Wartatrans.com, TAKENGON — Kampung Dedalu, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, kembali dilanda kekhawatiran akibat ancaman longsor yang terus mengintai. Warga yang kini tinggal di posko pengungsian mengaku selalu diliputi rasa takut setiap kali hujan turun, meski hanya gerimis, Minggu (18/1/2026).
“Lebih baik mengungsi dulu daripada tinggal di rumah tapi tidak tenang. Sedikit gerimis saja sudah was-was, teringat kejadian longsor,” ujar salah seorang warga pengungsi.

Kondisi Kampung Dedalu dinilai sudah tidak layak huni dan sangat berbahaya. Letaknya berada tepat di bawah Gunung Gayo (Bur Gayo) dengan kemiringan tebing sekitar 40 derajat.
Setiap hujan turun, ancaman longsor dari lereng gunung disertai material tanah dan pepohonan kerap mengarah ke permukiman warga. Bahkan menutupi akses jalan menuju Kecamatan Bintang.
Peristiwa longsor bukan kali pertama terjadi. Dalam kejadian terbaru, empat rumah warga dilaporkan ikut terseret material longsor.
Kejadian serupa disebut sudah berulang kali terjadi secara terus-menerus, sehingga menimbulkan trauma mendalam bagi masyarakat setempat.
Situasi ini menjadi keprihatinan bersama dan sekaligus pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah.
Warga berharap adanya langkah cepat dan nyata, terutama relokasi ke tempat yang lebih aman, demi keselamatan jiwa dan keberlangsungan hidup mereka.
“Harapan kami hanya satu, segera direlokasi ke tempat yang aman. Kami sudah tidak sanggup hidup dalam ketakutan,” ungkap warga lainnya.*** (Kamaruzzaman)


