Menu ✖

Mode Gelap
Gangguan LRT Jabodebek Pagi Hari, Penumpang Jatimulya-Dukuh Atas Dialihkan di Halim Belajar dari Bogor dan Semarang, Djoko Setijowarno Ingatkan Lima Tantangan Trem Bali Korban Tewas Karhutla Gunung Bromo Bertambah Jadi Empat Orang, Dua Relawan Luka Bakar Serius KRL Buatan INKA Bermasalah Lagi, Dua Rangkaian Gangguan hingga 5 Perjalanan Dibatalkan KAI Siapkan Integrasi LRT Jakarta dan Stasiun Manggarai, 8,17 Juta Aktivitas KRL Tercatat Hingga 2026, KAI Rawat 17.025 Bantalan Rel KA Beton dan 3.556 Bantalan Sintetis

ANJUNGAN

PELNI Optimalkan Jalur Pelayaran Angkut Bantuan Bencana Sumatera ke Belawan, Gratiskan Biaya Pengiriman

badge-check


 Pelni gunakan KM Kelud angkut bantuan bencana ke Belawan Perbesar

Pelni gunakan KM Kelud angkut bantuan bencana ke Belawan

Wartatrans.com, JAKARTA – Direktur Utama Pelayaran Indonesia (PELNI) Tri Andayani, melepas layanan pengiriman gratis bantuan bencana ke Sumatera, melalui KM Kelud menuju Pelabuhan Belawan Medan dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jum’at (12/12/2025).

PELNI bekerja sama dengan PT Pos Indonesia (Posindo) dan JNE, untuk pendistribusian layanan bantuan tersebut ke Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Terhadap layanan tersebut, PELNI membebaskan biaya pengiriman dari seluruh cabang PELNI di seluruh Indonesia, yang dijadwalkan dalam tiga kloter pengiriman, yakni pada (hari ini) 12 Desember 2025 sebanyak 15 kontainer ukuran 20 feet atau Twenty foot Equivalent Units (TEUs) menggunakan KM Kelud yang diperkirakan tiba pada Senin (18/12/2025) pukul 12.00 WIB.

Dilanjutkan pada kloter kedua pada 13 Desember 2025 menggunakan KM Ngapulu sebanyak 29 TEUs dan kloter ketiga pada 18 Desember 2025 sebanyak 16 TEUs (estimasi sementara) menggunakan KM Kelud.

“Semua Kapal PELNI itu diberangkatkan dari Tanjung Priok ke Pelabuhan Belawan Medan Sumatera Utara. Adapun barang bantuan berupa sembako, termasuk perlengkapan untuk ibadah bagi korban bencana di Sumatera itu kami konsolidasikan di Tanjung Priok,” ujar Direktur Utama PELNI.

Dia juga memastikan semua barang bantuan tersebut bisa sampai ke korban bencana melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, termasuk yang berasal dari masyarakat langsung, maupun yang dikumpulkan oleh JNE dan Posindo.

“Dalam hal ini, PELNI sebagai transportir dan juga menyalurkan bantuan langsung dari masyarakat yang bisa disampaikan melalui cabang PELNI di seluruh Indonesia. Adapun Posindo dan JNE, mempunyai program yang sama dan PELNI hanya transportirnya saja,” ujar Andayani.

Dirut Pelni juga mengungkapkan, jika diestimasi biaya pengiriman (transportir) yang dibebaskan pada program tiga kloter tersebut mencapai Rp 1,5 miliar.

Menutup konferensi pers, manajemen Pelni menyampaikan harapan agar upaya ini dapat memberikan manfaat nyata bagi para korban bencana di Sumatera.

“Kami berharap keberadaan kami sebagai BUMN pelayaran dapat berkontribusi meringankan beban masyarakat yang terkena musibah,” tutup Andayani.(ahmad)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menebar Kebaikan di Tanjung Barat Jaksel, PJBW & GPIB Berbagi Ratusan Paket Nasi Siap Saji ke Para Penerima Manfaat

16 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Masyarakat ALA Desak Presiden Prabowo Sahkan Provinsi Baru, Bendera Alam Pedang Jadi Simbol Marwah Gayo

16 Oktober 2026 - 17:47 WIB

Catatan Iwan Piliang: Indonesia Bisa Membuat Pesawat, tetapi Mengapa Sulit Menerbangkan Mimpi?

16 Oktober 2026 - 17:34 WIB

Mantap, 2 Lintasan Utama ASDP Layani 33 Juta Penumpang Sepanjang 2025

16 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Kapal Laut jadi Alternatif Saat Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Papua

16 Oktober 2026 - 15:42 WIB

ORARI Lokal Bener Meriah, Turun Kejalan Gelar Bakti Sosial Pembagian Masker, untuk Antisipasi Kabut Asap

16 Oktober 2026 - 13:52 WIB

Mantan Kapolda NTB Hadi Gunawan Maju Pimpin Demokrat, Kantongi 11 Surat Dukungan

16 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Baketrans Rumuskan Prioritas Kebijakan Transportasi Nasional

16 Oktober 2026 - 10:28 WIB

Arsip Sejarah Seulawah Agam: Pernah Disebut Goldberg, Benarkah Gunung Emas?

16 Oktober 2026 - 09:47 WIB

APPSI Kalbar Didorong Turun ke Pasar, Lindungi Pedagang dari Premanisme dan Beban Usaha

16 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Trending di RAGAM