Menu ✖

Mode Gelap
KRL Buatan INKA Bermasalah Lagi, Dua Rangkaian Gangguan hingga 5 Perjalanan Dibatalkan KAI Siapkan Integrasi LRT Jakarta dan Stasiun Manggarai, 8,17 Juta Aktivitas KRL Tercatat Hingga 2026, KAI Rawat 17.025 Bantalan Rel KA Beton dan 3.556 Bantalan Sintetis KAI Daop 1 Jakarta Imbau Penumpang KA Tiba di Stasiun 1 Jam Sebelum Berangkat KPK Mengonfirmasi Clue Pejabat Jateng yang Kena OTT di Klaten adalah Ahmad Luthfi. Menebar Kebaikan di Tanjung Barat Jaksel, PJBW & GPIB Berbagi Ratusan Paket Nasi Siap Saji ke Para Penerima Manfaat

EKOBIS

Catatan Iwan Piliang: Toke Sawit dan Mental Takut Miskin

badge-check


 Catatan Iwan Piliang: Toke Sawit dan Mental Takut Miskin Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Di banyak daerah penghasil sawit, ada gejala lama yang terus berulang: ketika muncul isu kebijakan baru, ketika ada kabar perubahan pajak, atau sekadar rumor pasar global, para toke tandan sawit buru-buru menurunkan harga beli ke petani. Belum apa-apa, harga sudah dipotong Rp300 sampai Rp1.000 per kilogram.

Cepat sekali mereka panik. Cepat sekali mereka menghukum petani.

Padahal, kalau kita membaca keadaan secara utuh, harga CPO dunia sedang tinggi. Permintaan ekspor masih kuat. Kebutuhan dalam negeri juga meningkat karena kebijakan B-50 yang membutuhkan pasokan sawit lebih besar. Secara logika pasar, mestinya petani ikut menikmati momentum ini. Tetapi yang terjadi justru sebaliknya: petani kembali dijadikan bantalan pertama setiap ada kekhawatiran.

Inilah watak dagang yang menurut saya bermasalah. Mental takut miskin.

Mereka sudah bertahun-tahun menikmati kekayaan dari tanah, dari kebun, dari keringat para petani kecil. Badan makin tambun, gudang makin penuh, kendaraan makin mahal. Tetapi rasa takut rugi tetap menjadi watak utama. Bahkan sebelum rugi benar-benar datang, mereka lebih dahulu menginjak warga di bawah.

Yang dipikirkan bukan bagaimana berbagi risiko, melainkan bagaimana menyelamatkan margin sendiri secepat mungkin.

Padahal ekonomi daerah tidak akan sehat jika rantai niaga dikuasai mental seperti ini. Petani selalu ditekan saat harga turun, tetapi tidak pernah benar-benar ikut menikmati saat harga naik. Ketika untung besar datang, keuntungan menumpuk di segelintir tangan. Namun ketika ada potensi tekanan pasar, rakyat kecil yang pertama diminta menanggung beban.

Lalu kita heran mengapa ketimpangan di daerah penghasil sawit tidak pernah selesai.

Karena itu saya sering mengatakan: jangan sampai pejabat daerah, anggota DPRD, atau elite lokal ikut latah menjadi “cemen” seperti ini. Jabatan publik bukan alat untuk ikut menjaga ketakutan para pemodal, melainkan memastikan keadilan ekonomi tetap berjalan.

Negara harus hadir membaca situasi secara jernih. Kalau harga global bagus, kalau permintaan meningkat, maka petani juga berhak menikmati harga yang layak. Jangan setiap ada desas-desus kebijakan, yang langsung dipotong justru penghasilan rakyat kecil.

Keberanian ekonomi itu diuji saat situasi belum pasti. Bukan dengan buru-buru menekan yang lemah.

Sebab daerah yang kuat bukan daerah yang hanya kaya sumber daya, melainkan daerah yang punya keberanian moral untuk tidak terus-menerus membebankan ketakutan elite kepada rakyatnya.***

Jakarta – 2026.

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Gapura Angkasa Sukses Dukung Gelaran MotoGP Mandalika 2026

16 Oktober 2026 - 15:10 WIB

Hingga September 2026, Jasa Raharja Salurkan Santunan Korban Kecelakaan Rp2,19 Triliun

15 Oktober 2026 - 21:20 WIB

Momentum HUT Ke-56, INACA Ajak Semua Stakeholder Perkuat Industri Penerbangan

15 Oktober 2026 - 20:57 WIB

KAI Services Perluas Pasar Kuliner Kereta Lewat Pameran Pangan Nusa 2026

15 Oktober 2026 - 20:46 WIB

1.300 Penari Siap Terangi Malam Banyuwangi, Tampil Glow in the Dark!

15 Oktober 2026 - 15:08 WIB

myJasfren Jasa Raharja Hadirkan Fitur Jaminanku, Akses Layanan jadi Makin Mudah

15 Oktober 2026 - 09:15 WIB

Perluas Pasar Ekspor-Impor, IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI, Tiongkok, dan Thailand

14 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Pelindo Kembali Layani Pemindahan Muatan Antarkapal di Nipa Kepri

14 Oktober 2026 - 16:54 WIB

KAMAKSI Mendorong Transformasi Perumda Pasar Jaya dan Penguatan Ketahanan Pangan Propinsi DKI Jakarta

14 Oktober 2026 - 15:26 WIB

Gajah Tunggal Berencana Investasi Rp 10 Triliun Bangun Pabrik Ban EV

14 Oktober 2026 - 14:38 WIB

Trending di EKOBIS