Wartatrans.com, BANDA ACEH — Musim haji tahun 2026 menghadirkan kisah mengharukan dari Aceh. Seorang jamaah calon haji (JCH) tertua asal Kota Langsa bernama Ramlah Sali akhirnya berangkat ke Tanah Suci pada usia 101 tahun.
Kisah nenek Ramlah menjadi perhatian publik karena di usianya yang sangat lanjut, ia masih memiliki semangat kuat untuk menunaikan rukun Islam kelima.

Keberangkatannya disebut sebagai puncak dari doa panjang dan penantian bertahun-tahun menuju Baitullah.
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh menyebutkan bahwa Ramlah tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 4. Sementara jamaah termuda asal Aceh tahun ini berusia 15 tahun bernama Muhammad Al-Faruq Ad-Dawami dari Kabupaten Bener Meriah yang tergabung dalam kloter 14.
Ketua PPIH Embarkasi Aceh, Arijal, mengatakan total jamaah haji Aceh tahun ini mencapai sekitar 5.500 orang termasuk petugas kloter.
Dari jumlah tersebut, jamaah perempuan mendominasi sebanyak 3.326 orang, sedangkan jamaah laki-laki berjumlah 2.174 orang.
Ia juga menjelaskan bahwa mayoritas jamaah Aceh tahun ini merupakan kelompok usia lanjut. Sekitar 41 persen jamaah berusia di atas 60 tahun, sementara jamaah lansia di atas 80 tahun mencapai hampir tiga persen. Karena itu, pelayanan haji tahun ini difokuskan pada layanan ramah lansia dan jamaah risiko tinggi.
Pemberangkatan jamaah dilakukan bertahap melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, mulai 6 hingga 20 Mei 2026. Seluruh proses layanan, mulai dari pemeriksaan kesehatan, distribusi dokumen perjalanan, pembagian living cost hingga kartu nusuk dipusatkan di Asrama Haji Embarkasi Aceh.
Kisah Ramlah Sali menjadi simbol kuat bahwa usia bukan penghalang untuk memenuhi panggilan ibadah. Banyak masyarakat Aceh menyebut keberangkatan nenek Ramlah sebagai inspirasi tentang kesabaran, kesehatan, dan keteguhan niat menuju Tanah Suci.*** (Kamaruzzaman)

























