Menu ✖

Mode Gelap
KAI Daop 1 Jakarta Imbau Penumpang KA Tiba di Stasiun 1 Jam Sebelum Berangkat KPK Mengonfirmasi Clue Pejabat Jateng yang Kena OTT di Klaten adalah Ahmad Luthfi. Menebar Kebaikan di Tanjung Barat Jaksel, PJBW & GPIB Berbagi Ratusan Paket Nasi Siap Saji ke Para Penerima Manfaat Masyarakat ALA Desak Presiden Prabowo Sahkan Provinsi Baru, Bendera Alam Pedang Jadi Simbol Marwah Gayo Catatan Iwan Piliang: Indonesia Bisa Membuat Pesawat, tetapi Mengapa Sulit Menerbangkan Mimpi? Mantap, 2 Lintasan Utama ASDP Layani 33 Juta Penumpang Sepanjang 2025

Uncategorized

Lima Perupa Hadirkan “Ritmis Hayati” di T-Space Bintaro

badge-check


 Lima Perupa Hadirkan “Ritmis Hayati” di T-Space Bintaro Perbesar

Wartatrans.com, TANGSEL — Lima perupa menggelar pameran bersama bertajuk Ritmis Hayati di T-Space Bintaro, Tangerang Selatan, pada 30 Mei hingga 29 Juni 2026. Pameran ini menampilkan 31 karya dari Agoes Noor, Gogor Purwoko, Ireng Halimun, Nurdin Yusup, dan Yogi Wistyo.

Koordinator pameran, Ireng Halimun, mengatakan kegiatan ini lahir di tengah bangkitnya kembali seni rupa Indonesia setelah pandemi Covid-19. Menurut dia, para perupa tetap berupaya menjaga keberlangsungan praktik berkesenian di tengah berbagai tantangan.

“Ada yang bergerak dari kecintaan pada proses berkarya, ada juga yang melihat seni sebagai profesi. Tapi semuanya tetap memiliki orientasi positif terhadap perkembangan seni budaya,” kata Ireng dalam keterangan pameran.

Ia menilai para seniman hari ini menghadapi situasi yang tidak mudah. Selain menjaga idealisme, mereka juga harus berhadapan dengan tuntutan komersialisasi dalam dunia seni rupa. Karena itu, pameran menjadi ruang penting untuk mempertahankan eksistensi sekaligus memperlihatkan perkembangan artistik masing-masing seniman.

Kurator pameran, Frigidanto Agung, melihat karya-karya dalam Ritmis Hayati sebagai upaya membaca pengalaman hidup manusia melalui bentuk visual. Menurut dia, garis, warna, dan bentuk yang dihadirkan para perupa tidak sekadar menghadirkan estetika, melainkan juga memuat jejak pengalaman, pengetahuan, dan cara manusia memahami kehidupannya.

Karya perupa yang dipamerkan.

“Jejak hidup itu kemudian menjadi tanda yang direpresentasikan melalui karya,” ujar Frigidanto.

Ia menyebut kelima perupa menghadirkan pendekatan visual yang berbeda-beda. Perbedaan itu tampak dari cara mereka membangun ruang, menyusun bentuk, hingga merespons pengalaman personal maupun sosial ke dalam karya.

Pembukaan pameran turut dihadiri Tony Saut Situmorang. Mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi itu mengatakan seni memiliki peran untuk mengingatkan manusia pada rasa dan kesadaran kemanusiaan di tengah kehidupan modern yang semakin dipenuhi angka dan laporan statistik.

Menurut Tony, melalui karya seni, masyarakat diajak melihat kembali pentingnya menjaga harmoni kehidupan. “Kehidupan tidak hanya dihitung, tetapi juga harus dirasakan,” katanya.

Business Development T-Space Bintaro, Jessica Qezvyin, mengatakan ruang tersebut memang dirancang sebagai tempat terbuka bagi berbagai aktivitas, termasuk pameran seni. Ia menyebut respons para seniman terhadap ruang pamer itu cukup positif sejak T-Space diresmikan pada akhir 2023.

Kelima perupa yang terlibat memiliki latar belakang berbeda. Agoes Noor aktif mengikuti pameran sejak awal 2000-an. Gogor Purwoko, yang semula berlatar pendidikan teknik sipil, memilih menekuni dunia seni rupa dan pernah menjadi finalis UOB Painting of the Year 2016. Ireng Halimun dikenal aktif berpameran sejak dekade 1980-an dan pernah menggelar sejumlah pameran tunggal di Jakarta.

Sementara itu, Nurdin Yusup aktif mengikuti pameran bersama sejak 2019. Adapun Yogi Wistyo, selain berkarya sebagai perupa, juga dikenal sebagai jurnalis yang banyak mengangkat tema refleksi kehidupan dan persoalan sosial dalam lukisannya.

Melalui Ritmis Hayati, para perupa mencoba menghadirkan pembacaan atas kehidupan manusia melalui bahasa visual yang personal sekaligus reflektif.*** (Dulloh)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Jakarta Kulminasi: Satu Hari Tanpa Bayangan, Ketika Seni Mengajak Warga Membaca Perubahan Kota

16 Oktober 2026 - 06:51 WIB

Nina Nugroho Sulap Tenun Makassar Jadi Busana Modern, Filosofi Kehormatan dan Harmoni Jadi Inspirasi

16 Oktober 2026 - 05:36 WIB

Dwiki Dharmawan: Indonesia Tidak Kekurangan Talenta Musik

16 Oktober 2026 - 00:06 WIB

Sineas Palestina Ameen Nayfeh Tiba di Jakarta, Disambut Panitia SANFFEST 2026

15 Oktober 2026 - 20:41 WIB

Karena Dianggap Cacat Hukum, Yon Bayu Wahyono Desak Pemilihan Ulang DKJ, DPRD Jakarta Siap Panggil Pihak Terkait

15 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Polemik DKJ Merembet ke DPRD, Tata Kelola Taman Ismail Marzuki Terancam Dievaluasi

15 Oktober 2026 - 17:58 WIB

Indra Adhari Rilis Surga Cinta Jelang Remake Lagu Dirantai Gelang Rindu dari Exists Band Legendaris Malaysia

15 Oktober 2026 - 15:50 WIB

Arief Okep Budiman, Menduniakan Karya Sinema Broadcast Lewat DR Production

15 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Itab Purnama ‘Drumer Formula Langit’ Siap Rilis Debut Single, Nantikan!

14 Oktober 2026 - 20:31 WIB

KKP Segel Tambak Udang 7,71 Hektare di Karimunjawa, Ada Apa?

14 Oktober 2026 - 19:03 WIB

Trending di Uncategorized