Menu

Mode Gelap
128 Perwira PPI Curug Dituntut Jadi Bagian dari Solusi Hadapi Tantangan Industri Penerbangan Kemenhub Kukuhkan 25 Auditor ISPS Code InJourney Group Ramaikan Garuda Indonesia Travel Fair 2026 Ketua DEN Minta Perbaikan Program MBG Lewat Digitalisasi KKP Tangkap Kapal Diduga Pelaku Bom Ikan di Perairan Spermonde KRL Rangkasbitung Hanya Beroperasi hingga Palmerah Imbas Kerumunan Massa

PERON

Pemprov Jawa Tengah Fasilitasi Mudik Gratis bagi Warganya

badge-check


 Pemprov Jawa Tengah Fasilitasi Mudik Gratis bagi Warganya Perbesar

Wartatrans.com, JATENG — Program mudik gratis 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tidak hanya menggunakan puluhan bus, tetapi juga 3 kereta api (KA). Total kapasitasnya berjumlah 1.288 orang.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melepas secara simbolis keberangkatan KA dari Stasiun Senen Jakarta pada Selasa (17/3/2026).

Kereta yang pertama adalah KA Jaka Tingkir dengan kapasitas 576 seat, berangkat dari Stasiun Pasar Senen pada Selasa (17/3/2026) pukul 11.50 WIB. KA ini melintasi Stasiun Pasar Senen – Purwokerto – Cirebon – Klaten – Solo Balapan.

Kedua, 8 gerbong KA Tawang Jaya dengan kapasitas 640 seat, berangkat dari Stasiun Pasar Senen, Selasa (17/3/2026) pukul 18.25 WIB. KA ini relasi Pasar Senen – Pekalongan – Semarang.

Selanjutnya, KA tambahan dengan kapasitas 72 seat, berangkat dari Stasiun Pasar Senen pada Selasa (17/3/2026) pukul 14.20 WIB, relasinya adalah Stasiun Pasar Senen – Yogyakarta – Klaten – Solo Balapan.

Ahmad Luthfi menyampaikan, dirinya telah melepas keberangkatan pemudik dengan moda transportasi KA gratis. Dikatakannya bahwa program ini untuk memfasilitasi para pekerja informal asal Jawa Tengah yang berada di wilayah Jabodetabek.

“Pemudik gratis yang kita fasilitasi adalah para pekerja informal. Di antaranya sebagai asisten rumah tangga, kuli bangunan, pengemudi ojol, penjual bakso, dan bermacam pekerjaan halal lainnya,” ujar Luthfi.

Orang nomer satu di Jateng ini ingin warganya merayakan lebaran sekaligus menyisihkan uang untuk keluarga di kampung tempat asal.

“Dengan demikian meringankan beban mereka. Harapan lainnya adalah pemudik mempunyai uang lebih untuk membangun desanya,” demikian asa diutarakan.*** (Slamet Widodo)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KRL Rangkasbitung Hanya Beroperasi hingga Palmerah Imbas Kerumunan Massa

28 Agustus 2026 - 13:42 WIB

KRL Rangkasbitung Kembali Normal, 10 Perjalanan Sempat Terlambat hingga 52 Menit

28 Agustus 2026 - 00:23 WIB

JPL 183 Rangkasbitung Ditutup Permanen 4 September, Warga Dialihkan ke JPO

27 Agustus 2026 - 19:29 WIB

Belajar dari Insiden KA Malabar, KAI Daop 1 Jakarta: Disiplin di Perlintasan Lindungi Nyawa dan Perjalanan

27 Agustus 2026 - 18:03 WIB

KAI Commuter Siagakan 126 Personel di Stasiun Strategis Antisipasi Aksi Massa

27 Agustus 2026 - 11:26 WIB

KAI Terapkan B50, Tekan Emisi Karbon Operasional Kereta Api

26 Agustus 2026 - 22:22 WIB

KAI Services Perkuat Kemitraan Strategis melalui Mitra Gathering 2026

26 Agustus 2026 - 14:10 WIB

Mobilitas Sumatra Meningkat, KA Rajabasa Layani 534.748 Pelanggan hingga Juli 2026

26 Agustus 2026 - 12:35 WIB

TOD MRT, Ketika Stasiun Membentuk Ekonomi Baru Ibu Kota

26 Agustus 2026 - 09:37 WIB

KAI Kaji Penguatan Konektivitas Logistik KITB Batang ke Tanjung Priok, Patimban hingga Tanjung Perak

25 Agustus 2026 - 13:30 WIB

Trending di PERON