Menu

Mode Gelap
KAI dan DJKA Tutup 24 Perlintasan Usai Insiden Bekasi Timur KAI: 41 Barang Korban Kejadian Bekasi Timur Masih dalam Proses Verifikasi KAI: 96 Pelanggan Terdampak Kejadian Bekasi Timur Telah Dipulangkan KAI Lanjutkan Pemulihan Operasional Commuter Line Cikarang, Ketepatan Waktu Mulai Meningkat Ditjen Hubla Tingkatkan Kesiapsiagaan Penanganan Tumpahan Minyak Catatan Halimah Munawir: Saatnya Sistem Otonomi Pesantren Dievaluasi

PERON

KAI Daop 7 Madiun Amankan 28 Barang Tertinggal Selama Angkutan Lebaran 2026

badge-check


 KAI Daop 7 Madiun Amankan 28 Barang Tertinggal Selama Angkutan Lebaran 2026 Perbesar

Wartatrans.com, MADIUN – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun terus memperkuat komitmennya dalam menjaga keamanan barang bawaan pelanggan selama periode Angkutan Lebaran 2026.

Sejak dimulainya masa angkutan pada 11 Maret hingga 17 Maret 2026, petugas berhasil mengamankan sebanyak 28 barang temuan di area stasiun maupun di dalam rangkaian kereta api.

Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama pada Angkutan Lebaran 2025, yang mencatat 14 barang temuan.

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan pelanggan tidak perlu panik apabila merasa ada barang yang tertinggal saat melakukan perjalanan.

“Sistem Lost and Found milik KAI menjadi wujud nyata kepedulian perusahaan terhadap keamanan dan kenyamanan pelanggan. Hal ini terbukti dengan pengembalian barang-barang berharga senilai puluhan juta rupiah yang tertinggal,” ujar Tohari dalam keterangannya, Selasa (17/3/2026).

Ia menjelaskan, setiap barang yang ditemukan petugas akan langsung dicatat dan dimasukkan ke dalam sistem basis data Lost and Found internal KAI. Sistem tersebut memudahkan proses verifikasi serta pencocokan ketika ada pelanggan yang melaporkan kehilangan barang.

Adapun barang temuan yang diamankan petugas cukup beragam, mulai dari barang biasa hingga barang berharga. Barang biasa meliputi tas, helm, jaket, topi, totebag, hingga tas selempang yang berisi pakaian atau makanan.

Sementara barang berharga yang ditemukan antara lain dompet, telepon genggam, laptop, perhiasan, hingga tas yang berisi uang tunai jutaan rupiah.

Pada Selasa (17/3), petugas Daop 7 Madiun kembali mengamankan barang milik pelanggan berupa satu unit telepon genggam dan sebuah tas ransel yang berisi uang tunai sebesar Rp3.750.000.

KAI juga mengimbau pelanggan untuk selalu memeriksa kembali barang bawaan sebelum turun dari kereta maupun meninggalkan area stasiun. Namun, apabila terjadi kehilangan, pelanggan dapat segera melapor kepada petugas di stasiun terdekat, khususnya Customer Service atau Polsuska.

Selain itu, pelanggan juga dapat menghubungi Contact Center KAI di nomor 121 atau melalui media sosial resmi KAI121 untuk mendapatkan tindak lanjut lebih cepat.

“Kami pastikan setiap barang yang tertinggal akan kami amankan dengan baik. Kepercayaan pelanggan adalah prioritas kami,” tutup Tohari.(fahmi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KAI dan DJKA Tutup 24 Perlintasan Usai Insiden Bekasi Timur

9 Mei 2026 - 19:40 WIB

KAI: 41 Barang Korban Kejadian Bekasi Timur Masih dalam Proses Verifikasi

9 Mei 2026 - 19:31 WIB

KAI: 96 Pelanggan Terdampak Kejadian Bekasi Timur Telah Dipulangkan

9 Mei 2026 - 19:26 WIB

KAI Lanjutkan Pemulihan Operasional Commuter Line Cikarang, Ketepatan Waktu Mulai Meningkat

9 Mei 2026 - 19:22 WIB

KAI Dukung Penuh Investigasi KNKT Atas Kejadian di Stasiun Bekasi Timur

9 Mei 2026 - 08:30 WIB

WFH Berlaku, Volume Penumpang Commuter Line Jabodetabek Turun 9 Persen

8 Mei 2026 - 16:27 WIB

KAI Services Buka Lowongan Pramugara dan Pramugari Kereta Api, Simak Syaratnya

7 Mei 2026 - 23:25 WIB

KAI Catat Peningkatan Pekerja Bersertifikasi demi Operasional Kereta Api yang Andal

7 Mei 2026 - 23:00 WIB

Demi Memangkas Waktu, Nyawa Dipertaruhkan di Perlintasan Kereta Api

7 Mei 2026 - 22:48 WIB

KAI Tutup 1.329 Perlintasan Liar Sejak 2021, Imbau Pengguna Jalan Disiplin di Perlintasan Sebidang

7 Mei 2026 - 09:59 WIB

Trending di PERON