Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengimbau pelanggan untuk lebih memperhatikan barang bawaannya, terutama saat melakukan perjalanan akhir pekan. Imbauan ini disampaikan seiring tingginya temuan barang tertinggal dalam perjalanan kereta api.
Sepanjang Januari hingga Maret 2026, KAI mencatat telah mengamankan sebanyak 6.047 barang tertinggal dengan estimasi nilai mencapai Rp4,43 miliar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.450 di antaranya merupakan barang berharga seperti telepon genggam, tablet, dan perhiasan.

Sementara itu, selama periode Angkutan Lebaran pada 13–30 Maret 2026, KAI juga mengamankan 1.884 barang tertinggal dengan estimasi nilai sekitar Rp1,3 miliar. Dari jumlah tersebut, 424 barang termasuk kategori barang berharga.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan tingginya angka barang tertinggal menunjukkan pentingnya kewaspadaan pelanggan dalam menjaga barang bawaan selama perjalanan.
“Perjalanan weekend kami upayakan tetap aman dan nyaman. Kami mengingatkan pelanggan untuk memastikan kembali barang bawaannya, baik saat naik, selama perjalanan, maupun ketika turun dari kereta api,” ujar Anne.
Ia menambahkan, setiap barang yang tertinggal akan ditangani petugas sesuai prosedur yang berlaku. Barang temuan akan diamankan, dicatat, serta ditelusuri untuk dapat dikembalikan kepada pemiliknya.
“Petugas kami bekerja dengan penuh tanggung jawab. Kepercayaan pelanggan kami jaga melalui setiap proses layanan sepenuh hati yang dijalankan,” katanya.
KAI juga terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan berkala bagi petugas, termasuk jajaran keamanan dan pelayanan pelanggan. Pelatihan tersebut mencakup penanganan barang temuan, pelayanan pelanggan, hingga penguatan nilai integritas.
Melalui layanan Lost and Found, pelanggan yang kehilangan barang dapat melapor kepada petugas Customer Service atau Polsuska di stasiun, maupun melalui Call Center 121. Petugas akan membantu mendata laporan, melakukan penelusuran hingga ke stasiun tujuan, serta menyimpan barang dengan aman hingga diambil oleh pemiliknya dengan menunjukkan identitas diri dan tiket perjalanan.
“Dengan saling menjaga, perjalanan dapat tetap terasa nyaman dan barang bawaan pun tetap aman,” tutup Anne.(fahmi)






























