Menu

Mode Gelap
Angkutan Retail KAI Tumbuh 4,86 Persen pada Januari–April 2026 Diikuti Peserta dari 5 Negara, BPSDMP Sukses Gelar Pelatihan VCT PTPN I Beri 500 Masyarakat Langkat Gratis Berobat Wakaf Al-Qur’an Disalurkan untuk Warga Lhokseumawe, Relawan dan TNI Bersinergi Tebar Kebaikan KAI Perkuat Kesiapan Implementasi Biodiesel B50 pada Sarana Kereta Api KAI Layani 960.893 Pelanggan Selama Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus

ANJUNGAN

Kemenhub Fasilitasi Penyerahan Asuransi dan Pemulangan Jenazah Pelaut

badge-check


 Penyerahan asuransi pelaut Perbesar

Penyerahan asuransi pelaut

Wartatrans.com, JAKARTA – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Perkapalan dan Kepelautan (Ditkapel) memiliki peran dalam memfasilitasi penyerahan asuransi dan santunan kematian kepada ahli waris pelaut/awak kapal Indonesia yang meninggal dunia saat bekerja di kapal.

Hal ini merupakan salah satu wujud kehadiran pemerintah dalam bidang perlindungan terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) dengan memperjuangkan hak-hak para pelaut/awak kapal.

“Pemerintah mengatur dan mengawasi hubungan kerja antara pelaut/awak kapal dengan perusahaan pelayaran, serta memastikan pelaut/awak kapal mendapatkan hak-haknya dan perlakuan yang adil,” ujar Direktur Perkapalan dan Kepelautan Samsuddin, Rabu (12/11/2025).

Adapun dalam tiga bulan terakhir, Direktorat Perkapalan dan Kepelautan telah memfasilitasi beberapa penyerahan asuransi dan penjemputan jenazah pelaut Indonesia.

Penyerahan asuransi diberikan kepada ahli waris pelaut Indonesia atas nama Almarhum Agustin Eri Wibowo yang meninggal saat bekerja di kapal G. SWAN berbendera Panama 19 Mei 2025.

Penyerahan asuransi ini diberikan PT Jasindo Duta Segara kepada istri almarhum selaku ahli waris sebesar Rp2.626.009.344 pada Senin (29/9) di Kantor Kementerian Perhubungan Jakarta.

Selain itu, JDS juga menyerahkan asuransi kepada ahli waris pelaut yang meninggal dunia
5 Juni 2025 saat bekerja di kapal HL. Samcheonpo sebesar USD 116.229 di Kantor Kementerian Perhubungan Jakarta, Selasa (11/11)2025).

Penyerahan asuransi ini dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku pada Perjanjian Kerja Laut (PKL).

Samsuddin menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga pelaut dan berterima kasih kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu seluruh proses hingga diterimanya asuransi oleh keluarga almarhum.

“Kami sampaikan terima kasih atas dedikasi almarhum sebagai pelaut Indonesia, juga apresiasi kepada perusahaan pelayaran yang telah memenuhi hak-hak pelaut dengan memberikan asuransi dan santunan kematian,” katanya.

Penyerahan Asuransi juga diberikan kepada pelaut/awak kapal yang bekerja di kapal MT Ardmore berbendera Liberia atas nama Almarhum Subandi. Adapun santunan yang diberikan sebesar USD 186.085 atau setara dengan Rp3.102.781.290.

Penyerahan santunan dilakukan secara simbolis oleh Direktur Perkapalan dan Kepelautan Samsuddin dan perwakilan PT BSM Crew Service Centre Indonesia kepada keluarga Almarhum Subandi melalui ahli warisnya dalam hal ini istri almarhum, di sela-sela kegiatan Kampanye Keselamatan Pelayaran di Banjarmasin, Kamis (25/9/2025).

Almarhum Subandi meninggal dunia pada 30 Maret 2025 di RS Muhammadiyah Lamongan.

Kemudian Keagenan Awak Kapal PT BSM Crew Service Centre Indonesia menerima laporan medis selama almarhum menjalani perawatan di RS Muhammadiyah dan meneruskannya kepada principal yaitu Bernhard Schulte Shipmanagement (Singapore) PTE. LTD.

Setelah itu, pihak asuransi P&I Club dan perusahaan memastikan akan memberikan santunan kematian kepada almarhum.

Fasilitasi Penjemputan Jenazah Pelaut Indonesia

Selain penyerahan asuransi, Direktorat Perkapalan dan Kepelautan juga memfasilitasi pemulangan jenazah pelaut Indonesia atas nama Ilham Amirul Soleh yang mengalami kecelakaan kerja di kapal JIN FENG NO. 998 dari Manning Agency PT Mutiara Jasa Bahari dari Shanghai Republik Rakyat Tiongkok.

Jenazah dipulangkan ke Tanah Air dan tiba di Terminal Kargo Internasional Bandara Soekarno Hatta pada Rabu (30/9/2025).

Turut hadir pada penjemputan jenazah perwakilan dari Kementerian Perhubungan, Kementerian Luar Negeri, serta Perwakilan Asosiasi Pekerja Perikanan Indonesia.

“Kemenhub hadir untuk memfasilitasi kepulangan pelaut yang meninggal saat bekerja di kapal. Hal tersebut menjadi salah satu tugas dan wujud kehadiran pemerintah dalam bidang perlindungan WNI, antara lain membantu memperjuangkan hak-hak pelaut yang mengalami musibah/sakit/kecelakaan saat bertugas,” pungkas Samsuddin. (omy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KPLP Sigap Evakuasi 28 Penumpang KMP Mutiara Persada III Akibat Gangguan Mesin di Selat Sunda

18 Mei 2026 - 09:30 WIB

Ferry jadi Moda Pilihan Utama Masyarakat, Trafik Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus Ramai

17 Mei 2026 - 18:20 WIB

PT Pelindo Jasa Maritim Perkuat Kompetensi SDM melalui Endorsement Pandu Batch 1

16 Mei 2026 - 16:57 WIB

IPC TPK Panjang Perbesar Kapasitas Bongkar Muat dengan QCC Post Panamax

16 Mei 2026 - 16:55 WIB

ASDP Raih Penghargaan Top CSR 2026 Berkat Program Mudik Ramah Anak

14 Mei 2026 - 21:14 WIB

BKKP dan UPP Indramayu Dorong Penerapan K3 dan MCU Berkala bagi Stakeholder Pelabuhan

14 Mei 2026 - 12:06 WIB

Kunjungan Mahasiswa UI ke IPC TPK, Sinkronisasi Teori Akademik dan Realita Industri Pelabuhan

13 Mei 2026 - 20:35 WIB

KSP Dudung Abdurachman Tinjau Langsung Pelindo, Dukung Penguatan Tata Kelola Pelabuhan Nasional

13 Mei 2026 - 19:41 WIB

PT Pelindo Solusi Maritim Modernisasi Crane Pelabuhan dengan Pembaruan Sistem Komputerisasi

13 Mei 2026 - 18:30 WIB

Libur Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus, ASDP Perkuat Akses Wisata Danau Toba

13 Mei 2026 - 17:47 WIB

Trending di ANJUNGAN