Menu ✖

Mode Gelap
PNM Tanam 5.850 Pohon Endemik, Perkuat Upaya Pelestarian Lingkungan di Tujuh Daerah Rekomendasi Pra-Munas APPSI, Sudaryono Diusung Kembali Jadi Ketua Umum 2026-2031 Road to IMOS 2026, FIFGROUP Berikan Pengalaman Wisata Edukatif bagi 34 Anak Panti Asuhan Jalin Kerja Sama dengan RS Pusat Pertamina, DAMRI Perkuat Layanan Kesehatan Bagi Karyawan Pelindo Regional 4 Peduli, Salurkan Air Bersih untuk Warga Pesisir Makassar Hadapi Libur Nataru, Menhub Dudy Ingatkan 6 Faktor Utama Ini

RAGAM

Kampung Dedalu Rawan Longsor, Warga Diliputi Ketakutan Saat Turun hujan

badge-check


 Kampung Dedalu Rawan Longsor, Warga Diliputi Ketakutan Saat Turun hujan Perbesar

Wartatrans.com, TAKENGON — Kampung Dedalu, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, kembali dilanda kekhawatiran akibat ancaman longsor yang terus mengintai. Warga yang kini tinggal di posko pengungsian mengaku selalu diliputi rasa takut setiap kali hujan turun, meski hanya gerimis, Minggu (18/1/2026).

“Lebih baik mengungsi dulu daripada tinggal di rumah tapi tidak tenang. Sedikit gerimis saja sudah was-was, teringat kejadian longsor,” ujar salah seorang warga pengungsi.

Kondisi Kampung Dedalu dinilai sudah tidak layak huni dan sangat berbahaya. Letaknya berada tepat di bawah Gunung Gayo (Bur Gayo) dengan kemiringan tebing sekitar 40 derajat.

Setiap hujan turun, ancaman longsor dari lereng gunung disertai material tanah dan pepohonan kerap mengarah ke permukiman warga. Bahkan menutupi akses jalan menuju Kecamatan Bintang.

Peristiwa longsor bukan kali pertama terjadi. Dalam kejadian terbaru, empat rumah warga dilaporkan ikut terseret material longsor.

Kejadian serupa disebut sudah berulang kali terjadi secara terus-menerus, sehingga menimbulkan trauma mendalam bagi masyarakat setempat.

Situasi ini menjadi keprihatinan bersama dan sekaligus pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah.

Warga berharap adanya langkah cepat dan nyata, terutama relokasi ke tempat yang lebih aman, demi keselamatan jiwa dan keberlangsungan hidup mereka.

“Harapan kami hanya satu, segera direlokasi ke tempat yang aman. Kami sudah tidak sanggup hidup dalam ketakutan,” ungkap warga lainnya.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Rekomendasi Pra-Munas APPSI, Sudaryono Diusung Kembali Jadi Ketua Umum 2026-2031

3 November 2026 - 01:39 WIB

Road to IMOS 2026, FIFGROUP Berikan Pengalaman Wisata Edukatif bagi 34 Anak Panti Asuhan

2 November 2026 - 21:18 WIB

Jalin Kerja Sama dengan RS Pusat Pertamina, DAMRI Perkuat Layanan Kesehatan Bagi Karyawan

2 November 2026 - 20:10 WIB

Pelindo Regional 4 Peduli, Salurkan Air Bersih untuk Warga Pesisir Makassar

2 November 2026 - 20:03 WIB

Pemuda Kalai Anim Didorong Kuasai Jurnalistik, Suarakan Aspirasi Kampung Lewat Media

2 November 2026 - 15:53 WIB

Formas dan BNPB Bahas Uji Coba Kembali Cairan Penanggulangan Karhutla di Sumatera Selatan

2 November 2026 - 14:19 WIB

H. Fikri Hudi Oktiarwan Gelar Pendidikan Politik Kewarganegaraan, Diikuti 300 Peserta dari Berbagai Kecamatan di Kabupaten Bogor

2 November 2026 - 13:22 WIB

Ananda Omesh Punya Banyak Cerita dengan Kereta, Jadi Brand Ambassador Kampanye Ayo Naik Kereta

2 November 2026 - 10:29 WIB

Teuku Iskandar Muda pimpin ORARI Bener Meriah, Muslok pertama tetapkan arah organisasi

1 November 2026 - 17:52 WIB

Borobudur Disorot: Kesejahteraan Warga dan Kontroversi Konser Andrea Bocelli

1 November 2026 - 11:31 WIB

Trending di PERISTIWA