Menu

Mode Gelap
Catatan Iwan Piliang: Di Balik Pidato Prabowo – Di Antara Omon-Omon dan Upaya Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat Duet Air Kemasan Kuasai 71,6 Persen Pasar AMDK, Pengamat Soroti Potensi Oligopoli BEM-TR Soroti Temuan BPK, Nilai Target Zero Defisit Harus Diiringi Perbaikan Tata Kelola Keuangan Kemendagri dan Pemerintah Aceh Fasilitasi Penyelesaian Batas Wilayah Subulussalam–Aceh Selatan Audi Luncurkan The New Q5 Sportback di Indonesia, Bidik Segmen SUV Premium Rp1,9 Miliar Kejar Cuan Rp100 Triliun, Kemenpora Pangkas 1.440 Pasal untuk Genjot Industri Olahraga

ANJUNGAN

Pelayaran Mudik KM Ngapulu Tanjung Priok-Medan Ramai Penumpang, Ada yang Rela Tidur di Lorong Kapal

badge-check


 Pelayaran Mudik KM Ngapulu Tanjung Priok-Medan Ramai Penumpang, Ada yang Rela Tidur di Lorong Kapal Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Suasana mudik Lebaran 2026 mulai terasa di atas kapal penumpang. KM Ngapulu yang melayani rute Tanjung Priok–Belawan dipenuhi pemudik sejak diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, pada Sabtu (14/3/2026) dini hari.

Kapal tambahan Angkutan Lebaran milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) itu membawa ribuan penumpang yang hendak pulang kampung ke berbagai daerah di Pulau Sumatera. Dalam perjalanannya, kapal juga dijadwalkan singgah di Batam sebelum melanjutkan pelayaran menuju Pelabuhan Belawan, Medan, Sumatera Utara.

Pantauan Wartatrans.com di dalam kapal menunjukkan hampir seluruh ruang penumpang terisi. Di beberapa dek yang dilengkapi tempat tidur sesuai nomor tiket, para penumpang terlihat beristirahat atau bersantai menunggu perjalanan panjang menuju kampung halaman.

Namun tidak semua penumpang memiliki nomor tempat tidur. Sejumlah pemudik tampak menggelar matras di berbagai sudut kapal, mulai dari lorong, area tangga, hingga di sekitar mushalla untuk beristirahat.

Meski begitu, fasilitas di dalam kapal tetap dimanfaatkan penumpang selama perjalanan. Terdapat minimarket yang menjual aneka makanan berat dan ringan, minuman kemasan, hingga warung kopi yang menyediakan berbagai minuman hangat. Beberapa area juga dilengkapi meja kursi serta tempat pengisian daya gawai bagi penumpang.

Bagi sebagian pemudik, kapal laut menjadi pilihan utama karena biaya perjalanan yang lebih terjangkau dibandingkan moda transportasi lain.

“Saya sudah cek tiket pesawat mahal sekali, sudah tidak ada yang ekonomi. Jadi naik kapal saja. Nanti pulangnya baru naik pesawat, tiketnya sudah beli,” ujar Oki, salah satu penumpang tujuan Belawan.

Oki mengaku bukan kali pertama mudik menggunakan kapal Pelni. Selain harga yang lebih ramah di kantong, ia menilai pelayanan di kapal cukup baik meski waktu perjalanan lebih lama.

Perjalanan laut ini dijadwalkan tiba di Pelabuhan Belawan pada Senin (16/3/2026) malam.

Pada musim mudik kali ini, sejumlah penumpang juga mengaku terbantu dengan adanya promo potongan harga tiket.

“Ada promo tiket jadi lebih murah, lumayan membantu,” kata Oki.

Selama pelayaran, penumpang dapat menikmati berbagai pengalaman khas perjalanan laut. Dari dek luar kapal, hamparan samudera luas terlihat jelas, sesekali diselingi pemandangan kapal lain yang melintas serta pulau-pulau yang tampak dari kejauhan. Deru ombak dan guncangan lambung kapal pun menjadi bagian dari perjalanan menuju kampung halaman.

KM. Ngapulu bersandar di Pelabuhan Batam

KM. Ngapulu saat bersandar di Pelabuhan Batam, Ahad (15/3/2026).

Sebagian penumpang memilih menikmati udara laut di area dek luar, sementara lainnya lebih banyak beristirahat di kursi atau tempat tidur masing-masing.

Untuk konsumsi, kapal menyediakan makanan dan minuman tiga kali sehari. Namun selama bulan Ramadan, penumpang yang menjalankan ibadah puasa mendapatkan dua kali makan, yakni saat sahur dan berbuka.

Menu yang disajikan pun bervariasi antara pagi, siang, dan malam, termasuk perbedaan menu bagi penumpang yang berpuasa maupun yang tidak.

Di dalam kapal, petugas juga aktif memberikan informasi kepada penumpang agar perjalanan tetap nyaman. Penumpang terlihat beragam, mulai dari yang bepergian sendiri, rombongan teman, hingga keluarga yang membawa banyak barang bawaan.

Di sejumlah area tempat duduk, tas dan koper milik penumpang tampak menumpuk, menandakan banyaknya barang yang dibawa untuk pulang ke kampung halaman.

Bagi para pemudik ini, perjalanan panjang di atas laut bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan langkah awal menuju momen berkumpul bersama keluarga saat Hari Raya Idulfitri.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dukung Ketersediaan Pasokan Energi Nasional, Semester I-2026 PELNI Angkut 335.415 Metrik Ton Batubara

2 Juli 2026 - 16:20 WIB

BKKP-Institusi Pendidikan Maritim Perkuat Sinergi

2 Juli 2026 - 14:26 WIB

Gelar RUPS Tahunan, PT Pelindo Solusi Maritim Catat Pertumbuhan Kinerja Positif pada 2025

2 Juli 2026 - 13:06 WIB

Kemenhub Dukung Penuh Program Green and Smart Port Initiatives ASRI 2026

2 Juli 2026 - 10:34 WIB

Terminal Teluk Lamong Raih Digital PR Award 2026 Berkat Strategi Komunikasi Digital yang Inovatif

1 Juli 2026 - 17:36 WIB

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pelindo Regional 2 Tanjung Priok dan Pemkot Jakarta Utara Tanam 665 Pohon

1 Juli 2026 - 13:11 WIB

Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN untuk Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional

1 Juli 2026 - 09:22 WIB

Kemenhub Perkuat Kualitas Lulusan Diklat Kepelautan

1 Juli 2026 - 06:59 WIB

Ekspor Perdana dari Terminal Kijing Dimulai, Pelindo Perkuat Efisiensi Logistik dan Daya Saing Ekspor Kalimantan Barat

1 Juli 2026 - 06:51 WIB

Optimalkan Layanan Kapal, Terminal Teluk Lamong Terapkan Berthing Window dan Berthing Priority di TPK Berlian

1 Juli 2026 - 06:38 WIB

Trending di ANJUNGAN