Menu ✖

Mode Gelap
Suyudi Ario Seto Disetujui DPR Jadi Kapolri, Gantikan Listyo Sigit Kebun Hantu, Menyusuri Arsip Tubuh dan Pengalaman yang Tak Selesai AI Mengubah Wajah Demokrasi, Akademisi: Verifikasi Jadi Senjata Publik Tanam 10 Pala Tomandin di SMA Don Bosco Fakfak, Siswa Belajar Ketangguhan di Tengah El Nino KAI Services Perkuat Layanan Premium di Balik Perjalanan Nusantara Explorer KKP Percepat Sertifikasi Awak Kapal Perikanan melalui Modernisasi Pelatihan

ANJUNGAN

Ditjen Hubla Tingkatkan Kesiapsiagaan Penanganan Tumpahan Minyak

badge-check


 Ditjen Hubla Tingkatkan Kesiapsiagaan Penanganan Tumpahan Minyak Perbesar

Wartatrans.com, BATAM – Perkuat kesiapsiagaan dan respons terhadap insiden pencemaran laut, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP) berpartisipasi dalam Lokakarya “Optimasi Manajemen Tumpahan Minyak: Kesiapsiagaan dan Respons Sesuai dengan Standar Global” di Batam, Kepulauan Riau, 6-7 Mei 2026.

Ini menjadi wadah kolaborasi antara Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub bersama PT Pertamina Patra Niaga dan PT Pertamina Port and Logistics, serta mitra internasional seperti Global Initiative for Southeast Asia (GI SEA), ITOPF, dan Oil Spill Response Limited (OSRL) Singapore.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur KPLP Triono menyampaikan apresiasi atas sinergi dan kerja sama yang terus terjalin dalam menjaga keselamatan pelayaran dan perlindungan lingkungan maritim Indonesia.

“Sinergi dan kolaborasi yang kuat antarinstansi serta seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam mewujudkan pelayaran yang selamat, aman, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat upaya perlindungan lingkungan maritim nasional,” tutur Triono.

Lokakarya ini menjadi forum stratetgis yang bertujuan untuk memperkuat kapasitas teknis, koordinasi, serta penerapan standar global di bidang penanggulangan tumpahan minyak yang selaras dengan standar internasional, termasuk Konvensi Marine Pollution (MARPOL) dan International Convention on Oil Pollution Preparedness, Response and Co-operation (OPRC) 1990.

“Melalui sinergi dan kerja sama, kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen Indonesia dalam meningkatkan kapasitas nasional bersama berbagai pemangku kepentingan, baik nasional maupun internasional,” ungkap Triono.

Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah Table Top Exercise untuk menguji, mendalami, dan memverifikasi rencana kedaruratan insiden tumpahan minyak melalui simulasi diskusi skenario.

Para peserta didorong aktif berdiskusi, berbagi pengalaman, serta memperkuat koordinasi lintas sektor guna menciptakan sistem kesiapsiagaan dan respons tumpahan minyak yang lebih optimal, efektif, dan berstandar global. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KKP Percepat Sertifikasi Awak Kapal Perikanan melalui Modernisasi Pelatihan

1 Oktober 2026 - 09:49 WIB

Transjakarta Laut Disiapkan, 3 Pulau Jadi Terminal Utama Juni 2027

1 Oktober 2026 - 09:38 WIB

Dari Control Room ke Lapangan, Peserta Magenta Intip Langsung Operasional IPC TPK

30 September 2026 - 11:13 WIB

Wow, 6.082 Truk Menyeberang dalam 3 Hari di Lintasan Ketapang-Gilimanuk

30 September 2026 - 10:34 WIB

53 PPNS Ditjen Perhubungan Laut Dilantik

30 September 2026 - 07:41 WIB

KRI Sriwijaya-100 Akan Dimodernisasi

30 September 2026 - 05:11 WIB

Pelindo Solusi Digital dan Surveyor Indonesia Perkuat Kolaborasi Digital untuk Ekosistem Maritim

29 September 2026 - 23:07 WIB

Perkuat Ekonomi Pesisir, Terminal Teluk Lamong Raih Penghargaan CSR & PDB Awards 2026

29 September 2026 - 23:00 WIB

Pelindo Group Wilayah Makassar Sambut Hari Pelindo Lewat Turnamen Padel

28 September 2026 - 21:48 WIB

ASDP Optimalkan 26 Kapal, Percepat Pemulihan Layanan Ketapang–Gilimanuk

28 September 2026 - 21:05 WIB

Trending di ANJUNGAN