Wartatrans.com, JAKARTA – Suasana mudik Lebaran 2026 mulai terasa di atas kapal penumpang. KM Ngapulu yang melayani rute Tanjung Priok–Belawan dipenuhi pemudik sejak diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, pada Sabtu (14/3/2026) dini hari.
Kapal tambahan Angkutan Lebaran milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) itu membawa ribuan penumpang yang hendak pulang kampung ke berbagai daerah di Pulau Sumatera. Dalam perjalanannya, kapal juga dijadwalkan singgah di Batam sebelum melanjutkan pelayaran menuju Pelabuhan Belawan, Medan, Sumatera Utara.

Pantauan Wartatrans.com di dalam kapal menunjukkan hampir seluruh ruang penumpang terisi. Di beberapa dek yang dilengkapi tempat tidur sesuai nomor tiket, para penumpang terlihat beristirahat atau bersantai menunggu perjalanan panjang menuju kampung halaman.
Namun tidak semua penumpang memiliki nomor tempat tidur. Sejumlah pemudik tampak menggelar matras di berbagai sudut kapal, mulai dari lorong, area tangga, hingga di sekitar mushalla untuk beristirahat.
Meski begitu, fasilitas di dalam kapal tetap dimanfaatkan penumpang selama perjalanan. Terdapat minimarket yang menjual aneka makanan berat dan ringan, minuman kemasan, hingga warung kopi yang menyediakan berbagai minuman hangat. Beberapa area juga dilengkapi meja kursi serta tempat pengisian daya gawai bagi penumpang.
Bagi sebagian pemudik, kapal laut menjadi pilihan utama karena biaya perjalanan yang lebih terjangkau dibandingkan moda transportasi lain.
“Saya sudah cek tiket pesawat mahal sekali, sudah tidak ada yang ekonomi. Jadi naik kapal saja. Nanti pulangnya baru naik pesawat, tiketnya sudah beli,” ujar Oki, salah satu penumpang tujuan Belawan.
Oki mengaku bukan kali pertama mudik menggunakan kapal Pelni. Selain harga yang lebih ramah di kantong, ia menilai pelayanan di kapal cukup baik meski waktu perjalanan lebih lama.
Perjalanan laut ini dijadwalkan tiba di Pelabuhan Belawan pada Senin (16/3/2026) malam.
Pada musim mudik kali ini, sejumlah penumpang juga mengaku terbantu dengan adanya promo potongan harga tiket.
“Ada promo tiket jadi lebih murah, lumayan membantu,” kata Oki.
Selama pelayaran, penumpang dapat menikmati berbagai pengalaman khas perjalanan laut. Dari dek luar kapal, hamparan samudera luas terlihat jelas, sesekali diselingi pemandangan kapal lain yang melintas serta pulau-pulau yang tampak dari kejauhan. Deru ombak dan guncangan lambung kapal pun menjadi bagian dari perjalanan menuju kampung halaman.

KM. Ngapulu saat bersandar di Pelabuhan Batam, Ahad (15/3/2026).
Sebagian penumpang memilih menikmati udara laut di area dek luar, sementara lainnya lebih banyak beristirahat di kursi atau tempat tidur masing-masing.
Untuk konsumsi, kapal menyediakan makanan dan minuman tiga kali sehari. Namun selama bulan Ramadan, penumpang yang menjalankan ibadah puasa mendapatkan dua kali makan, yakni saat sahur dan berbuka.
Menu yang disajikan pun bervariasi antara pagi, siang, dan malam, termasuk perbedaan menu bagi penumpang yang berpuasa maupun yang tidak.
Di dalam kapal, petugas juga aktif memberikan informasi kepada penumpang agar perjalanan tetap nyaman. Penumpang terlihat beragam, mulai dari yang bepergian sendiri, rombongan teman, hingga keluarga yang membawa banyak barang bawaan.
Di sejumlah area tempat duduk, tas dan koper milik penumpang tampak menumpuk, menandakan banyaknya barang yang dibawa untuk pulang ke kampung halaman.
Bagi para pemudik ini, perjalanan panjang di atas laut bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan langkah awal menuju momen berkumpul bersama keluarga saat Hari Raya Idulfitri.(fahmi)






























