Menu

Mode Gelap
KAI Services Gelar Pelatihan Gada Utama untuk Tingkatkan Kompetensi Pengamanan Kerja Sama dengan Klook, Ada Fitur Terbaru di Aplikasi Flygaruda KAI Revitalisasi Peron Stasiun Bogor, Dukung Operasional Commuter Line 12 Kereta Dilema Menutup Pelintasan Sebidang, Antara Keselamatan Nyawa dan Denyut Ekonomi Warga Kemenhub Perkuat Komitmen Transportasi Ramah bagi Kelompok Rentan Pentingnya Membangun Budaya Malu, Melawan Egoisme Transportasi di Jalan dan Perlintasan Sebidang

PERON

KAI Revitalisasi Peron Stasiun Bogor, Dukung Operasional Commuter Line 12 Kereta

badge-check


 KAI Revitalisasi Peron Stasiun Bogor, Dukung Operasional Commuter Line 12 Kereta Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama KAI Commuter melakukan revitalisasi dan perpanjangan peron jalur 6, 7, dan 8 di Stasiun Bogor untuk mendukung peningkatan kapasitas layanan Commuter Line Bogor Line. Pekerjaan tersebut dimulai sejak 15 April 2026 dan ditargetkan selesai pada Juli 2026.

Revitalisasi dilakukan guna mendukung operasional rangkaian Commuter Line dengan 12 kereta atau SF12 sehingga kapasitas angkut pelanggan dalam satu perjalanan dapat meningkat seiring pertumbuhan mobilitas masyarakat di lintas Bogor Line.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, peningkatan fasilitas pelayanan di Stasiun Bogor menjadi langkah penting dalam menjaga kelancaran mobilitas pelanggan yang terus meningkat setiap tahun.

“Bogor Line menjadi salah satu lintas dengan mobilitas pelanggan tertinggi di wilayah Jabodetabek. Pertumbuhan volume pelanggan yang terus meningkat perlu diimbangi dengan kesiapan kapasitas stasiun dan pola operasi perjalanan agar pelayanan kepada pelanggan tetap berjalan optimal,” ujar Anne.

Saat ini, frekuensi perjalanan Commuter Line di Stasiun Bogor mencapai 392 perjalanan per hari pada hari kerja dan 373 perjalanan per hari saat akhir pekan. Tingginya frekuensi tersebut menjadikan Stasiun Bogor sebagai salah satu stasiun dengan aktivitas pelanggan paling padat di jaringan Commuter Line Jabodetabek.

Pada periode Januari hingga April 2026, volume pelanggan yang melakukan gate in di Stasiun Bogor tercatat sebanyak 6.140.074 pelanggan, sedangkan gate out mencapai 5.959.832 pelanggan.

Sepanjang 2025, volume gate in di Stasiun Bogor mencapai 18.199.619 pelanggan dan gate out sebanyak 18.171.350 pelanggan. Jumlah itu meningkat dibandingkan 2024 yang mencatat gate in sebanyak 17.124.802 pelanggan dan gate out sebesar 17.276.284 pelanggan.

Pertumbuhan pelanggan juga terjadi pada Bogor Line secara keseluruhan. Pada 2022, jumlah pelanggan tercatat sebanyak 102.054.022 pelanggan. Angka tersebut meningkat menjadi 133.040.885 pelanggan pada 2023, kemudian naik lagi menjadi 145.920.264 pelanggan pada 2024, dan mencapai 155.009.997 pelanggan pada 2025.

Sementara itu, pada Januari hingga April 2026, jumlah pelanggan Bogor Line telah mencapai 51.868.066 pelanggan.

Anne menjelaskan, pengoperasian rangkaian dengan 12 kereta akan memberikan kapasitas angkut lebih besar sehingga distribusi pelanggan dapat menjadi lebih baik, terutama pada jam sibuk.

“Penambahan kapasitas melalui operasional rangkaian 12 kereta disiapkan untuk mendukung kebutuhan pelanggan yang terus berkembang. Dengan kapasitas yang lebih besar dalam satu perjalanan, pelayanan diharapkan menjadi lebih lancar dan pengalaman perjalanan pelanggan semakin nyaman,” jelasnya.

Selain perpanjangan peron dan penyesuaian jalur, revitalisasi juga mencakup pembangunan kanopi baru di area peron jalur 6, 7, dan 8. Kanopi tersebut akan terhubung langsung dengan area selasar stasiun guna meningkatkan kenyamanan pelanggan saat menunggu maupun berpindah jalur.

Saat ini, pekerjaan revitalisasi memasuki tahap pemasangan ulang tiang Listrik Aliran Atas (LAA) dan konstruksi calon peron baru. Seluruh pekerjaan ditargetkan selesai dan dapat dioperasikan optimal pada Juli 2026.

Selama proses revitalisasi berlangsung, terdapat penyesuaian pola operasional dan alur pelayanan pelanggan di area stasiun. KAI bersama KAI Commuter melakukan pengaturan arus pelanggan, optimalisasi pelayanan petugas, serta penguatan informasi perjalanan untuk menjaga kelancaran mobilitas pelanggan.

Sebagai pendukung mobilitas pelanggan, disiapkan pula area pedestrian sementara di sisi selasar stasiun serta rekayasa arus penumpang pada jam sibuk. Pelanggan menuju Hall Barat diarahkan melalui Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Paledang, sementara sebagian pelanggan lainnya diarahkan menuju Hall Taman Topi dan Pintu Timur Stasiun Bogor.

“Pengembangan dan perbaikan fasilitas pelayanan terus dilakukan secara bertahap dengan tetap mengutamakan keselamatan perjalanan Commuter Line dan pelanggan. Seluruh pekerjaan dilakukan secara hati-hati agar tidak mengganggu operasional perjalanan kereta,” tutup Anne.(fahmi)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KAI Services Gelar Pelatihan Gada Utama untuk Tingkatkan Kompetensi Pengamanan

20 Mei 2026 - 10:49 WIB

Dilema Menutup Pelintasan Sebidang, Antara Keselamatan Nyawa dan Denyut Ekonomi Warga

20 Mei 2026 - 07:37 WIB

Pentingnya Membangun Budaya Malu, Melawan Egoisme Transportasi di Jalan dan Perlintasan Sebidang

20 Mei 2026 - 07:15 WIB

KAI Daop 1 Jakarta Targetkan Penutupan 40 Perlintasan Liar hingga Agustus 2026

19 Mei 2026 - 22:47 WIB

KAI Services Resmikan Workshop Training Center & Simulation di Purwokerto

19 Mei 2026 - 20:50 WIB

Penumpang Whoosh Capai 95 Ribu Selama Long Weekend, Halim–Padalarang jadi Rute Favorit

19 Mei 2026 - 08:30 WIB

Angkutan Retail KAI Tumbuh 4,86 Persen pada Januari–April 2026

18 Mei 2026 - 22:55 WIB

KAI Perkuat Kesiapan Implementasi Biodiesel B50 pada Sarana Kereta Api

18 Mei 2026 - 18:42 WIB

KAI Layani 960.893 Pelanggan Selama Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus

18 Mei 2026 - 18:27 WIB

KAI Divre III Palembang Catat 6.980 Penumpang Anak Nikmati Perjalanan dan Edukasi Kereta Api Selama Libur Kenaikan Yesus Kristus

18 Mei 2026 - 18:13 WIB

Trending di PERON