Menu ✖

Mode Gelap
Gangguan LRT Jabodebek Pagi Hari, Penumpang Jatimulya-Dukuh Atas Dialihkan di Halim Belajar dari Bogor dan Semarang, Djoko Setijowarno Ingatkan Lima Tantangan Trem Bali Korban Tewas Karhutla Gunung Bromo Bertambah Jadi Empat Orang, Dua Relawan Luka Bakar Serius KRL Buatan INKA Bermasalah Lagi, Dua Rangkaian Gangguan hingga 5 Perjalanan Dibatalkan KAI Siapkan Integrasi LRT Jakarta dan Stasiun Manggarai, 8,17 Juta Aktivitas KRL Tercatat Hingga 2026, KAI Rawat 17.025 Bantalan Rel KA Beton dan 3.556 Bantalan Sintetis

Uncategorized

Nobar “Pesta Babi” di Tengah Gerimis, Ruang Refleksi Kemanusiaan di Temas River Park

badge-check


 Nobar “Pesta Babi” di Tengah Gerimis, Ruang Refleksi Kemanusiaan di Temas River Park Perbesar

TAKENGON — Rintik hujan yang mengguyur kawasan Temas River Park, Sabtu (23/5/2026), tidak menyurutkan antusiasme puluhan warga untuk mengikuti pemutaran film dokumenter Pesta Babi. Suasana malam itu justru terasa khidmat ketika para penonton larut dalam kisah penderitaan masyarakat Papua akibat kerusakan lingkungan dan hilangnya ruang hidup mereka.

Film yang diputar di ruang terbuka tersebut menjadi lebih dari sekadar tontonan. Sejumlah penonton tampak terharu menyaksikan berbagai potret perjuangan rakyat Papua menghadapi dampak deforestasi dan eksploitasi alam yang terus terjadi.

Salah seorang penonton menilai film tersebut menghadirkan pesan kemanusiaan yang kuat di tengah keberagaman Indonesia.

“Kita memang berbeda suku, bahasa, agama, dan budaya. Namun sebagai manusia kita wajib prihatin atas derita rakyat Papua,” ujarnya.

Meski gerimis, tetap serius nonton “Pesta Babi”.

Kegiatan nonton bareng itu dihadiri berbagai kalangan, mulai dari relawan sosial, pegiat lingkungan, hingga masyarakat umum di Aceh Tengah. Setelah pemutaran film, acara dilanjutkan dengan diskusi bertema Dampak Sosio-Lingkungan Deforestasi dan Pertambangan Hulu terhadap Ekosistem Hilir.

Diskusi dipandu Ketua Gayo Rimba Bersatu, Abrar Syarif, dan menghadirkan sejumlah penanggap, yakni Ketua Koperasi Alam Gayo Khalisuddin, pegiat lingkungan Aceh Tengah M. Ibnu Akbar, Ketua Lembaga Perhutanan Sosial Negeri Linge M. Saleh, Pembina Forum Lingkar Pena Aceh Tengah Sayid Fadil Asqar, serta Legal Officer Yayasan HAkA Musrafiyan.

Dalam diskusi tersebut, para narasumber menekankan pentingnya menjaga kelestarian hutan sebagai penyangga kehidupan masyarakat dataran tinggi Gayo. Kerusakan kawasan hulu dinilai tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga mengancam keberlangsungan sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah hilir.

Kegiatan yang digagas Koperasi Wisata Alam Gayo bersama Yayasan HAkA itu berlangsung hangat meski diguyur hujan. Nobar film dokumenter tersebut sekaligus menjadi ruang edukasi budaya dan kemanusiaan, yang mengajak masyarakat membangun kepedulian terhadap lingkungan dan sesama anak bangsa.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Korban Tewas Karhutla Gunung Bromo Bertambah Jadi Empat Orang, Dua Relawan Luka Bakar Serius

16 Oktober 2026 - 21:21 WIB

KPK Mengonfirmasi Clue Pejabat Jateng yang Kena OTT di Klaten adalah Ahmad Luthfi.

16 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Asap Karhutla Kalimantan Terdeteksi di Jakarta

16 Oktober 2026 - 15:48 WIB

Korban Dugaan Keracunan MBG Batang Mencapai 717 Orang, SPPG Bawang Ditutup Permanen

16 Oktober 2026 - 14:49 WIB

Jakarta Kulminasi: Satu Hari Tanpa Bayangan, Ketika Seni Mengajak Warga Membaca Perubahan Kota

16 Oktober 2026 - 06:51 WIB

Nina Nugroho Sulap Tenun Makassar Jadi Busana Modern, Filosofi Kehormatan dan Harmoni Jadi Inspirasi

16 Oktober 2026 - 05:36 WIB

Dwiki Dharmawan: Indonesia Tidak Kekurangan Talenta Musik

16 Oktober 2026 - 00:06 WIB

Sineas Palestina Ameen Nayfeh Tiba di Jakarta, Disambut Panitia SANFFEST 2026

15 Oktober 2026 - 20:41 WIB

Prabowo Ganti Kepala BNPB di Tengah Kasus OTT KPK, Kristomei Dituntut Benahi Internal

15 Oktober 2026 - 19:15 WIB

Karena Dianggap Cacat Hukum, Yon Bayu Wahyono Desak Pemilihan Ulang DKJ, DPRD Jakarta Siap Panggil Pihak Terkait

15 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Trending di PERISTIWA