Menu

Mode Gelap
INKOPPAS Dorong Modernisasi Koperasi Pasar, Siapkan Tujuh Program Strategis Nasional Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Serahkan Bantuan Program Pelindo Berbagi Hewan Qurban Seni Rupa Masuk Mal, Pameran Nasional 2026 Digelar di Semanggi Bunga Rampai Kebudayaan Gayo: Menjaga Identitas di Tengah Perubahan Zaman Pelindo Gelar Soft Launching Layanan Kepelabuhanan di Perairan Nipa PT Terminal Teluk Lamong Tebar Manfaat Idul Adha, 12 Sapi dan 21 Kambing Disalurkan untuk Warga Sekitar

EKOBIS

Catatan Iwan Piliang: Toke Sawit dan Mental Takut Miskin

badge-check


 Catatan Iwan Piliang: Toke Sawit dan Mental Takut Miskin Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Di banyak daerah penghasil sawit, ada gejala lama yang terus berulang: ketika muncul isu kebijakan baru, ketika ada kabar perubahan pajak, atau sekadar rumor pasar global, para toke tandan sawit buru-buru menurunkan harga beli ke petani. Belum apa-apa, harga sudah dipotong Rp300 sampai Rp1.000 per kilogram.

Cepat sekali mereka panik. Cepat sekali mereka menghukum petani.

Padahal, kalau kita membaca keadaan secara utuh, harga CPO dunia sedang tinggi. Permintaan ekspor masih kuat. Kebutuhan dalam negeri juga meningkat karena kebijakan B-50 yang membutuhkan pasokan sawit lebih besar. Secara logika pasar, mestinya petani ikut menikmati momentum ini. Tetapi yang terjadi justru sebaliknya: petani kembali dijadikan bantalan pertama setiap ada kekhawatiran.

Inilah watak dagang yang menurut saya bermasalah. Mental takut miskin.

Mereka sudah bertahun-tahun menikmati kekayaan dari tanah, dari kebun, dari keringat para petani kecil. Badan makin tambun, gudang makin penuh, kendaraan makin mahal. Tetapi rasa takut rugi tetap menjadi watak utama. Bahkan sebelum rugi benar-benar datang, mereka lebih dahulu menginjak warga di bawah.

Yang dipikirkan bukan bagaimana berbagi risiko, melainkan bagaimana menyelamatkan margin sendiri secepat mungkin.

Padahal ekonomi daerah tidak akan sehat jika rantai niaga dikuasai mental seperti ini. Petani selalu ditekan saat harga turun, tetapi tidak pernah benar-benar ikut menikmati saat harga naik. Ketika untung besar datang, keuntungan menumpuk di segelintir tangan. Namun ketika ada potensi tekanan pasar, rakyat kecil yang pertama diminta menanggung beban.

Lalu kita heran mengapa ketimpangan di daerah penghasil sawit tidak pernah selesai.

Karena itu saya sering mengatakan: jangan sampai pejabat daerah, anggota DPRD, atau elite lokal ikut latah menjadi “cemen” seperti ini. Jabatan publik bukan alat untuk ikut menjaga ketakutan para pemodal, melainkan memastikan keadilan ekonomi tetap berjalan.

Negara harus hadir membaca situasi secara jernih. Kalau harga global bagus, kalau permintaan meningkat, maka petani juga berhak menikmati harga yang layak. Jangan setiap ada desas-desus kebijakan, yang langsung dipotong justru penghasilan rakyat kecil.

Keberanian ekonomi itu diuji saat situasi belum pasti. Bukan dengan buru-buru menekan yang lemah.

Sebab daerah yang kuat bukan daerah yang hanya kaya sumber daya, melainkan daerah yang punya keberanian moral untuk tidak terus-menerus membebankan ketakutan elite kepada rakyatnya.***

Jakarta – 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kemiskinan Desa Dinilai Menjalar ke Kota, Pemerataan Pembangunan Jadi Kunci Kebangkitan Ekonomi

26 Mei 2026 - 18:09 WIB

Libur Idul Adha dan Hari Lahir Pancasila, InJourney Airports Siap Layani 3 Juta Penumpang

26 Mei 2026 - 16:53 WIB

Garuda Indonesia Selesaikan Fase Keberangkatan Haji dengan OTP Tembus 98,21%

26 Mei 2026 - 14:44 WIB

PTPN I Tempuh Restorative Justice, Mujiran Bebas dari Tuntutan Hukum

25 Mei 2026 - 20:51 WIB

Jelang Idul Adha, Kapal PELNI Angkut 825 Sapi dari Kupang ke Jakarta

25 Mei 2026 - 20:16 WIB

KPLP Tanjung Priok Perkuat Keselamatan Pelayaran dan Dukung Wisata Bahari di Pesawaran

25 Mei 2026 - 18:28 WIB

Perkuat Kredit UMKM, Edy Kusnadi Siapkan Bank Kalbar Ekspansif namun Tetap Prudent

25 Mei 2026 - 17:04 WIB

Kolaborasi Pelita Air dan Partner Lifestyle Buka Peluang Baru bagi Pelaku Bisnis Wisata

25 Mei 2026 - 16:25 WIB

Jelang Idul Adha, AirNav Salurkan 65 Hewan Kurban untuk Warga Tangerang

25 Mei 2026 - 15:53 WIB

InJourney Hospitality Raih Diamond IRCA 2026, Perkuat Governance dan Budaya Compliance

25 Mei 2026 - 15:24 WIB

Trending di EKOBIS