Menu

Mode Gelap
Idang Meulapeh Warnai Maulid Nabi di Jakarta, Tradisi Nagan yang Pernah Raih Rekor Dunia Haji Fikri: Pengawasan Pemerintahan Adalah Kewajiban Wakil Rakyat, Pejabat Diminta Jangan Korupsi FIFGROUP Perluas Manfaat Kampung Sehat melalui Sanitasi Layak dan Pencegahan Stunting KPK Ungkap Fakta Baru Kasus Unsoed, Ali Rokhman Ditunjuk Jadi Plt Rektor Menjaga Warisan Luhur: Peringatan Maulid Nabi Besar SAW di Masjid Istiqamah Desa Simpang Kelaping Sarat Adat dan Budaya Lewat Panggung Seni, Guruh Sukarno Putra Ajak Masyarakat Peduli Anak Penyintas Kanker

Uncategorized

Nobar “Pesta Babi” di Tengah Gerimis, Ruang Refleksi Kemanusiaan di Temas River Park

badge-check


 Nobar “Pesta Babi” di Tengah Gerimis, Ruang Refleksi Kemanusiaan di Temas River Park Perbesar

TAKENGON — Rintik hujan yang mengguyur kawasan Temas River Park, Sabtu (23/5/2026), tidak menyurutkan antusiasme puluhan warga untuk mengikuti pemutaran film dokumenter Pesta Babi. Suasana malam itu justru terasa khidmat ketika para penonton larut dalam kisah penderitaan masyarakat Papua akibat kerusakan lingkungan dan hilangnya ruang hidup mereka.

Film yang diputar di ruang terbuka tersebut menjadi lebih dari sekadar tontonan. Sejumlah penonton tampak terharu menyaksikan berbagai potret perjuangan rakyat Papua menghadapi dampak deforestasi dan eksploitasi alam yang terus terjadi.

Salah seorang penonton menilai film tersebut menghadirkan pesan kemanusiaan yang kuat di tengah keberagaman Indonesia.

“Kita memang berbeda suku, bahasa, agama, dan budaya. Namun sebagai manusia kita wajib prihatin atas derita rakyat Papua,” ujarnya.

Meski gerimis, tetap serius nonton “Pesta Babi”.

Kegiatan nonton bareng itu dihadiri berbagai kalangan, mulai dari relawan sosial, pegiat lingkungan, hingga masyarakat umum di Aceh Tengah. Setelah pemutaran film, acara dilanjutkan dengan diskusi bertema Dampak Sosio-Lingkungan Deforestasi dan Pertambangan Hulu terhadap Ekosistem Hilir.

Diskusi dipandu Ketua Gayo Rimba Bersatu, Abrar Syarif, dan menghadirkan sejumlah penanggap, yakni Ketua Koperasi Alam Gayo Khalisuddin, pegiat lingkungan Aceh Tengah M. Ibnu Akbar, Ketua Lembaga Perhutanan Sosial Negeri Linge M. Saleh, Pembina Forum Lingkar Pena Aceh Tengah Sayid Fadil Asqar, serta Legal Officer Yayasan HAkA Musrafiyan.

Dalam diskusi tersebut, para narasumber menekankan pentingnya menjaga kelestarian hutan sebagai penyangga kehidupan masyarakat dataran tinggi Gayo. Kerusakan kawasan hulu dinilai tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga mengancam keberlangsungan sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah hilir.

Kegiatan yang digagas Koperasi Wisata Alam Gayo bersama Yayasan HAkA itu berlangsung hangat meski diguyur hujan. Nobar film dokumenter tersebut sekaligus menjadi ruang edukasi budaya dan kemanusiaan, yang mengajak masyarakat membangun kepedulian terhadap lingkungan dan sesama anak bangsa.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KPK Ungkap Fakta Baru Kasus Unsoed, Ali Rokhman Ditunjuk Jadi Plt Rektor

25 Agustus 2026 - 15:23 WIB

Lewat Panggung Seni, Guruh Sukarno Putra Ajak Masyarakat Peduli Anak Penyintas Kanker

25 Agustus 2026 - 13:31 WIB

Sandrinna Michelle Ungkap Serunya Bangun Chemistry di Sinetron *Seindah Masa Remaja

24 Agustus 2026 - 10:55 WIB

FIFGROUP Salurkan 1.200 Paket Sembako bagi Masyarakat Terdampak Gempa NTT

23 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Kebakaran Hutan Dan Lahan Di Kalimantan Makin Meluas, Presiden Prabowo Turun Tangan

23 Agustus 2026 - 05:56 WIB

Guruh Sukarno Putra Galang Dana untuk Anak Penyintas Kanker Lewat “Untuk Indonesia”

22 Agustus 2026 - 08:36 WIB

Naga Kemuliaan di Tangan Tanah: Yoyo dan Rika Hidupkan Filosofi Borobudur melalui Lukisan Gerabah

21 Agustus 2026 - 21:32 WIB

Bumi Atsanti, Ruang Harmoni dan Kearifan Lokal Tumbuh di Tengah Sawah Borobudur

21 Agustus 2026 - 21:27 WIB

Ketua BFLF Dampingi Putri Pariwisata Aceh 2026 Raih Dukungan Forkopimda Lhokseumawe

21 Agustus 2026 - 16:02 WIB

Pascagempa, Kemenkes Siapkan Rumkitlap di Flores dengan 100 Tempat Tidur

21 Agustus 2026 - 06:53 WIB

Trending di NASIONAL