Menu ✖

Mode Gelap
Kemenhub Dukung Pencarian 1 ABK Pascatenggelamnya MV Khatulistiwa 8 di Perairan Tuban Jembatan Putus dan Kabar Bendungan Alami, Warga Reje Payung Mengungsi ke Tiga Desa Kemendiktisaintek Apresiasi AirNav Libatkan Perguruan Tinggi Optimalkan Layanan Berbasis Teknologi AI, AirNav–Telkom University Perkuat Riset dan Pengembangan IPCM Perluas Pasar, Perkuat Kesiapan Operasional di Balikpapan dan Tarakan Kemenhub Dorong Integrasi Transportasi dan Tata Ruang pada KBT

RAGAM

PELITA Gelar Diskusi Publik :Melampaui Sekat Ibadah

badge-check


 PELITA Gelar Diskusi Publik :Melampaui Sekat Ibadah Perbesar

Wartatrans.com, DEPOK — Hasil survai SETARA Instute menjadi “tamparan” bagi Pemerintah Kota Depok (Pemkot Depok). Selang tiga tahun, tepatnya pada tahun 2022 hingga 2024, Pemkot menduduki posisi pertama predikat Kota Intoleran.

Ahmad Kholadi, Wakil Ketua Forum Kerukunan Umat Beragma (FKUB) Kota Depok mengatakan, tahun 2022, 2023 dan 2024 Kota Depok ditampar oleh SETARA Institute melalui surveinya. Kota Depok berada di posisi terendah dari diposisi 98.

“FKUB seperti kebakaran jenggot dengan narasi tidak menerima. Namun hasil survei tersebut sekaligus menjadi nutrisi dan vitamin untuk bangkit menumbuhkan iklim toleransi di Kota Depok,” jelas Ahmad Kholadi, pada acara Diskusi Publik: PELITA Fest Chapter One
“Melampaui Sekat Ibadah” Kolaborasi Mahasiswa dalam Aksi Kerukunan Beragama di Kota Depok. Sabtu, 23 Mei 2026, Gedung Bank BJB, Depok.

Nara sumber dalam diskusi tersebut: Achmad Nur Ropieq, Ketua Umum PELITA. Wakil Ketua DPRD Kota Depok  Yuni Indriany. Kepala Badan Kesbangpol Depok Dudi Mi’raz Imaduddin. Abdul Ghoni Ketua FKUB Kota Depok. Ketua PCNU Kota Depok Achmad Solechan.

Usaha FKUB pun membuahkan hasil. Tahun 2025, Pemkot Depok menempati posisi 78 dari 94 dalam Indek Kota Toleran besutan Setara Institute. “Perjuangan tak berhenti. FKUB  terus berusaha konkrit dengan merangkul anak muda untuk membangun toleransi di Kota Depok,” tegasnya.

Pemuda Lintas Iman dan Toleransi Beragama (PELITA) merupakan “anak kandung” FKUB Kota Depok hadir dalam melanjutkan estafet terciptanya kerukunan umat beragama di Kota Depok.

Achmad Nur Ropieq, Ketua Umum PELITA mengatakan, tujuan diskusi ini untuk memperkuat silaturahmi pemuda, terutama mahasiswa di Kota  Depok. “Kita buka tangan agar lebih luwes bersilaturahmi sehingga mampu meningkatkan kolaborasi,” katanya.

Wakil Ketua DPRD Kota Depok  Yuni Indriany mengatakan, Kota Depok telah mendapat narasi kurang baik dalam hal toleransi. Namun,  Pemkot Depok telah melaksanakan salah satu agenda yang melibatkan lintas agama dan budaya, yakni Lebaran Depok.

“Lebaran Depok dinilai merupakan kebijakan luar biasa dalam menciptakan kehidupan yang guyub dan rukun,” ujarnya.

Sejalan dengan Yuni. Kepala Badan Kesbangpol Depok Dudi Mi’raz Imaduddin menegaskan, Lebaran Depok menjadi wujud kecil keberagaman di Depok.

Sementara, Ketua PCNU Kota Depok Achmad Solechan mengatakan, tokoh agama memiliki peran penting dalam membangun kota yang harmonis, toleran dan inklusif.

“Tokoh agama menjadi garis depan menepis intoleransi. Indonesia memiliki banyak variabel menuju perpecahan. Tapi toleran telah menjadi DNA Indonesia, sehingga tidak mudah untuk terpecah belah,” katanya.

Abdul Ghoni Ketua FKUB Kota Depok mengatakan,  FKUB lebih banyak membuka ruang komunikasi. Menurutnya, masalah kerukunan disebabkan kurangnya komunikasi.

“Kurang membuka komunikasi menimbulkan kegagapan dan rasa ego yang tinggi. Dengan sering ketemu, suasana gagap dan prasangka mulai hilang,” tegasnya.

Ghani menjelaskan, komunikasi di akar rumput tidak mengalami masalah. Namun, Ghani menyayangkan, mampatnya komunikasi di kelompok menengah, terutama pada tokoh agama yang masih “tanggung”.

Yeni menegaskan, peran mahasiswa sangat penting, tergantung narasi yang disampaikan. “Mahasiswa harus memberikan nasari positif dan membangunan. Hindari hoak dan disinformasi.” Sementara, Ghani mengatakan, mahasiswa harus menjadi corong kerukunan.*** (Septiadi)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Jembatan Putus dan Kabar Bendungan Alami, Warga Reje Payung Mengungsi ke Tiga Desa

8 Oktober 2026 - 21:42 WIB

IPCM Perluas Pasar, Perkuat Kesiapan Operasional di Balikpapan dan Tarakan

8 Oktober 2026 - 20:31 WIB

Politikus PSI Dian Sandi: Putusan MK Bukti Negara Tidak Dikelola Amatiran

8 Oktober 2026 - 15:36 WIB

HUT ke-79 Korpasgat, Donor Darah Serentak Digelar di Lhokseumawe

8 Oktober 2026 - 15:31 WIB

H. Fikri Hudi Oktiarwan Dorong Pengelolaan Sampah Jawa Barat Tuntas dari Hulu Hingga Hilir

8 Oktober 2026 - 10:59 WIB

WASPADA ! Udara di Kaimana, Teluk Bintuni, dan Teluk Wondama Masuk Kategori BERBAHAYA pada 9 Oktober 2026

8 Oktober 2026 - 10:46 WIB

Di Tengah Kekeringan Hampir Empat Bulan, PUPR2KP  Alirkan Air Bersih ke Kampung Lusiferi

8 Oktober 2026 - 10:41 WIB

PERADI: Kantor Hukum Tidak Boleh Menjadi Sarana Menampung atau Menyamarkan Dana Hasil Kejahatan

8 Oktober 2026 - 10:36 WIB

Ekspor Perikanan Maluku Tembus Rp700 Miliar, Serap 1.102 Tenaga Kerja

8 Oktober 2026 - 00:22 WIB

Lima Tahun Bersatu, Terminal Teluk Lamong Terus Tumbuh dan Bertransformasi Bersama Pelindo

7 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Trending di ANJUNGAN