di Desa Ansiap Terpaksa Menyebrangi Sungai Demi Bisa Sekolah Perbesar

Wartatrans.com, MEMPAWAH — Di tengah meroketnya pembangunan kota-kota besar dan kemajuan teknologi yang terus digaungkan pemerintah, kisah berbeda justru datang dari sebuah desa terpencil di Kabupaten Mempawah. Para pelajar di Desa Ansiap, Kecamatan Sadaniang, setiap hari harus mempertaruhkan keselamatan demi bisa berangkat sekolah akibat jembatan utama di desa mereka rusak parah dan tak lagi dapat digunakan.

Jembatan yang selama ini menjadi satu-satunya akses warga menuju sekolah mengalami kerusakan berat. Kayu penyangga rapuh, sebagian patah, dan permukaan jembatan tampak membusuk. Kondisinya dinilai sangat berbahaya sehingga warga sepakat untuk tidak lagi memanfaatkannya.

Sejak saat itu, perjalanan para pelajar menuju sekolah harus melalui jalur alternatif: menyeberangi sungai. Kondisi sungai pun tidak menentu, terkadang air hanya sedalam lutut, namun bisa mencapai pinggang bahkan berubah menjadi arus deras ketika musim hujan tiba.

Dalam sejumlah video yang beredar luas di media sosial, tampak para pelajar menggulung celana, memegang tas dan buku erat-erat agar tidak basah, sambil menyeberangi sungai yang berarus kecokelatan. Seragam basah kuyup dan sepatu berlumpur menjadi pemandangan sehari-hari.

Salah satu video memperlihatkan seorang pelajar SMA yang berdiri di tengah sungai dengan tas yang telah basah. Dengan suara pelan, ia menjelaskan kondisi akses desa yang rusak dan belum mendapatkan perhatian dari pemerintah. Para pelajar, katanya, hanya berharap agar jembatan bisa segera diperbaiki.

“Kami tidak minta yang mewah, kami cuma ingin jembatan yang layak untuk pergi sekolah,” ujarnya dalam video tersebut.

Kisah ini memunculkan ironi tersendiri di tengah besarnya anggaran pendidikan nasional. Publik mempertanyakan bagaimana fasilitas dasar seperti akses menuju sekolah bisa luput dari perhatian, sementara pemerintah gencar mendorong berbagai program pendidikan modern.

Pengamat pendidikan menilai kasus seperti di Desa Ansiap bukan hal baru, namun kebiasaan masyarakat yang mulai menganggapnya sebagai hal lumrah justru membuat keadaan ini terus berulang.

Masyarakat berharap pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat dapat segera turun tangan memperbaiki jembatan tersebut. Akses pendidikan yang aman merupakan hak setiap warga negara, termasuk anak-anak di pelosok desa.

Hingga kini, warga Desa Ansiap hanya bisa berharap kisah ini tidak berhenti sebagai berita viral yang perlahan menghilang. Mereka menunggu tindakan nyata agar pelajar tidak lagi harus menantang arus sungai demi menuntut ilmu.*** (LonyenkRap)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Banjir dan Longsor Lumpuhkan Akses Blangkejeren–Kutacane, Aktivitas Ekonomi Warga Terancam

12 Oktober 2026 - 20:16 WIB

Rocky Gerung Diminta Tak Lagi Desak Gibran Mundur, Kebebasan Berpendapat dan Etika Kekuasaan Jadi Sorotan

12 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Townhall Meeting IPC TPK 2026: Fokus Penyelarasan Peta Peran Pelindo Group dan Transformasi Perusahaan

12 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Pelindo Kenalkan Dunia Maritim kepada Siswa SMPN 129 Jakarta melalui Edukasi Kemaritiman

12 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Rocky Gerung Minta Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ingatkan Prabowo Jangan Terseret Polemik

12 Oktober 2026 - 16:40 WIB

CELIOS Merilis Menteri Terburuk dan Terbaik 2 Tahun Pemerintahan Prabowo, Siapa Saja?

12 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Aliansi Masyarakat Sipil Laporkan Proyek RS Pendidikan Untad Rp172 Miliar ke Kejati Sulteng

12 Oktober 2026 - 12:18 WIB

TPPAS Lulut Nambo dan Pengelolaan Sampah dari Hulu, H. Fikri Hudi Dorong Kolaborasi Masyarakat

12 Oktober 2026 - 11:10 WIB

​Karmila, Demisioner Presma Universitas Bumi Persada, Suarakan Aspirasi Pascabencana Aceh di Ajang Nasional Future Leaders Summit 2026

12 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Karhutla Tembus 10 Hektare di Bagendang, Kalteng

12 Oktober 2026 - 05:09 WIB

Trending di NASIONAL