Menu ✖

Mode Gelap
Membumikan Kepemimpinan melalui Transportasi Publik Layanan BMKG Jangkau 620 Bandara dan 677 Pelabuhan Penumpang Angkutan Umum Jakarta Tumbuh 10,8% Pak Kodir Buka Suara soal Video Viral akun IG Sisters in Danger, Ini Realitanya! Pramono Anung Dorong Penataan Taman Puring, MADAS Nusantara Diajak Perkuat Kolaborasi Didukung Titiek Soeharto, KKP Perkuat Pemberdayaan Usaha Perikanan Desa di HUT ke-27

PERON

Pemprov Jawa Tengah Fasilitasi Mudik Gratis bagi Warganya

badge-check


 Pemprov Jawa Tengah Fasilitasi Mudik Gratis bagi Warganya Perbesar

Wartatrans.com, JATENG — Program mudik gratis 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tidak hanya menggunakan puluhan bus, tetapi juga 3 kereta api (KA). Total kapasitasnya berjumlah 1.288 orang.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melepas secara simbolis keberangkatan KA dari Stasiun Senen Jakarta pada Selasa (17/3/2026).

Kereta yang pertama adalah KA Jaka Tingkir dengan kapasitas 576 seat, berangkat dari Stasiun Pasar Senen pada Selasa (17/3/2026) pukul 11.50 WIB. KA ini melintasi Stasiun Pasar Senen – Purwokerto – Cirebon – Klaten – Solo Balapan.

Kedua, 8 gerbong KA Tawang Jaya dengan kapasitas 640 seat, berangkat dari Stasiun Pasar Senen, Selasa (17/3/2026) pukul 18.25 WIB. KA ini relasi Pasar Senen – Pekalongan – Semarang.

Selanjutnya, KA tambahan dengan kapasitas 72 seat, berangkat dari Stasiun Pasar Senen pada Selasa (17/3/2026) pukul 14.20 WIB, relasinya adalah Stasiun Pasar Senen – Yogyakarta – Klaten – Solo Balapan.

Ahmad Luthfi menyampaikan, dirinya telah melepas keberangkatan pemudik dengan moda transportasi KA gratis. Dikatakannya bahwa program ini untuk memfasilitasi para pekerja informal asal Jawa Tengah yang berada di wilayah Jabodetabek.

“Pemudik gratis yang kita fasilitasi adalah para pekerja informal. Di antaranya sebagai asisten rumah tangga, kuli bangunan, pengemudi ojol, penjual bakso, dan bermacam pekerjaan halal lainnya,” ujar Luthfi.

Orang nomer satu di Jateng ini ingin warganya merayakan lebaran sekaligus menyisihkan uang untuk keluarga di kampung tempat asal.

“Dengan demikian meringankan beban mereka. Harapan lainnya adalah pemudik mempunyai uang lebih untuk membangun desanya,” demikian asa diutarakan.*** (Slamet Widodo)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Penumpang Angkutan Umum Jakarta Tumbuh 10,8%

26 Oktober 2026 - 07:11 WIB

KAI Tata Akses Karet-Sudirman Baru, Fasilitas Pendukung Ditargetkan Rampung Akhir Tahun

24 Oktober 2026 - 19:51 WIB

KAI Services Gandeng Clothes for Charity Perpanjang Masa Guna Produk Tekstil

24 Oktober 2026 - 10:39 WIB

KAI Services Latih Frontliner Tangani Kebakaran hingga Evakuasi Korban

22 Oktober 2026 - 19:28 WIB

Whoosh Dukung Sport Tourism, Permudah Pelari Bandung ke Jakarta

22 Oktober 2026 - 11:54 WIB

KAI Angkut 50,75 Juta Ton Barang hingga September 2026, Angkutan Nonbatu Bara Tumbuh

22 Oktober 2026 - 10:05 WIB

Hemat Biaya hingga Tekan Polusi, Commuter Line Jabodetabek Layani 349 Juta Pengguna

22 Oktober 2026 - 09:26 WIB

Menembus Bukit Sejak Zaman Kolonial, Ini 10 Terowongan Kereta Api Tertua

22 Oktober 2026 - 07:46 WIB

Hingga September, Penumpang Transjakarta-MRT-LRT Jakarta Tembus 368,4 Juta

22 Oktober 2026 - 07:39 WIB

KAI Layani 394 Juta Pelanggan, Integrasi Kereta dan Transportasi Kota Makin Luas

22 Oktober 2026 - 05:31 WIB

Trending di PERON