Menu ✖

Mode Gelap
Ekspor Perikanan Maluku Tembus Rp700 Miliar, Serap 1.102 Tenaga Kerja KAI Angkut 191 Ribu Ton Barang Retail hingga September 2026, Dorong Efisiensi Logistik Kemenhub dan Kemenlu Fasilitasi Kepulangan 4 Awak Kapal Korban Pembajakan di Somalia Lima Tahun Bersatu, Terminal Teluk Lamong Terus Tumbuh dan Bertransformasi Bersama Pelindo B50 Jadi Program Utama KAI, Target Pangkas Emisi 133.676 Ton CO₂e Pelindo Regional 2 Dorong Generasi Muda Kenali Strategi dan Bisnis Kepelabuhanan

BANDARA

Kemenhub Pantau Dampak Asap Karhutla di Kalimantan terhadap Operasional Penerbangan

badge-check


 Salah satu bandara di Kalimantan Perbesar

Salah satu bandara di Kalimantan

Wartatrans.com, JAKARTA – Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus memantau pergerakan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kalimantan dan dampaknya terhadap operasional penerbangan di sejumlah bandar udara.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menyampaikan, jarak pandang (visibility) merupakan salah satu faktor penting dalam keselamatan penerbangan.

Bila berada di bawah batas operasional yang dipersyaratkan, penerbangan dapat ditunda, dialihkan, maupun dibatalkan.

“Keselamatan penerbangan merupakan prioritas utama. Operator wajib melakukan penyesuaian apabila kondisi jarak pandang tidak memenuhi persyaratan. Kami terus memantau kondisi dan berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan,” ungkap Lukman, Jumat (21/8/2026).

Asap tebal berdampak pada operasional Bandara Singkawang (SKJ) dan menyebabkan pembatalan sejumlah penerbangan.

Pada 16 Agustus 2026, dengan jarak pandang sekitar 3.000 meter, penerbangan TransNusa terdampak dengan jumlah 174 penumpang rute Bandara Soekarno Hatta (CGK) – Bandara Singkawang (SKJ) dan 153 penumpang SKJ-CGK.

Super Air Jet terdampak dengan 180 penumpang CGK-SKJ dan 87 penumpang SKJ-CGK.

Pada 18 Agustus, jarak pandang sekitar 2.000 meter, TransNusa terdampak masing-masing 174 penumpang pada rute CGK-SKJ dan SKJ-CGK, sedangkan Super Air Jet masing-masing 180 dan 179 penumpang.

Pada 19 Agustus, jarak pandang sekitar 2.500 meter, TransNusa terdampak masing-masing 164 dan 165 penumpang pada rute CGK-SKJ dan SKJ-CGK, sementara Super Air Jet masing-masing 180 penumpang pada kedua rute tersebut.

Penumpang terdampak memperoleh penanganan berupa full refund dan perubahan tanggal penerbangan secara gratis hingga tujuh hari ke depan, sesuai kebijakan maskapai.

Di Kalimantan Timur, pemantauan dilakukan di tujuh bandar udara, yakni Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, APT Pranoto, Kalimarau, Nusantara, Datah Dawai, Maratua, dan Melalan. Bandara Nusantara, Datah Dawai, Maratua, dan Melalan beroperasi normal, sementara bandara lainnya terus dipantau.

Di Kalimantan Tengah, pemantauan dilakukan di Bandara Tjilik Riwut, Iskandar, H. Asan, H.M. Sidik, Tumbang Samba, Kuala Kurun, Kuala Pembuang, Sanggu, dan Bandara Khusus Puruk Cahu. Bandara Tumbang Samba dan Bandara Khusus Puruk Cahu beroperasi normal.

Dampak asap di Bandara Iskandar-Pangkalan Bun (PKN) menyebabkan keterlambatan penerbangan NAM Air, yaitu CGK-PKN dari 07.00 menjadi 08.50 WIB, PKN-SRG dari 07.30 menjadi 09.38 WIB, SRG-PKN dari 10.15 menjadi 12.05 WIB, dan PKN-SUB dari 10.45 menjadi 12.34 WIB.

Di Kalimantan Utara, pemantauan dilakukan di Bandara Juwata, Tanjung Harapan, Yuvai Semaring, Kolonel Robert Atty Bessing, Long Apung, dan Nunukan. Bandara Tanjung Harapan dan Nunukan beroperasi normal, sedangkan bandara lainnya terus dipantau.

Ditjen Perhubungan Udara menginstruksikan seluruh penyelenggara bandar udara dan operator penerbangan untuk meningkatkan kewaspadaan serta memantau cuaca dan jarak pandang secara berkala.

“Penyesuaian penerbangan dilakukan berdasarkan kondisi aktual dan pertimbangan keselamatan, sehingga jadwal dapat berubah sewaktu-waktu,” ujar Lukman.

“Kami mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan dari dan ke wilayah terdampak asap untuk memerhatikan informasi terbaru dari maskapai dan bandar udara serta mengikuti arahan petugas apabila terjadi penyesuaian penerbangan.”

Ditjen Perhubungan Udara bersama penyelenggara bandar udara, maskapai, AirNav Indonesia, BMKG, dan instansi terkait terus berkoordinasi memantau perkembangan karhutla di seluruh wilayah Indonesia dan dampaknya terhadap penerbangan. (omy)

 

Baca Lainnya

Bandara Lombok Sambut Kedatangan Ofisial, Kru, Pembalap, dan Kargo MotoGP 2026

7 Oktober 2026 - 16:53 WIB

Garuda Indonesia Group Siapkan 14 Ribu Kursi, Antisipasi Lonjakan Jelang MotoGP Mandalika

7 Oktober 2026 - 14:47 WIB

GMF Teken Pengembangan Operasional MRO di Oman

5 Oktober 2026 - 16:54 WIB

AirBorneo Buka Penerbangan Kuching-Jakarta

5 Oktober 2026 - 16:13 WIB

InJourney Airports Pastikan Kesiapan 3 Bandara Dukung MotoGP Mandalika

4 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Lepas Pengelolaan Bandara Dhoho Kediri, Ini Penjelasan InJourney Airports

3 Oktober 2026 - 16:31 WIB

Lokakarya Forwahub di Bandung

Menhub Dudy Tegaskan  Keselamatan Transportasi Harus jadi Perhatian Utama

3 Oktober 2026 - 14:48 WIB

Qantas Group Bidik Ekspansi Indonesia, Ajukan 4.539 Kursi per Pekan

2 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Perawatan Sistem Avionik, FL Technics Indonesia Gandeng GE Aerospace

1 Oktober 2026 - 18:49 WIB

InJourney Airports dan SDhI Rampungkan Transisi Pengelolaan Bandara Dhoho

1 Oktober 2026 - 18:33 WIB

Trending di BANDARA