Menu

Mode Gelap
Idang Meulapeh Warnai Maulid Nabi di Jakarta, Tradisi Nagan yang Pernah Raih Rekor Dunia Haji Fikri: Pengawasan Pemerintahan Adalah Kewajiban Wakil Rakyat, Pejabat Diminta Jangan Korupsi FIFGROUP Perluas Manfaat Kampung Sehat melalui Sanitasi Layak dan Pencegahan Stunting KPK Ungkap Fakta Baru Kasus Unsoed, Ali Rokhman Ditunjuk Jadi Plt Rektor Menjaga Warisan Luhur: Peringatan Maulid Nabi Besar SAW di Masjid Istiqamah Desa Simpang Kelaping Sarat Adat dan Budaya Lewat Panggung Seni, Guruh Sukarno Putra Ajak Masyarakat Peduli Anak Penyintas Kanker

Uncategorized

Kemiskinan Desa Dinilai Menjalar ke Kota, Pemerataan Pembangunan Jadi Kunci Kebangkitan Ekonomi

badge-check


 Kemiskinan Desa Dinilai Menjalar ke Kota, Pemerataan Pembangunan Jadi Kunci Kebangkitan Ekonomi Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Persoalan kemiskinan desa dinilai kini mulai menjalar ke kawasan perkotaan akibat belum meratanya pembangunan nasional. Fenomena meningkatnya jumlah pekerja ojek di hampir seluruh daerah disebut menjadi salah satu indikator munculnya “miskin kota” di tengah terbatasnya lapangan pekerjaan produktif.

Pandangan tersebut disampaikan Robertho Manurung yang menilai arah pertumbuhan ekonomi Indonesia berpotensi mengalami kemunduran apabila pembangunan tidak kembali menitikberatkan pada sektor pedesaan dan pertanian.

Menurut Robertho, Indonesia sebagai negara agraris seharusnya memperkuat pembangunan infrastruktur desa, mulai dari sistem pengairan, waduk, transportasi hasil pertanian, hingga penyediaan fasilitas pengawetan hasil panen. Ia juga menilai subsidi pertanian perlu diperkuat guna meningkatkan kualitas dan produktivitas hasil pertanian nasional.

“Pemerataan pembangunan harus menjadi prioritas utama. Desa merupakan soko guru perekonomian nasional. Jika pembangunan desa lemah, maka dampaknya akan menjalar ke kota dan memunculkan persoalan sosial-ekonomi baru,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (26/5/2026).

Ia menjelaskan, kemajuan sektor agraris akan menjadi fondasi penting bagi industrialisasi nasional. Menurutnya, pertanian yang kuat akan mendorong berkembangnya industri pengolahan, meningkatkan penyerapan tenaga kerja, memperbesar ekspor pangan, menambah penerimaan pajak negara, serta membantu mengendalikan inflasi.

Robertho juga menyoroti sejumlah program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih (KMP), dan pembangunan Sekolah Rakyat Berkualitas agar diarahkan lebih fokus kepada wilayah pedesaan, daerah pertanian, serta masyarakat miskin yang benar-benar membutuhkan.

Ia menilai rendahnya pembangunan desa selama ini telah memunculkan dampak sosial-ekonomi yang nyata di kawasan perkotaan. Salah satunya terlihat dari berkembangnya sektor ojek yang kini menjadi pilihan pekerjaan bagi berbagai lapisan masyarakat.

“Apabila pembangunan desa diperkuat secara serius dan berkelanjutan, maka akan tercipta kemakmuran bangsa, keadilan sosial, serta keberhasilan pemerintah dalam mewujudkan kedaulatan rakyat sebagai pemegang mandat negara,” katanya.

Robertho Manurung diketahui pernah menjabat sebagai Ketua Pemuda Tani Nasional HKTI, Ketua Pemuda Tani HKTI DKI Jakarta, serta aktif di KNPI dan Kosgoro Jawa Tengah. Saat ini ia aktif dalam Ikatan Pensiunan/Werdatama Sospol/Kesbangpol Provinsi DKI Jakarta dan menjabat Sekretaris Dewan Pakar DPD Partai NasDem DKI Jakarta.

Rilis tersebut disampaikan sebagai bagian dari pemikiran dan rangsangan intelektual dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan dan ekonomi nasional saat ini.*** (LE Putra)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

ADEXCO Dorong Industrialisasi Kebencanaan dari Hulu ke Hilir, Dukung Penanganan Kahutla

25 Agustus 2026 - 08:42 WIB

Garuda Indonesia dan Citilink  Sabet Rating Keselamatan Tertinggi

25 Agustus 2026 - 07:51 WIB

Citilink Raih Sertifikasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan

24 Agustus 2026 - 11:09 WIB

Cilegon Jadi Klaster Industri Baru, Proyeksi Pabrik Kendaraan Listrik Rp10 Triliun

24 Agustus 2026 - 05:51 WIB

Kapasitas Terminal 1A Bandara Soekarno-Hatta Ditarget Naik 75% usai Revitalisasi

24 Agustus 2026 - 05:43 WIB

Tol HBR II Setinggi 38 Meter, Ditargetkan Rampung Awal 2028

23 Agustus 2026 - 19:46 WIB

Angkut Bantuan dengan Kapal PELNI, Kemenhub Beri Potongan Harga 100 Persen

21 Agustus 2026 - 19:07 WIB

Ciputra Life Catat Kinerja Positif 2025 dan Berlanjut di Semester I-2026

21 Agustus 2026 - 15:21 WIB

Rumput Laut dan Agar-agar Indonesia Bebas Tarif Tambahan AS, Peluang Pasar Ekspor Makin Terbuka

21 Agustus 2026 - 14:17 WIB

Kemenhub Perkuat Pengelolaan Keuangan 2026

21 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Trending di EKOBIS