Menu

Mode Gelap
Kuliner Kereta Hadirkan Menu Baru untuk Temani Libur Panjang Penumpang KA KAI Layani 3,2 Juta Penumpang Kereta Bandara hingga April 2026, Mobilitas Masyarakat Kian Bergantung pada Transportasi Terintegrasi Long Weekend Naik Whoosh? Ada Diskon Hotel, Wisata Gratis, hingga Shuttle ke Destinasi Favorit KAI Layani 393 Ribu Pelanggan di Awal Long Weekend, Rute Yogyakarta dan Bandung Jadi Favorit Penjualan Tiket Whoosh Meningkat saat Long Weekend, KCIC Catat 49 Ribu Tiket Terjual AHY dan Jajaran Kemenko Infrastruktur Hadiri Ratas Bersama Presiden Prabowo

PERISTIWA

Jurnalis Club Depok Resmi Terbentuk, Dorong Pemikiran Kritis Melalui Diskusi Kebangsaan

badge-check


 Jurnalis Club Depok Resmi Terbentuk, Dorong Pemikiran Kritis Melalui Diskusi Kebangsaan Perbesar

Wartatrans.com, DEPOK — Wadah silaturahmi bagi insan pers di Kota Depok resmi terbentuk. Organisasi tersebut bernama Journalist Club Depok, yang dideklarasikan pada Rabu, 10 Desember 2025, di Jalan Nuri II, Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat.

Salah satu pencetus Journalist Club, Putra Gara, sastrawan dan jurnalis senior, yang hadir dalam acara tersebut mengatakan bahwa kehadiran Jurnalis Club harus menjadi ruang kebangsaan yang terus bergerak dan mampu menginspirasi.

“Jurnalis Club ini berangkat dari ikatan emosional para jurnalis. Saat ini, Journalist Club sudah berdiri di 28 provinsi di Indonesia,” ujar Putra Gara.

Sementara Tora Kundera, Korda (Koordinator Daerah) Kota Depok menambahkan bahwa Journalist Club tidak hanya bersifat seremonial. Organisasi ini telah menyiapkan sejumlah program rutin, salah satunya Kajian Reboan, yang akan digelar setiap bulan.

“Seperti hari ini, kajian perdana, kita mengangkat tema “Pikiran HOS Tjokroaminoto: Islam dan Sosialisme”, sebagai upaya memperkaya perspektif dan wawasan kebangsaan para jurnalis,” ungkap Tora.

Lebih jauh Tora menambahkan, keberadaan Journalist Club bertujuan memperkuat keguyuban sekaligus menambah “logistik pemikiran” bagi para anggotanya.

“Pemikiran itu harus terus dirawat. Journalist Club tidak boleh berhenti, sebagaimana pengetahuan yang terus berkembang. Jika pemikiran berhenti, ia akan dilupakan oleh zaman,” katanya.

Tora juga menegaskan bahwa jurnalis memiliki peran strategis dalam menentukan arah bangsa. Sejarah mencatat, Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, memanfaatkan peran jurnalis sebagai alat perjuangan untuk menyebarkan gagasan dan mempropagandakan kemerdekaan Indonesia.

“Jurnalis bukan hanya pencatat peristiwa, tetapi juga penentu arah kesadaran publik,” pungkasnya.***

(Septiadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

AHY dan Jajaran Kemenko Infrastruktur Hadiri Ratas Bersama Presiden Prabowo

15 Mei 2026 - 16:02 WIB

Astra Credit Companies Tanam Mangrove di Pontianak

15 Mei 2026 - 15:50 WIB

JKA dan Bencana – Kelalaian DPRA dan Gubernur?

15 Mei 2026 - 15:29 WIB

Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Kalbar Menuai Polemik

14 Mei 2026 - 17:52 WIB

MAA Jakarta Surati Menag soal Penggunaan Atribut Adat Aceh dalam Ucapan Keagamaan

14 Mei 2026 - 11:11 WIB

Catatan H. Erick Teguh M: Sarapan Pagi di Capitol Kopitiam, Kuala Lumpur

14 Mei 2026 - 10:39 WIB

BKI Pertahankan Kategori “High Performance” Pada Tokyo MoU 2025

13 Mei 2026 - 21:01 WIB

Kunjungan Mahasiswa UI ke IPC TPK, Sinkronisasi Teori Akademik dan Realita Industri Pelabuhan

13 Mei 2026 - 20:35 WIB

KSP Dudung Abdurachman Tinjau Langsung Pelindo, Dukung Penguatan Tata Kelola Pelabuhan Nasional

13 Mei 2026 - 19:41 WIB

Terminal Teluk Lamong Perkuat Kompetensi Pekerja dalam Pertolongan Pertama Kecelakaan

13 Mei 2026 - 18:51 WIB

Trending di NASIONAL