Menu

Mode Gelap
Peringatan 21 Tahun Damai Aceh Diwarnai Tembakan, Rakyat Aceh Melawan Mutia Sari Tendik UIN Sultanah Nahrasiyah Hadiri Upacara HUT RI di Simeulue Patriotisme Bukan Seremoni: Menjaga Indonesia 81 Tahun dengan Konstitusi, Hukum, dan Persatuan Perayaan Hari Didong 2026 Dihadiri Perwakilan Korea Selatan, Diusulkan Ditetapkan melalui Perda Semangat HUT Ke-81 RI, Pelindo Teguhkan Kedaulatan Maritim HUT RI ke-81, KAI Commuter Bagikan Kopi dan Roti Gratis di Stasiun BNI City dan Juanda

ANJUNGAN

Mudik Lebaran 2026: Menyusuri Ramainya Pelabuhan Pelni Tanjung Priok saat Penumpang Menunggu KM Ngapulu Tujuan Belawan

badge-check


 Mudik Lebaran 2026: Menyusuri Ramainya Pelabuhan Pelni Tanjung Priok saat Penumpang Menunggu KM Ngapulu Tujuan Belawan Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Suasana Pelabuhan Penumpang Pelni Tanjung Priok mulai dipadati calon penumpang pada Sabtu dini hari (14/3/2026). Mereka datang sudah sejak hari Jumat.

Mereka membawa koper, kardus, hingga bingkusan bermacam, berbagai ukuran untuk pulang ke kampung halaman menggunakan KM Ngapulu dengan rute Jakarta menuju Belawan, Medan.

Langit Jakarta masih gelap ketika langkah para calon pemudik mulai memadati area Pelabuhan Penumpang Pelni Tanjung Priok. Di area parkir hingga pintu masuk gedung pelabuhan, para penumpang terlihat menunggu dengan berbagai cara.

Kali ini tujuan mereka sama: naik ke KM Ngapulu yang akan berlayar dari Jakarta menuju Belawan, Medan. Dalam perjalanan tersebut kapal juga dijadwalkan singgah di Batam sebelum akhirnya tiba di Belawan pada 16 Maret 2026.

Wartatrans.com yang coba melakukan perjalanan mudik langsung merasakan suasana keberangkatan dengan menggunkan jalur air tersebut.

Tampak di pelabuhan penumpang ada yang duduk di kursi, sebagian selonjoran di lantai, bahkan beberapa terlihat terlelap di antara tumpukan barang bawaan mereka. Koper, tas besar, kardus, hingga bingkisan tampak menjadi teman setia perjalanan mereka menuju kampung halaman.

Sebagian penumpang mengaku sudah berada di pelabuhan sejak beberapa jam sebelumnya. Pemudik bukan hanya dari seputaran Jakarta, namun ada yang dari sejhmlah provinsi di Pulau Jawa.

Misalnya penumpang Fahmi, dia mengaku sudah melakukan perjalanan darat dengan bus dari Salatiga sehari sebelumnya. Dia adalah mahasiwa yang akan pulang ke daerah di Pulau Batam. Dia sudah menunggu lama di pelabuhan. “Saya sudah 14 jam naik bus dari Salatiga. Ini rencana mau pulang kampung ke Batam, sudah dua tahun aku belum pulang-pulang,” kata Fahmi.

Semula, kapal yang dijadwalkaneberangkat pukul 02.00 mengalami keterlambatan sekitar dua jam. Informasi penundaan tersebut sebelumnya telah disampaikan kepada penumpang melalui pesan WhatsApp. Penumpang sudah banyak tiba di pelabuhan sejak sore dan terus ramai saat mendekati jadwal keberangkatan.

Saat Wartatrans.com tiba di pelabuhan, kami terlebih dahulu harus melakukan proses boarding tiket. Penumpang di sini mengantre dan terdapat petugas yang mengakses mesin boarding.

Meski sebagian sudah memiliki tiket elektronik, beberapa penumpang tetap memilih mencetak tiket secara manual di mesin yang tersedia.

Petugas pelabuhan terlihat sigap membantu penumpang yang mengalami kesulitan menggunakan mesin boarding. Namun, tidak sedikit penumpang yang memilih tetap menyimpan tiket dalam bentuk digital di ponsel mereka.

Meski demikian, beberapa di antara mereka mengaku khawatir jika selama perjalanan tidak ada sinyal telekomunikasi yang dapat digunakan untuk membuka tiket elektronik saat pemeriksaan. Hal ini juga dirasakan kami sebagai pemudik saat itu.

Tiket fisik sangat diperlukan. Selain untuk pemeriksaan petugas, tiket juga digunakan penumpang untuk mengambil konsumsi makanan selama berada di kapal.

Menjelang waktu keberangkatan, antrean panjang mulai terbentuk di area penimbangan barang bawaan. Setiap penumpang harus menimbang barang yang mereka bawa sebelum memasuki area berikutnya.

Pemandangan antrean yang padat tak terelakkan. Di sini kami harus berdiri berdesakan dan terasa sedikit berdorong-dorongan dengan calon penumpang yang ada di belakang antrean kami.

Terlihat penumpang yang membawa banyak barang terlihat harus mendorong koper dan kardus di tengah kerumunan. Di antara mereka juga terdapat anak-anak, bayi juga balita serta lansia yang ikut dalam antrean tersebut.

Sejumlah porter tampak membantu mengangkut barang bawaan penumpang. Setelah ditimbang, petugas memberikan label pada barang sebelum penumpang melanjutkan ke tahap pemeriksaan berikutnya.

Usai proses penimbangan, penumpang kembali mengantre untuk pemeriksaan tiket oleh petugas. Di tahap ini, tiket diperiksa bersamaan dengan kartu identitas penumpang sebelum mereka diizinkan memasuki area ruang tunggu dalam gedung pelabuhan.

Kami saat itu, cukup mengikuti arus ke mana penumpang lain pergi. Kami berada di belakangnya menyesuaikan untuk ikut dan melihat suasana di sekitar. Di dalam gedung, suasana tampak terasa lebih lega. Ruang tunggu terlihat luas dengan deretan kursi yang bersih dan tertata rapi.

Namun sebelumnya, banyak penumpang memilih menunggu di luar gedung. Sebagian duduk di kursi, bersandar di tembok, bahkan berbaring di bawah pohon di sekitar area pelabuhan demi mencari posisi yang paling nyaman sembari menunggu keberangkatan KM.Ngapulu. dan juga kali itu terdapat juga penumpang kapal lain yang menunggu.

Antrean panjang kembali terlihat saat waktu keberangkatan hendak tiba. Para penumpang berjalan perlahan, mengular menuju pintu kapal dengan membawa barang bawaan mereka. Di sini beberapa penumpang tampak santai, ada yang masih menunggu sepi saat masuk.

Terlihat kursi-kursi tunggu tampak terisi, begitu juga barang bawaan penumpang terlihat mengamprak di area mereka menunggu. Penumpang mulai diarahkan menuju kapal melalui tangga berjalan atau eskalator yang menghubungkan ruang tunggu dengan pintu masuk kapal.

Di antara keramaian itu, cerita mudik pun beragam. Ada yang berangkat sendirian, ada pula yang datang bersama keluarga besar atau rombongan komunitas.

Namun satu hal yang sama dari mereka semua: keinginan untuk segera tiba di kampung halaman dan merayakan Lebaran bersama orang-orang tercinta.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Semangat HUT Ke-81 RI, Pelindo Teguhkan Kedaulatan Maritim

17 Agustus 2026 - 09:39 WIB

Bergerak Bersama, KMP Ile Labalekan ASDP Turut Antarkan Bantuan untuk Pulihkan NTT

16 Agustus 2026 - 18:25 WIB

Hendak Kirim Bantuan bagi Korban Gempa NTT dengan Kapal? PELNI Bebaskan Biaya Kirim

16 Agustus 2026 - 13:51 WIB

Gempa NTT, Ketahanan Transportasi Antarpulau menjadi Tantangan

15 Agustus 2026 - 22:04 WIB

Pascagempa NTT, Kemenhub Pastikan  Kondisi Infrastruktur Pelabuhan

15 Agustus 2026 - 20:34 WIB

Pascagempa Flores, ASDP Perkuat Keselamatan Kapal dan Pelabuhan

15 Agustus 2026 - 19:03 WIB

Pascagempa NTT, PELNI Pastikan Kapal di Maumere Tetap Operasional

15 Agustus 2026 - 12:56 WIB

Pascagempa di NTT, Menhub Dudy Pastikan Keselamatan dan Kelancaran Operasional Transportasi dan Sarpras

15 Agustus 2026 - 12:05 WIB

KM Bunda Maria Kandas di Perairan Paceda, Seluruh Penumpang Selamat dan Berhasil Dievakuasi

15 Agustus 2026 - 08:02 WIB

PTP Nonpetikemas Edukasi Perkuat Budaya Safety Driving di Terminal Kijing

15 Agustus 2026 - 07:34 WIB

Trending di ANJUNGAN