Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) masih melakukan pengamanan dan pendataan barang-barang milik pelanggan yang tertinggal pascakejadian di Stasiun Bekasi Timur. Hingga Sabtu (9/5) pukul 05.00 WIB, sebanyak 121 barang telah ditemukan oleh petugas di lokasi kejadian.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 80 barang telah diserahterimakan kepada pemilik masing-masing, sementara 41 barang lainnya masih berada dalam proses verifikasi di layanan Lost and Found Stasiun Bekasi Timur.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan proses pendataan dan penyerahan barang dilakukan secara teliti agar seluruh barang dapat kembali kepada pemilik yang berhak.
“Kami memahami setiap barang yang tertinggal memiliki arti penting bagi pelanggan maupun keluarga. Karena itu, proses pendataan dan penyerahan dilakukan secara teliti agar barang dapat diterima oleh pemilik yang berhak,” ujar Anne dalam keterangan resminya, Sabtu (9/5/2026).
KAI memastikan seluruh barang yang ditemukan tetap diamankan selama proses identifikasi berlangsung. Petugas juga terus berkoordinasi dengan pelanggan maupun keluarga untuk mencocokkan data kepemilikan barang.
Selain layanan pengembalian barang, Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur masih beroperasi hingga 11 Mei 2026 untuk melayani kebutuhan informasi, administrasi, layanan lanjutan, hingga pendampingan psikologis bagi pelanggan dan keluarga terdampak.
KAI mengimbau pelanggan maupun keluarga yang merasa kehilangan barang saat kejadian agar segera menghubungi layanan Lost and Found di Posko Informasi Stasiun Bekasi Timur untuk proses pencocokan data dan verifikasi kepemilikan.(fahmi)





























