Menu

Mode Gelap
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditersangkakan, Dugaan Korupsi Asabri hingga PLN KKP Tambah 10 Kapal Pengawas dan Perluas Dermaga Batam untuk Berantas Illegal Fishing di Natuna Lewat Program TJSL, KAI Salurkan Beasiswa Rp300 Juta untuk Lima Anak Korban Kecelakaan KA di Bekasi Timur Lima KA Berrelasi Terpanjang di Sumatra Catat Kenaikan Penumpang pada Semester I 2026 Gedung GOS Resmi Berubah Fungsi Menjadi Taman Budaya Negeri Gayo Bima Alfath Perkenalkan Single “Cinta Tak Bernyawa”, Siap Tampil Perdana di Panggung NEW CELEBRITY

RAGAM

Jembatan Rusak, Puluhan Pelajar di Desa Ansiap Terpaksa Menyebrangi Sungai Demi Bisa Sekolah

badge-check


 Jembatan Rusak, Puluhan Pelajar di Desa Ansiap Terpaksa Menyebrangi Sungai Demi Bisa Sekolah Perbesar

Wartatrans.com, MEMPAWAH — Di tengah meroketnya pembangunan kota-kota besar dan kemajuan teknologi yang terus digaungkan pemerintah, kisah berbeda justru datang dari sebuah desa terpencil di Kabupaten Mempawah. Para pelajar di Desa Ansiap, Kecamatan Sadaniang, setiap hari harus mempertaruhkan keselamatan demi bisa berangkat sekolah akibat jembatan utama di desa mereka rusak parah dan tak lagi dapat digunakan.

Jembatan yang selama ini menjadi satu-satunya akses warga menuju sekolah mengalami kerusakan berat. Kayu penyangga rapuh, sebagian patah, dan permukaan jembatan tampak membusuk. Kondisinya dinilai sangat berbahaya sehingga warga sepakat untuk tidak lagi memanfaatkannya.

Sejak saat itu, perjalanan para pelajar menuju sekolah harus melalui jalur alternatif: menyeberangi sungai. Kondisi sungai pun tidak menentu, terkadang air hanya sedalam lutut, namun bisa mencapai pinggang bahkan berubah menjadi arus deras ketika musim hujan tiba.

Dalam sejumlah video yang beredar luas di media sosial, tampak para pelajar menggulung celana, memegang tas dan buku erat-erat agar tidak basah, sambil menyeberangi sungai yang berarus kecokelatan. Seragam basah kuyup dan sepatu berlumpur menjadi pemandangan sehari-hari.

Salah satu video memperlihatkan seorang pelajar SMA yang berdiri di tengah sungai dengan tas yang telah basah. Dengan suara pelan, ia menjelaskan kondisi akses desa yang rusak dan belum mendapatkan perhatian dari pemerintah. Para pelajar, katanya, hanya berharap agar jembatan bisa segera diperbaiki.

“Kami tidak minta yang mewah, kami cuma ingin jembatan yang layak untuk pergi sekolah,” ujarnya dalam video tersebut.

Kisah ini memunculkan ironi tersendiri di tengah besarnya anggaran pendidikan nasional. Publik mempertanyakan bagaimana fasilitas dasar seperti akses menuju sekolah bisa luput dari perhatian, sementara pemerintah gencar mendorong berbagai program pendidikan modern.

Pengamat pendidikan menilai kasus seperti di Desa Ansiap bukan hal baru, namun kebiasaan masyarakat yang mulai menganggapnya sebagai hal lumrah justru membuat keadaan ini terus berulang.

Masyarakat berharap pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat dapat segera turun tangan memperbaiki jembatan tersebut. Akses pendidikan yang aman merupakan hak setiap warga negara, termasuk anak-anak di pelosok desa.

Hingga kini, warga Desa Ansiap hanya bisa berharap kisah ini tidak berhenti sebagai berita viral yang perlahan menghilang. Mereka menunggu tindakan nyata agar pelajar tidak lagi harus menantang arus sungai demi menuntut ilmu.*** (LonyenkRap)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Akhirnya, Febrie Adriansyah Mundur dari Jampidsus

11 Juli 2026 - 07:53 WIB

Jum’at Berkah Aceh Bangun Ukhuwah Lewat Segelas Kopi dan Sepotong Kue di Masjid tansaran 

10 Juli 2026 - 20:37 WIB

Nobar Perempatfinal Hingga Final Piala Dunia 2026 Dihadirkan InJourney Airports di 7 Bandara

10 Juli 2026 - 18:55 WIB

Febrie Setelah Digeledah Tegaskan Tidak Mundur, Penanganan Kasus Asabri hingga MBG Tetap Berjalan

10 Juli 2026 - 18:07 WIB

Omah Jangan Diam Terus, Resto di Depok yang Menyajikan Kelezatan, Perjalanan, dan Nilai Kemanusiaan

10 Juli 2026 - 17:05 WIB

Pelita Air Hadirkan Senandung Musikal Maliq & D’Essentials di Penerbangan

10 Juli 2026 - 15:42 WIB

Anggota DPR RI Fraksi NasDem Rachmat Gobel Meninggal Dunia di Usia 63 Tahun

10 Juli 2026 - 09:27 WIB

Sengkarut 4 Blok Lahan Kosong Negara di Kemayoran: Ketegasan Negara Menghilang?

10 Juli 2026 - 09:11 WIB

Pasar K-Culture Melejit, Destinasi Baru Incar Cuan di Jakarta

10 Juli 2026 - 04:10 WIB

Sabet Penghargaan, Model 3R mGanik Jadi Terobosan Kebuntuan Diabetes Tipe 2

10 Juli 2026 - 04:05 WIB

Trending di RAGAM