Menu ✖

Mode Gelap
Gangguan LRT Jabodebek Pagi Hari, Penumpang Jatimulya-Dukuh Atas Dialihkan di Halim Belajar dari Bogor dan Semarang, Djoko Setijowarno Ingatkan Lima Tantangan Trem Bali Korban Tewas Karhutla Gunung Bromo Bertambah Jadi Empat Orang, Dua Relawan Luka Bakar Serius KRL Buatan INKA Bermasalah Lagi, Dua Rangkaian Gangguan hingga 5 Perjalanan Dibatalkan KAI Siapkan Integrasi LRT Jakarta dan Stasiun Manggarai, 8,17 Juta Aktivitas KRL Tercatat Hingga 2026, KAI Rawat 17.025 Bantalan Rel KA Beton dan 3.556 Bantalan Sintetis

Uncategorized

Kilasan Sejarah Mahagenta Lewat Lentera Khatulistiwa

badge-check


 Kilasan Sejarah Mahagenta Lewat Lentera Khatulistiwa Perbesar

Wartatrans.com, Jakarta — Hari itu, Sabtu (15/11/2025 Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki (TIM) dipadati penonton. Di luar hujan baru saja reda, mereka antri masuk dengan raut penasaran, seolah tahu bahwa malam itu Mahagenta akan menggelar konser yang bukan sekadar menggelar konser, tetapi merayakan perjalanan panjang penuh cerita.

Saat lampu ruangan redup, suasana menjadi magis. Denting alat musik tradisional berpadu dengan instrumen modern, membuat penonton larut dalam harmoni rasa.

Di atas panggung, para pengisi acara tampil memesona dengan pakaian tradisional dari berbagai daerah. Ada yang mengenakan busana Jawa, kain Nusantara, hingga kimono Jepang yang ikut mewarnai nuansa multietnis, sejalan dengan karakter musik Mahagenta.

Uyung Mahagenta, sang pendiri, menyebut konser bertajuk Lentera Katulistiwa ini adalah upaya menyalakan kembali cahaya tradisi.

“Kami ingin karya ini menerangi jiwa dan mendekatkan masyarakat pada budayanya,” ujarnya, penuh harap.

Di antara penonton, hadir juga perwakilan Kementerian Kebudayaan, Meta Ambar Pana. Ia mengapresiasi Mahagenta yang konsisten menjaga musik tradisi melalui aransemen penuh eksplorasi.

“Konser ini adalah puncak perjalanan panjang Mahagenta. Selain juga penanda komitmen masa depan yang lebih gemilang,” katanya.

Wakil Ketua Dewan Kesenian Jakarta, Felencia Hutabarat, ikut memberikan pujian hangat. “Mahagenta menunjukkan tradisi dan inovasi adalah dua kekuatan yang saling melengkapi,” ujarnya.

Malam itu Mahagenta menampilkan 17 karya terbaik dari perjalanan 29 tahun mereka. Dari komposisi lembut hingga komposisi eksplosif, penonton dibuat terpukau berkali-kali.

Di balik panggung, persiapan panjang selama enam bulan terasa terbayar. Ada 40 anggota yang terlibat, terdiri dari musisi, penari, hingga pelajar SMP yang ikut memberi warna.

Konser ini bukan hanya perayaan ulang tahun, tetapi juga kilasan sejarah Mahagenta sejak terbentuk pada 11 November 1996. Kala itu, mereka lahir bersamaan dengan Ethno Music Festival Dewan Kesenian Jakarta, yang kemudian menjadi gerbang awal kolaborasi besar mereka.

Kini, setelah hampir tiga dekade, Mahagenta tetap setia merawat tradisi sambil merangkul modernitas. Musik mereka tetap bercerita, tetap bernapas, dan tetap mengajak siapa saja yang mendengarnya untuk merasa bangga menjadi bagian dari Indonesia.

Riuh tepuk tangan penonton menjadi bukti bahwa perpaduan generasi itu terasa sangat hidup dan menyegarkan. Dan malam itu, di Taman Ismail Marzuki, cahaya lentera mereka terasa begitu terang.*** (Tyo)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Korban Tewas Karhutla Gunung Bromo Bertambah Jadi Empat Orang, Dua Relawan Luka Bakar Serius

16 Oktober 2026 - 21:21 WIB

KPK Mengonfirmasi Clue Pejabat Jateng yang Kena OTT di Klaten adalah Ahmad Luthfi.

16 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Menebar Kebaikan di Tanjung Barat Jaksel, PJBW & GPIB Berbagi Ratusan Paket Nasi Siap Saji ke Para Penerima Manfaat

16 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Masyarakat ALA Desak Presiden Prabowo Sahkan Provinsi Baru, Bendera Alam Pedang Jadi Simbol Marwah Gayo

16 Oktober 2026 - 17:47 WIB

Catatan Iwan Piliang: Indonesia Bisa Membuat Pesawat, tetapi Mengapa Sulit Menerbangkan Mimpi?

16 Oktober 2026 - 17:34 WIB

Asap Karhutla Kalimantan Terdeteksi di Jakarta

16 Oktober 2026 - 15:48 WIB

Korban Dugaan Keracunan MBG Batang Mencapai 717 Orang, SPPG Bawang Ditutup Permanen

16 Oktober 2026 - 14:49 WIB

ORARI Lokal Bener Meriah, Turun Kejalan Gelar Bakti Sosial Pembagian Masker, untuk Antisipasi Kabut Asap

16 Oktober 2026 - 13:52 WIB

Mantan Kapolda NTB Hadi Gunawan Maju Pimpin Demokrat, Kantongi 11 Surat Dukungan

16 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Arsip Sejarah Seulawah Agam: Pernah Disebut Goldberg, Benarkah Gunung Emas?

16 Oktober 2026 - 09:47 WIB

Trending di RAGAM