Menu

Mode Gelap
Ditjen Hubla Tingkatkan Kesiapsiagaan Penanganan Tumpahan Minyak Catatan Halimah Munawir: Saatnya Sistem Otonomi Pesantren Dievaluasi Siswa SMPIT Raudhatul Muttaqin Tampilkan Harmoni Budaya Nusantara Peninjauan Lokasi Sidang Sengketa, Tanah 5,25 Meter Jadi Objek Perselisihan KAI Dukung Penuh Investigasi KNKT Atas Kejadian di Stasiun Bekasi Timur Sinergi TPK Berlian–TKBM Tanjung Perak Tingkatkan Kompetensi 835 Pekerja Pelabuhan

ANJUNGAN

Ditjen Hubla Tingkatkan Kesiapsiagaan Penanganan Tumpahan Minyak

badge-check


 Ditjen Hubla Tingkatkan Kesiapsiagaan Penanganan Tumpahan Minyak Perbesar

Wartatrans.com, BATAM – Perkuat kesiapsiagaan dan respons terhadap insiden pencemaran laut, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP) berpartisipasi dalam Lokakarya “Optimasi Manajemen Tumpahan Minyak: Kesiapsiagaan dan Respons Sesuai dengan Standar Global” di Batam, Kepulauan Riau, 6-7 Mei 2026.

Ini menjadi wadah kolaborasi antara Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub bersama PT Pertamina Patra Niaga dan PT Pertamina Port and Logistics, serta mitra internasional seperti Global Initiative for Southeast Asia (GI SEA), ITOPF, dan Oil Spill Response Limited (OSRL) Singapore.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur KPLP Triono menyampaikan apresiasi atas sinergi dan kerja sama yang terus terjalin dalam menjaga keselamatan pelayaran dan perlindungan lingkungan maritim Indonesia.

“Sinergi dan kolaborasi yang kuat antarinstansi serta seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam mewujudkan pelayaran yang selamat, aman, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat upaya perlindungan lingkungan maritim nasional,” tutur Triono.

Lokakarya ini menjadi forum stratetgis yang bertujuan untuk memperkuat kapasitas teknis, koordinasi, serta penerapan standar global di bidang penanggulangan tumpahan minyak yang selaras dengan standar internasional, termasuk Konvensi Marine Pollution (MARPOL) dan International Convention on Oil Pollution Preparedness, Response and Co-operation (OPRC) 1990.

“Melalui sinergi dan kerja sama, kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen Indonesia dalam meningkatkan kapasitas nasional bersama berbagai pemangku kepentingan, baik nasional maupun internasional,” ungkap Triono.

Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah Table Top Exercise untuk menguji, mendalami, dan memverifikasi rencana kedaruratan insiden tumpahan minyak melalui simulasi diskusi skenario.

Para peserta didorong aktif berdiskusi, berbagi pengalaman, serta memperkuat koordinasi lintas sektor guna menciptakan sistem kesiapsiagaan dan respons tumpahan minyak yang lebih optimal, efektif, dan berstandar global. (omy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sinergi TPK Berlian–TKBM Tanjung Perak Tingkatkan Kompetensi 835 Pekerja Pelabuhan

9 Mei 2026 - 05:22 WIB

IPC TPK Jambi Perkuat Ekspor Kayu Manis, Komoditas Unggulan Asal Jambi

8 Mei 2026 - 16:01 WIB

Melalui Program HiPo Batch II, PTP Nonpetikemas Perkuat SDM Andal

8 Mei 2026 - 13:27 WIB

Menhub Apresiasi Kinerja ASDP Selama Angkutan Lebaran 2026

7 Mei 2026 - 22:42 WIB

Kemenhub Teken 2 Perjanjian Konsesi Strategis dengan PT Pelindo

6 Mei 2026 - 20:46 WIB

Dukung Kelancaran Logistik Wilayah, PTP Nonpetikemas Cabang Jambi Perkuat Peran

6 Mei 2026 - 16:42 WIB

Ribuan Kontainer Kosong Masuk IPC TPK Panjang, Topang Pergerakan Ekspor Sumatera

6 Mei 2026 - 14:12 WIB

SPJM Perkuat Komitmen Keselamatan Pelayaran

6 Mei 2026 - 14:02 WIB

Pelindo Perkuat Sinergi untuk Percepatan Operasional Penuh Terminal Kijing

5 Mei 2026 - 22:39 WIB

Pelindo Dukung Percepatan Sekolah Rakyat Sulsel, Target Rampung Juni 2026

5 Mei 2026 - 15:46 WIB

Trending di ANJUNGAN