Menu

Mode Gelap
Banjir Kembali Rendam Pidie Jaya, Wakil Bupati Minta Perhatian Serius Pemerintah Pusat Pelayanan & Pengamanan Penumpang Kapal Kepulauan Seribu di Dermaga Muara Angke KAI Daop 7 Madiun Ganti Rangkaian Bangunkarta dan Singasari dengan Stainless Steel New Generation mulai 15 April KAI Layani 4,65 Juta Pelanggan PSO pada Triwulan I 2026, Naik 13,91 Persen Liburan Hemat dari Jakarta ke Purwakarta Mulai Rp8.000, Perjalanan Singkat dengan KRL dan KA Lokal ASDP Tunda Pengalihan Lintasan Siwa–Kolaka, Tetap Jaga Kelancaran Layanan Operasional

PERISTIWA

Komunitas HIV di Depok Desak Percepatan Regulasi dan Penguatan Layanan

badge-check


 Komunitas HIV di Depok Desak Percepatan Regulasi dan Penguatan Layanan Perbesar

Wartatrans.com, DEPOK  — Komunitas dan organisasi pendamping HIV di Kota Depok mendorong percepatan kebijakan daerah serta penguatan layanan HIV dan AIDS. Dorongan ini mengemuka dalam Quarterly Community District Taskforce Meeting BL 157 yang digelar District Taskforce (DTF) Kota Depok, Selasa (27/1/2026).

Pertemuan yang diinisiasi Perkumpulan KAKI (Komunitas Aksi Kemanusiaan Indonesia) tersebut dihadiri 15 perwakilan komunitas, organisasi masyarakat sipil, pendamping sebaya, serta Warga Peduli AIDS (WPA).

Salah satu isu utama yang disorot adalah belum terbitnya Surat Keputusan (SK) Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Depok. Keterlambatan ini dinilai berdampak pada lemahnya koordinasi lintas sektor dan kesinambungan program penanggulangan HIV di tingkat kota.

Selain itu, forum juga membahas progres Peraturan Wali Kota (Perwali) tentang HIV dan Infeksi Menular Seksual (IMS) yang telah diupayakan sepanjang 2025. Peserta sepakat advokasi perlu diperkuat agar regulasi tersebut segera disahkan dan dapat diimplementasikan.

DTF Kota Depok juga menegaskan pentingnya restrukturisasi internal agar peran taskforce lebih efektif sebagai wadah koordinasi dan advokasi komunitas.

Optimalisasi Community-Led Monitoring (CLM) turut menjadi perhatian. Mekanisme ini dinilai penting untuk memastikan kualitas layanan HIV, meningkatkan akses, serta menjamin pemenuhan hak orang dengan HIV (ODHIV) dan populasi kunci.

Pertemuan ditutup dengan kesepakatan menyusun agenda kerja DTF 2026 serta memperkuat jejaring komunitas untuk mengawal kebijakan dan peningkatan layanan HIV di Kota Depok.*** (Septiadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Banjir Kembali Rendam Pidie Jaya, Wakil Bupati Minta Perhatian Serius Pemerintah Pusat

12 April 2026 - 20:48 WIB

Pemkot Semarang Tidak Melaksanakan WFH, Wamendagri Perintahkan untuk Memviralkan

12 April 2026 - 13:57 WIB

Semangat Kartini Di Cijeruk Bersama Halimah Munawir

11 April 2026 - 14:18 WIB

Kecelakaan Berulang di Silayur, Wali Kota Semarang Menyalahkan Tata Ruang dan Ujungnya Pengadaan Proyek

11 April 2026 - 12:28 WIB

Pelukis “Garis Liris” Titis Djabarudin Berpulang, Dunia Seni Kehilangan Sosok Puitik

11 April 2026 - 00:06 WIB

Pidie Jaya Kembali Terendam, Jalan Nasional Lumpuh

10 April 2026 - 20:38 WIB

Koordinasi Logistik Membaik, Arus Kapal Pascalebaran Lebih Terkendali

10 April 2026 - 13:07 WIB

Perkuat Ekosistem Logistik Nasional, Pelindo Dukung Pembangunan Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat

10 April 2026 - 12:58 WIB

Begini Skema Kebijakan Penerapan WFH bagi ASN Kemenhub

10 April 2026 - 08:52 WIB

Scoot Perluas Jangkauan di Indonesia, Buka Rute Baru ke Belitung dan Pontianak

10 April 2026 - 06:50 WIB

Trending di BANDARA