Menu ✖

Mode Gelap
Suyudi Ario Seto Disetujui DPR Jadi Kapolri, Gantikan Listyo Sigit Kebun Hantu, Menyusuri Arsip Tubuh dan Pengalaman yang Tak Selesai AI Mengubah Wajah Demokrasi, Akademisi: Verifikasi Jadi Senjata Publik Tanam 10 Pala Tomandin di SMA Don Bosco Fakfak, Siswa Belajar Ketangguhan di Tengah El Nino KAI Services Perkuat Layanan Premium di Balik Perjalanan Nusantara Explorer KKP Percepat Sertifikasi Awak Kapal Perikanan melalui Modernisasi Pelatihan

PERON

KAI Siapkan Suku Cadang Rp1,23 Triliun, Dukung Pemeliharaan 12.856 Sarana

badge-check


 KAI Siapkan Suku Cadang Rp1,23 Triliun, Dukung Pemeliharaan 12.856 Sarana Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengelola persediaan suku cadang dan material dengan nilai neto Rp1,23 triliun per 30 Juni 2026 untuk mendukung pemeliharaan sarana dan prasarana.

Nilai tersebut mencakup Rp1,12 triliun suku cadang sarana dan Rp224,73 miliar suku cadang prasarana sebelum dikurangi cadangan penurunan nilai.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan kesiapan suku cadang merupakan bagian penting dari operasi karena KAI mengelola 12.856 unit sarana per Juni 2026, terdiri dari 551 lokomotif, 1.064 KRL, 2.238 kereta, 8.907 gerbong, dan 96 KRDE/I.

“Pelanggan melihat kereta api ketika berada di peron, tetapi di belakang satu perjalanan terdapat proses pemeliharaan yang panjang. Lebih dari 12 ribu unit sarana membutuhkan dukungan material, tenaga teknis, Balai Yasa, depo, serta jadwal perawatan yang disiplin,” ujar Anne.

Suku cadang sarana digunakan untuk perawatan rutin dan berkala terhadap lokomotif, kereta penumpang, kereta pembangkit, kereta diesel, kereta listrik, dan gerbong yang dilaksanakan pada Balai Yasa dan depo di berbagai Daerah Operasi dan Divisi Regional.

Sementara suku cadang prasarana digunakan untuk mendukung perawatan jalan rel, jembatan, perlintasan, persinyalan, instalasi listrik, dan instalasi komunikasi. Nilainya mencapai Rp224,73 miliar per Juni 2026.

Arah pengelolaan aset KAI juga semakin menekankan pendekatan siklus hidup berbasis data agar keputusan perawatan dan peremajaan dapat dilakukan sesuai kondisi serta tingkat risiko aset.

“Keandalan perjalanan dimulai jauh sebelum kereta berangkat. Pengelolaan material dan pemeliharaan menjadi pekerjaan yang berlangsung setiap hari untuk memastikan sarana dan prasarana siap digunakan,” tutup Anne.(fahmi)

 

Baca Lainnya

KAI Services Perkuat Layanan Premium di Balik Perjalanan Nusantara Explorer

1 Oktober 2026 - 09:56 WIB

KAI Services Apresiasi Petugas Keamanan yang Bantu Penumpang Melahirkan di KRL

1 Oktober 2026 - 04:55 WIB

KAI Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang, 748 Petugas PJL Disertifikasi hingga Tutup 1.329 Perlintasan Liar

30 September 2026 - 22:52 WIB

Ranting Pohon Tumbang Timpa Kabel LAA, Perjalanan KRL Bogor Terganggu

30 September 2026 - 17:00 WIB

Tarif TransJakarta 2027 Diusulkan jadi Rp5.000

30 September 2026 - 14:56 WIB

KAI-INKA Bakal Disatukan

30 September 2026 - 13:00 WIB

KAI Luncurkan Nusantara Explorer, Perjalanan Premium yang Membawa Cerita Indonesia di Atas Rel

29 September 2026 - 23:36 WIB

Direktur Utama KAI: 81 Tahun Perjalanan Kereta Api Indonesia Berawal dari Sejarah, Bergerak Menuju Masa Depan

29 September 2026 - 23:20 WIB

KAI Tegaskan Rekomendasi KNKT Tak Berhenti di Dokumen, Diterapkan di Lapangan

29 September 2026 - 20:24 WIB

KAI Kooperatif dalam Proses Hukum dan Pastikan Pendampingan bagi Masinis Terkait Insiden Bekasi Timur

29 September 2026 - 20:09 WIB

Trending di PERISTIWA