Menu

Mode Gelap
KAI Terapkan B50, Tekan Emisi Karbon Operasional Kereta Api Gelar RUA 2026, Iperindo Bahas Order Pembangunan Kapal Baru Dalam Negeri masih Sepi Semarak Kemerdekaan, Warga Griya Serpong Adu Kekompakan di Masak Gesss Episode 324 “Meradjoet Sendja” Hadirkan Orkestrasi Kebangsaan, Satukan Seni, Sejarah dan Kepedulian Sosial Pemprov Jateng Antisipasi Banyak Warganya Yang Ingin Menggeruduk Gedung DPR RI Haji Fikri Serap Aspirasi Warga Ciomas, Soroti Banjir, Longsor, dan Kerusakan Infrastruktur

EKOBIS

KMMI Dibentuk, Pelaku Usaha Sepakat Kawal Program Presiden Percepat Penempatan PMI Terampil

badge-check


 KMMI Dibentuk, Pelaku Usaha Sepakat Kawal Program Presiden Percepat Penempatan PMI Terampil Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Sejumlah pelaku usaha di sektor penempatan pekerja migran dan program magang sepakat membentuk Komunitas Migran dan Magang Indonesia (KMMI) dalam pertemuan perdana yang digelar di Gedung SMESCO Indonesia, Jakarta Selatan, Selasa, 14 Januari 2026.

Kesepakatan tersebut lahir dari kegiatan silaturahmi yang melibatkan lembaga pelatihan kerja (LPK), perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia (P3MI), manning agency, perguruan tinggi, serta sejumlah SMK, khususnya dari sektor perhotelan, kelautan, dan maritim.

Pertemuan yang berlangsung sejak pukul 10.00 hingga 14.30 WIB itu menjadi forum dialog untuk merespons visi Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat peningkatan kualitas Pekerja Migran Indonesia (PMI). Pemerintah menargetkan pengiriman hingga 500 ribu pekerja terampil ke luar negeri pada 2026, dengan fokus pada lulusan vokasi dan sektor formal.

Para pelaku usaha menyatakan dukungan terhadap kebijakan pemerintah yang memprioritaskan peningkatan keterampilan PMI melalui pendidikan vokasi dan penguasaan bahasa asing, seperti Inggris dan Mandarin. Selain itu, pemerintah juga mendorong pengurangan penempatan di sektor domestik dan mengarahkan PMI ke sektor formal yang dinilai lebih terlindungi dari praktik eksploitasi.

Diskusi dalam pertemuan tersebut juga menyoroti pentingnya perlindungan PMI melalui kerja sama regional, termasuk di kawasan ASEAN dan negara-negara Teluk (GCC), guna menjamin upah layak, kondisi kerja yang aman, serta mencegah praktik penempatan ilegal oleh sindikat.

“Dibutuhkan sinergi kuat antar pelaku usaha, lembaga pendidikan, dan pemerintah agar tata kelola penempatan pekerja migran dan program magang menjadi lebih profesional, beretika, dan berkelanjutan,” ujar salah satu peserta pertemuan.

Sebagai tindak lanjut, para peserta sepakat membentuk KMMI sebagai wadah kolaborasi, advokasi, dan pertukaran informasi lintas lembaga. Komunitas ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem pelatihan, penempatan, serta perlindungan PMI dan peserta magang Indonesia di pasar internasional.

Pembentukan KMMI dinilai strategis di tengah kontribusi devisa pekerja migran yang mencapai sekitar Rp200 triliun pada 2025, dengan target pemerintah meningkat menjadi Rp250 triliun pada 2026. Para pelaku usaha optimistis KMMI dapat berperan aktif mendukung capaian tersebut sekaligus mengawal realisasi visi Presiden Prabowo di sektor pekerja migran.*** (PG)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Gelar RUA 2026, Iperindo Bahas Order Pembangunan Kapal Baru Dalam Negeri masih Sepi

26 Agustus 2026 - 19:04 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warga Griya Serpong Adu Kekompakan di Masak Gesss Episode 324

26 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Pemprov Jateng Antisipasi Banyak Warganya Yang Ingin Menggeruduk Gedung DPR RI

26 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Haji Fikri Serap Aspirasi Warga Ciomas, Soroti Banjir, Longsor, dan Kerusakan Infrastruktur

26 Agustus 2026 - 15:03 WIB

KAI Services Perkuat Kemitraan Strategis melalui Mitra Gathering 2026

26 Agustus 2026 - 14:10 WIB

KKP Intensifkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT, Donasi Terkumpul Rp920 Juta

26 Agustus 2026 - 13:02 WIB

Lomba Tahfiz Warnai Peringatan HUT RI dan Maulid Nabi di Sukadanau

26 Agustus 2026 - 12:52 WIB

InJourney Airports Salurkan Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Gempa NTT

26 Agustus 2026 - 09:48 WIB

Subsidi BBM Bocor, Ekonomi Rakyat Boncos

26 Agustus 2026 - 08:34 WIB

Tionghoa Indonesia dan Buku: Merawat Jejak Sejarah, Sastra, dan Budaya

26 Agustus 2026 - 08:16 WIB

Trending di RAGAM