Wartatrans.com, JAKARTA — Persoalan kemiskinan desa dinilai kini mulai menjalar ke kawasan perkotaan akibat belum meratanya pembangunan nasional. Fenomena meningkatnya jumlah pekerja ojek di hampir seluruh daerah disebut menjadi salah satu indikator munculnya “miskin kota” di tengah terbatasnya lapangan pekerjaan produktif.
Pandangan tersebut disampaikan Robertho Manurung yang menilai arah pertumbuhan ekonomi Indonesia berpotensi mengalami kemunduran apabila pembangunan tidak kembali menitikberatkan pada sektor pedesaan dan pertanian.

Menurut Robertho, Indonesia sebagai negara agraris seharusnya memperkuat pembangunan infrastruktur desa, mulai dari sistem pengairan, waduk, transportasi hasil pertanian, hingga penyediaan fasilitas pengawetan hasil panen. Ia juga menilai subsidi pertanian perlu diperkuat guna meningkatkan kualitas dan produktivitas hasil pertanian nasional.
“Pemerataan pembangunan harus menjadi prioritas utama. Desa merupakan soko guru perekonomian nasional. Jika pembangunan desa lemah, maka dampaknya akan menjalar ke kota dan memunculkan persoalan sosial-ekonomi baru,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (26/5/2026).
Ia menjelaskan, kemajuan sektor agraris akan menjadi fondasi penting bagi industrialisasi nasional. Menurutnya, pertanian yang kuat akan mendorong berkembangnya industri pengolahan, meningkatkan penyerapan tenaga kerja, memperbesar ekspor pangan, menambah penerimaan pajak negara, serta membantu mengendalikan inflasi.
Robertho juga menyoroti sejumlah program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih (KMP), dan pembangunan Sekolah Rakyat Berkualitas agar diarahkan lebih fokus kepada wilayah pedesaan, daerah pertanian, serta masyarakat miskin yang benar-benar membutuhkan.
Ia menilai rendahnya pembangunan desa selama ini telah memunculkan dampak sosial-ekonomi yang nyata di kawasan perkotaan. Salah satunya terlihat dari berkembangnya sektor ojek yang kini menjadi pilihan pekerjaan bagi berbagai lapisan masyarakat.
“Apabila pembangunan desa diperkuat secara serius dan berkelanjutan, maka akan tercipta kemakmuran bangsa, keadilan sosial, serta keberhasilan pemerintah dalam mewujudkan kedaulatan rakyat sebagai pemegang mandat negara,” katanya.
Robertho Manurung diketahui pernah menjabat sebagai Ketua Pemuda Tani Nasional HKTI, Ketua Pemuda Tani HKTI DKI Jakarta, serta aktif di KNPI dan Kosgoro Jawa Tengah. Saat ini ia aktif dalam Ikatan Pensiunan/Werdatama Sospol/Kesbangpol Provinsi DKI Jakarta dan menjabat Sekretaris Dewan Pakar DPD Partai NasDem DKI Jakarta.
Rilis tersebut disampaikan sebagai bagian dari pemikiran dan rangsangan intelektual dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan dan ekonomi nasional saat ini.*** (LE Putra)






























