Menu

Mode Gelap
Momentum HUT Ke-13, IPC TPK Hadirkan Khitanan Massal untuk Masyarakat Ombudsman RI Tinjau Pelabuhan Tanjung Priok, Pelayanan Publik Pelindo Tuai Apresiasi Persib Bandung Matangkan Rencana IPO, Pengamat Ingatkan Risiko Saham Klub Sepak Bola BP3 Curug dan TNI AU Gelar Pelatihan Dangerous Goods Indonesia jadi Tuan Rumah ICAO CAEP Working Group 5 Suasana Hangat Stasiun Yogyakarta, Penumpang Padati Perjalanan KRL, KA Bandara, hingga KA Jarak Jauh

RAGAM

Kampung Dedalu Rawan Longsor, Warga Diliputi Ketakutan Saat Turun hujan

badge-check


 Kampung Dedalu Rawan Longsor, Warga Diliputi Ketakutan Saat Turun hujan Perbesar

Wartatrans.com, TAKENGON — Kampung Dedalu, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, kembali dilanda kekhawatiran akibat ancaman longsor yang terus mengintai. Warga yang kini tinggal di posko pengungsian mengaku selalu diliputi rasa takut setiap kali hujan turun, meski hanya gerimis, Minggu (18/1/2026).

“Lebih baik mengungsi dulu daripada tinggal di rumah tapi tidak tenang. Sedikit gerimis saja sudah was-was, teringat kejadian longsor,” ujar salah seorang warga pengungsi.

Kondisi Kampung Dedalu dinilai sudah tidak layak huni dan sangat berbahaya. Letaknya berada tepat di bawah Gunung Gayo (Bur Gayo) dengan kemiringan tebing sekitar 40 derajat.

Setiap hujan turun, ancaman longsor dari lereng gunung disertai material tanah dan pepohonan kerap mengarah ke permukiman warga. Bahkan menutupi akses jalan menuju Kecamatan Bintang.

Peristiwa longsor bukan kali pertama terjadi. Dalam kejadian terbaru, empat rumah warga dilaporkan ikut terseret material longsor.

Kejadian serupa disebut sudah berulang kali terjadi secara terus-menerus, sehingga menimbulkan trauma mendalam bagi masyarakat setempat.

Situasi ini menjadi keprihatinan bersama dan sekaligus pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah.

Warga berharap adanya langkah cepat dan nyata, terutama relokasi ke tempat yang lebih aman, demi keselamatan jiwa dan keberlangsungan hidup mereka.

“Harapan kami hanya satu, segera direlokasi ke tempat yang aman. Kami sudah tidak sanggup hidup dalam ketakutan,” ungkap warga lainnya.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Momentum HUT Ke-13, IPC TPK Hadirkan Khitanan Massal untuk Masyarakat

8 Juli 2026 - 12:43 WIB

Ombudsman RI Tinjau Pelabuhan Tanjung Priok, Pelayanan Publik Pelindo Tuai Apresiasi

8 Juli 2026 - 12:32 WIB

Mendagri Tito Karnavian Temui Tokoh Masyarakat Enang-Enang, Bahas Solusi Jalan dan Jembatan

7 Juli 2026 - 23:54 WIB

Pelindo Solusi Digital Perkuat Rantai Pasok Nasional Lewat Implementasi Produk Digital Pelabuhan

7 Juli 2026 - 20:57 WIB

Terminal Teluk Lamong Gandeng Suara Surabaya Media, Perkuat Edukasi Publik untuk Mitigasi Kepadatan Arus Logistik

7 Juli 2026 - 20:20 WIB

13 Keuchik Kluet Tengah Bersatu Desak Pemerintah Segera Tetapkan WPR

7 Juli 2026 - 13:10 WIB

Mustafa Gaseu Soroti 60 Unit Rumah Bantuan APBA di Aceh Barat Mangkrak, Desak Pemerintah Aceh Segera Tuntaskan Pembangunan

7 Juli 2026 - 12:15 WIB

Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Teguhkan Komitmen Pelayanan Melalui Penandatanganan Maklumat Pelayanan

6 Juli 2026 - 17:38 WIB

Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok Gelar Serah Terima Jabatan Nakhoda Kapal Negara Patroli, Perkuat Profesionalisme dan Keselamatan Pelayaran

6 Juli 2026 - 17:30 WIB

For-PAS Soroti Belanja Publikasi Media Online Rp260 Juta, Minta Dinas Pariwisata Berlaku Adil kepada Seluruh Media

6 Juli 2026 - 17:01 WIB

Trending di RAGAM