Menu

Mode Gelap
Tiga Lembaran Surat Utang 1956 Disebut Bukti Sejarah Hubungan Utang RI dengan Rakyat Aceh Terminal Teluk Lamong Bekali Warga Ring 1 dengan Kompetensi dan Sertifikasi Gada Pratama Kemenhub Optimalkan Transportasi Laut untuk Distribusi Bantuan Kemanusiaan Pascagempa NTT Di Tengah Dampak Gempa, Pelindo Hadir Bantu Masyarakat Flores DAMRI Hadirkan Promo Tarif Rp50.000 untuk Layanan Blok M–Bandara Soekarno-Hatta DAMRI Hadirkan Promo Cashback SPayLater selama Bulan Agustus 2026

RAGAM

PELITA Gelar Diskusi Publik :Melampaui Sekat Ibadah

badge-check


 PELITA Gelar Diskusi Publik :Melampaui Sekat Ibadah Perbesar

Wartatrans.com, DEPOK — Hasil survai SETARA Instute menjadi “tamparan” bagi Pemerintah Kota Depok (Pemkot Depok). Selang tiga tahun, tepatnya pada tahun 2022 hingga 2024, Pemkot menduduki posisi pertama predikat Kota Intoleran.

Ahmad Kholadi, Wakil Ketua Forum Kerukunan Umat Beragma (FKUB) Kota Depok mengatakan, tahun 2022, 2023 dan 2024 Kota Depok ditampar oleh SETARA Institute melalui surveinya. Kota Depok berada di posisi terendah dari diposisi 98.

“FKUB seperti kebakaran jenggot dengan narasi tidak menerima. Namun hasil survei tersebut sekaligus menjadi nutrisi dan vitamin untuk bangkit menumbuhkan iklim toleransi di Kota Depok,” jelas Ahmad Kholadi, pada acara Diskusi Publik: PELITA Fest Chapter One
“Melampaui Sekat Ibadah” Kolaborasi Mahasiswa dalam Aksi Kerukunan Beragama di Kota Depok. Sabtu, 23 Mei 2026, Gedung Bank BJB, Depok.

Nara sumber dalam diskusi tersebut: Achmad Nur Ropieq, Ketua Umum PELITA. Wakil Ketua DPRD Kota Depok  Yuni Indriany. Kepala Badan Kesbangpol Depok Dudi Mi’raz Imaduddin. Abdul Ghoni Ketua FKUB Kota Depok. Ketua PCNU Kota Depok Achmad Solechan.

Usaha FKUB pun membuahkan hasil. Tahun 2025, Pemkot Depok menempati posisi 78 dari 94 dalam Indek Kota Toleran besutan Setara Institute. “Perjuangan tak berhenti. FKUB  terus berusaha konkrit dengan merangkul anak muda untuk membangun toleransi di Kota Depok,” tegasnya.

Pemuda Lintas Iman dan Toleransi Beragama (PELITA) merupakan “anak kandung” FKUB Kota Depok hadir dalam melanjutkan estafet terciptanya kerukunan umat beragama di Kota Depok.

Achmad Nur Ropieq, Ketua Umum PELITA mengatakan, tujuan diskusi ini untuk memperkuat silaturahmi pemuda, terutama mahasiswa di Kota  Depok. “Kita buka tangan agar lebih luwes bersilaturahmi sehingga mampu meningkatkan kolaborasi,” katanya.

Wakil Ketua DPRD Kota Depok  Yuni Indriany mengatakan, Kota Depok telah mendapat narasi kurang baik dalam hal toleransi. Namun,  Pemkot Depok telah melaksanakan salah satu agenda yang melibatkan lintas agama dan budaya, yakni Lebaran Depok.

“Lebaran Depok dinilai merupakan kebijakan luar biasa dalam menciptakan kehidupan yang guyub dan rukun,” ujarnya.

Sejalan dengan Yuni. Kepala Badan Kesbangpol Depok Dudi Mi’raz Imaduddin menegaskan, Lebaran Depok menjadi wujud kecil keberagaman di Depok.

Sementara, Ketua PCNU Kota Depok Achmad Solechan mengatakan, tokoh agama memiliki peran penting dalam membangun kota yang harmonis, toleran dan inklusif.

“Tokoh agama menjadi garis depan menepis intoleransi. Indonesia memiliki banyak variabel menuju perpecahan. Tapi toleran telah menjadi DNA Indonesia, sehingga tidak mudah untuk terpecah belah,” katanya.

Abdul Ghoni Ketua FKUB Kota Depok mengatakan,  FKUB lebih banyak membuka ruang komunikasi. Menurutnya, masalah kerukunan disebabkan kurangnya komunikasi.

“Kurang membuka komunikasi menimbulkan kegagapan dan rasa ego yang tinggi. Dengan sering ketemu, suasana gagap dan prasangka mulai hilang,” tegasnya.

Ghani menjelaskan, komunikasi di akar rumput tidak mengalami masalah. Namun, Ghani menyayangkan, mampatnya komunikasi di kelompok menengah, terutama pada tokoh agama yang masih “tanggung”.

Yeni menegaskan, peran mahasiswa sangat penting, tergantung narasi yang disampaikan. “Mahasiswa harus memberikan nasari positif dan membangunan. Hindari hoak dan disinformasi.” Sementara, Ghani mengatakan, mahasiswa harus menjadi corong kerukunan.*** (Septiadi)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Tiga Lembaran Surat Utang 1956 Disebut Bukti Sejarah Hubungan Utang RI dengan Rakyat Aceh

21 Agustus 2026 - 00:12 WIB

Terminal Teluk Lamong Bekali Warga Ring 1 dengan Kompetensi dan Sertifikasi Gada Pratama

20 Agustus 2026 - 21:28 WIB

Di Tengah Dampak Gempa, Pelindo Hadir Bantu Masyarakat Flores

20 Agustus 2026 - 20:29 WIB

DAMRI Hadirkan Promo Tarif Rp50.000 untuk Layanan Blok M–Bandara Soekarno-Hatta

20 Agustus 2026 - 20:24 WIB

DAMRI Hadirkan Promo Cashback SPayLater selama Bulan Agustus 2026

20 Agustus 2026 - 20:04 WIB

IPC TPK Dorong Pemulihan Ekosistem Mangrove melalui Program “The North Green Movement”

20 Agustus 2026 - 19:59 WIB

Haji Fikri Soroti Kemiskinan dan Kesehatan di Kabupaten Bogor: Penanganan Harus Terintegrasi dari Rumah ke Rumah

20 Agustus 2026 - 18:59 WIB

AirNav: Program RBB 2026 di Boyolali Tuntas Hari ini

20 Agustus 2026 - 16:00 WIB

Kemenhub Salurkan Bantuan Kemanusiaan bagi Korban Gempa Flores NTT

20 Agustus 2026 - 15:03 WIB

Desa Linge Bangkit Lewat “Asal Linge Awal Serule”, Semarak HUT RI ke-81

20 Agustus 2026 - 08:28 WIB

Trending di RAGAM