Menu

Mode Gelap
Perang Apparel Piala Dunia 2026: Hegemoni, Inovasi, dan Cuan Raksasa di Panggung 11 Miliar Dolar Paradoks Sampah: Swedia Sudah Impor Limbah, RI Kebakaran TPA Hingga 10 Hari Rp80 Triliun Subsidi Mobil Listrik, Industri Untung Rakyat Tetap Naik Motor Normalisasi Ciliwung Telan Anggaran Rp300 M: 1 RT Pasti Hilang, Banjir Belum Tentu  390 Ton Logam Tanah Jarang Bocor, Hilirisasi Indonesia Sangat Dipertanyakan IPC TPK Rayakan 13 Tahun dengan Semangat ESG, Hadirkan Pertumbuhan yang Berdampak Positif

PERON

KAI Perkuat Angkutan Peti Kemas untuk Dukung Logistik Nasional dan Pertumbuhan Ekonomi

badge-check


 KAI Perkuat Angkutan Peti Kemas untuk Dukung Logistik Nasional dan Pertumbuhan Ekonomi Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat layanan angkutan peti kemas yang konsisten menopang distribusi barang nasional sepanjang 2025.

Vice President Corporate Communications KAI Anne Purba menjelaskan bahwa pada Januari–Oktober 2025, volume angkutan peti kemas mencapai 4.103.731 ton. Kinerja ini menunjukkan bahwa kereta api terus menjadi bagian penting dalam mendukung pasokan barang yang dibutuhkan masyarakat serta kelancaran aktivitas ekonomi di berbagai daerah.

Pada Mei 2025, layanan angkutan peti kemas mencapai 463.916 ton, menjadikannya bulan dengan volume tertinggi sepanjang tahun. Menurut Anne, kondisi ini menggambarkan bagaimana moda kereta api dimanfaatkan pelaku usaha untuk pengiriman dalam jumlah besar yang membutuhkan keamanan, ketepatan waktu, serta kepastian proses distribusi.

“Hal tersebut membantu menjaga ritme produksi industri dan memastikan masyarakat memperoleh kebutuhan secara stabil,” kata Anne, Kamis (27/11/2025).

KAI memproyeksikan bahwa penerapan kebijakan Over Dimension Over Load (ODOL) pada 2027 akan semakin memperkuat posisi kereta api dalam rantai logistik nasional. Satu rangkaian kereta mampu mengangkut hingga 1.080 ton, setara dengan 60 truk berkapasitas 20 ton, sehingga memberikan efisiensi bagi pelaku usaha dan mengurangi tekanan pada jalan raya. Manfaatnya berdampak langsung pada masyarakat melalui perjalanan yang lebih aman, sementara negara mendapatkan sistem logistik yang lebih tertata dan berkelanjutan.

Dari sisi konektivitas, layanan logistik KAI terhubung dengan sejumlah pelabuhan utama seperti Tanjung Priok (Jakarta), Tanjung Mas (Semarang), dan Tanjung Perak (Surabaya). Kedekatan jalur kereta api dengan simpul-simpul pelabuhan tersebut memperkuat integrasi antarmoda antara kereta api, truk, dan angkutan laut. Dengan integrasi ini, pelanggan dapat mengatur rantai pasok secara lebih fleksibel, sementara masyarakat merasakan kelancaran distribusi barang yang lebih stabil.

Ke depan, KAI merencanakan pengembangan integrasi layanan antara stasiun dan pelabuhan secara lebih komprehensif. Upaya ini mencakup optimalisasi jalur eksisting, peningkatan fasilitas bongkar muat, serta pemanfaatan teknologi digital untuk mempercepat proses first mile dan last mile. Langkah ini diharapkan membentuk ekosistem logistik yang lebih efisien dan mendukung daya saing ekonomi nasional.

Stasiun-stasiun yang berdekatan dengan kawasan pelabuhan akan terus dikembangkan agar mampu menampung arus barang yang lebih besar dan memfasilitasi perpindahan moda secara efektif.

“Komitmen ini menjadi bagian dari langkah KAI untuk menghadirkan sistem logistik terintegrasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat, pelaku usaha, dan perekonomian Indonesia secara keseluruhan,” tutup Anne.(****)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditersangkakan, Dugaan Korupsi Asabri hingga PLN

11 Juli 2026 - 17:15 WIB

Lewat Program TJSL, KAI Salurkan Beasiswa Rp300 Juta untuk Lima Anak Korban Kecelakaan KA di Bekasi Timur

11 Juli 2026 - 15:27 WIB

Lima KA Berrelasi Terpanjang di Sumatra Catat Kenaikan Penumpang pada Semester I 2026

11 Juli 2026 - 12:51 WIB

Semester I 2026 Layani 1,39 Juta Pelanggan, KAI Siapkan Dukungan untuk Kajian KA Sumut-Aceh

11 Juli 2026 - 09:02 WIB

Dari Manggarai ke Kiaracondong: 5.484 Rusun TOD PT KAI Jadi Ramah Kantong atau Jerat Lahan HPL ?

11 Juli 2026 - 01:30 WIB

KAI Rampungkan Perawatan 246 Kereta di Balai Yasa Manggarai pada Semester I 2026

10 Juli 2026 - 17:44 WIB

KAI Tangani 12.656 Barang Tertinggal Sepanjang Semester I 2026, Nilainya Capai Rp8,86 Miliar

10 Juli 2026 - 16:56 WIB

KAI Commuter Uji Coba Teknologi Penghilang Bau di KRL, Penumpang Jadi Lebih Nyaman

10 Juli 2026 - 15:51 WIB

KAI Siapkan Travelator Ber-AC untuk Integrasi Stasiun Karet dan BNI City

10 Juli 2026 - 14:35 WIB

Integrasi Stasiun Karet-BNI City Ditargetkan Beroperasi 28 September 2026, Penumpang KRL Akan Dialihkan

10 Juli 2026 - 14:26 WIB

Trending di PERON