Wartatrans.com, JOMBANG – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun melakukan penyempitan jalan di perlintasan sebidang JPL 76 Km 86+1/2 petak jalan Jombang–Sembung, Desa Jati Pelem, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Rabu (18/3/2026).
Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan perjalanan kereta api serta pengguna jalan selama Angkutan Lebaran 2026.

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan penyempitan dilakukan dengan memasang patok berbahan rel sebagai pembatas agar kendaraan besar seperti truk tronton tidak melintas di perlintasan tersebut.
“Penyempitan jalan ini bertujuan mencegah kendaraan yang tidak sesuai kelas jalan melintas, sehingga dapat menjaga keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan, khususnya pada masa mudik Lebaran,” ujar Tohari.
Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya KAI memastikan keselamatan operasional di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode Angkutan Lebaran.
Pelaksanaan kegiatan tersebut melibatkan sejumlah pihak, di antaranya Dinas Perhubungan Kabupaten Jombang, Satuan Lalu Lintas Polres Jombang, serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jombang.
Selain pemasangan patok pembatas, PUPR Kabupaten Jombang juga melakukan pengaspalan untuk memperkuat konstruksi serta memperbaiki kondisi jalan yang sebelumnya mengalami kerusakan.
Dari internal KAI, kegiatan ini melibatkan Karu A.3 Budianto, Polsuska Lestia Rara, serta tim Jalan Rel (JR) 7.2 Jombang yang dipimpin KUPT JR 7.2 bersama lima personel.
KAI Daop 7 Madiun mengimbau pengguna jalan untuk mematuhi rambu dan ketentuan di perlintasan sebidang serta tidak memaksakan melintas jika kendaraan tidak sesuai dengan kelas jalan.
Sebagai upaya meningkatkan keselamatan, KAI juga mengajak masyarakat menerapkan slogan “BERTEMAN” yakni Berhenti, Tengok kiri-kanan, Aman, dan Berjalan setiap akan melintasi perlintasan sebidang.
“Keselamatan di perlintasan sebidang merupakan tanggung jawab bersama. Dengan semangat mudik nyaman dan penerapan prinsip BERTEMAN, kami berharap masyarakat dapat menikmati perjalanan yang aman, lancar, dan penuh kebahagiaan,” kata Tohari.(fahmi)






























