Menu

Mode Gelap
Respons Cepat Hadapi Lonjakan Logistik di Ketapang, Layanan Penyeberangan Tetap Terkendali KAI Daop 1 Jakarta Catat Lonjakan Mobilitas Selama Long Weekend Wafat Yesus Kristus Komunitas Seni Kuflet Gelar Tur Literasi Sumatera di Jambi, Sasar Kampus hingga Komunitas INDOSIAR Luncurkan “Band Academy”, Upaya Hidupkan Kembali Era Musik Band Indonesia Rayakan Liburan dengan Perjalanan Hemat, DAMRI Hadirkan Promo “Twin Date 4.4 Kelola 196 Ribu Penumpang, Pelindo Regional 2 Pastikan Kelancaran Arus Lebaran 2026

RAGAM

Kampung Dedalu Rawan Longsor, Warga Diliputi Ketakutan Saat Turun hujan

badge-check


 Kampung Dedalu Rawan Longsor, Warga Diliputi Ketakutan Saat Turun hujan Perbesar

Wartatrans.com, TAKENGON — Kampung Dedalu, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, kembali dilanda kekhawatiran akibat ancaman longsor yang terus mengintai. Warga yang kini tinggal di posko pengungsian mengaku selalu diliputi rasa takut setiap kali hujan turun, meski hanya gerimis, Minggu (18/1/2026).

“Lebih baik mengungsi dulu daripada tinggal di rumah tapi tidak tenang. Sedikit gerimis saja sudah was-was, teringat kejadian longsor,” ujar salah seorang warga pengungsi.

Kondisi Kampung Dedalu dinilai sudah tidak layak huni dan sangat berbahaya. Letaknya berada tepat di bawah Gunung Gayo (Bur Gayo) dengan kemiringan tebing sekitar 40 derajat.

Setiap hujan turun, ancaman longsor dari lereng gunung disertai material tanah dan pepohonan kerap mengarah ke permukiman warga. Bahkan menutupi akses jalan menuju Kecamatan Bintang.

Peristiwa longsor bukan kali pertama terjadi. Dalam kejadian terbaru, empat rumah warga dilaporkan ikut terseret material longsor.

Kejadian serupa disebut sudah berulang kali terjadi secara terus-menerus, sehingga menimbulkan trauma mendalam bagi masyarakat setempat.

Situasi ini menjadi keprihatinan bersama dan sekaligus pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah.

Warga berharap adanya langkah cepat dan nyata, terutama relokasi ke tempat yang lebih aman, demi keselamatan jiwa dan keberlangsungan hidup mereka.

“Harapan kami hanya satu, segera direlokasi ke tempat yang aman. Kami sudah tidak sanggup hidup dalam ketakutan,” ungkap warga lainnya.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rayakan Liburan dengan Perjalanan Hemat, DAMRI Hadirkan Promo “Twin Date 4.4

2 April 2026 - 23:40 WIB

Kelola 196 Ribu Penumpang, Pelindo Regional 2 Pastikan Kelancaran Arus Lebaran 2026

2 April 2026 - 23:02 WIB

Dukung Persiapan Konsumsi Jemaah Haji, Garuda Terbangkan 15 Ton Makanan Siap Saji ke Jeddah

2 April 2026 - 19:36 WIB

Cerita dari Bukit Sinyonya: FIFGROUP Wujudkan Desa Sejahtera dan Sekolah yang Lebih Layak 

2 April 2026 - 18:29 WIB

Advokad Wahyudi Perkuat Lini Hukum Wartatrans.com, Respons Meningkatnya Risiko Sengketa Media Digital

2 April 2026 - 16:48 WIB

Pengaturan Gate Pass Terkoordinasi dan Terukur, Arus Barang di Pelabuhan Tanjung Priok Tetap Lancar

2 April 2026 - 16:45 WIB

Advokat Nourman, SH Gabung Di Wartatrans.com sebagai Kuasa Hukum, Perkuat Profesionalisme Media

2 April 2026 - 16:32 WIB

Sumur Bor untuk Warga Terdampak Bencana di Aceh Utara Rampung, Aktivis: Ini Awal Pemulihan

2 April 2026 - 15:49 WIB

Pengukuhan Imuem Syiek Abu Indrapuri Picu Polemik, Kuasa Hukum BKM Minta Polda Periksa Bupati Aceh Besar

2 April 2026 - 14:56 WIB

Di Galery Ruang Darmin, Yahya TS Tegaskan Identitas Betawi Lewat Pameran “Betawie Punye Yahye”

2 April 2026 - 09:20 WIB

Trending di RAGAM