Menu

Mode Gelap
Cegah Penyalahgunaan Disduk Capil Garut Musnahkan Blanko KTP-el Yang Rusak  KAI Commuter Siagakan 126 Personel di Stasiun Strategis Antisipasi Aksi Massa Kembali ke Kampus, Wabup Bireuen Razuardi Jadi Pemateri PKKMB Universitas Almuslim 2026 PARFI ’56 Ingin Bangun Dana Abadi untuk Seniman Pelindo Solusi Digital Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Warga Sekitar Pelabuhan Tanjung Priok Dukung Kebijakan Logistik Nasional, IPC TPK Paparkan Kinerja Operasional Real-Time kepada Bappenas RI

PERISTIWA

Korban Longsong Cilacap Terus Ditemukan

badge-check


 Korban Longsong Cilacap Terus Ditemukan Perbesar

Wartatran.com, CILACAP —-Tim SAR kembali temukan 8 jenasah korban longsor di Desa Cibeunying Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap. Sebelumnya pagi hari ditemukan 3 jenasah. Hingga hari Sabtu, (15/11/2025), total telah ditemukan jenasah sebanyak 11 orang.

Abdul Muhari, dari Pusat Data dan Informasi BNPB menjelaskan tim telah menemukan 7 jenasah dan dua potongan tubuh yang kemudian diidentifikasi milik satu nama. “Dengan demikian jumlah orang yang masih dalam pencarian sebanyak 12 jiwa,” terangnya.

Tim SAR bergerak cari korban longsor.

Sementara itu 520 personil SAR gabungan terus melakukan operasi pencarian dengan tujuh unit ekskavator untuk menggali secara hati hati titik lokasi yang diduga terdapat korban jiwa. Kebutuhan ini menurut Deputi bidang penanganan Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Mayjen TNI Budi Irawan, Karena tingginya timbunan material longsor yang bervariasi antara 2 hingga 8 meter. Ia menambahkan seluruh sumber daya bisa dikerahkan selama 24 jam jika situasi memungkinkan. “Sumber Daya Manusia bisa bergilir, tapi alat berat harus aktif 24 jam,” tambahnya.

Selain alat berat, Polres Cilacap dibantu Polres Temanggung juga mengerahkan anjing pelacak K9 berjenis. German Shephard yang Sabtu ini berhasil menemukan jenasah di empat titik lokasi longsor.

Terkait rencana relokasi, Bupati Cilacap Syamsul Aulia Rachman menyebut pihaknya telah menggelar rapat terbatas bersama jajaran pemerintah daerah ( Pemda) untuk melakukan Mapping atau pemetaan lokasi longsor. ” Untuk nanti dijadikan sebagai area relokasi dari area yang sekarang terdampak,” ujar Bupati.

Bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Cibeunying Kecamatan Majenang kabupaten Cilacap diperkirakan menelan korban jiwa sebanyak 21 orang, 11 orang diantaranya hingga Sabtu malam ini sudah ditemukan.

Hujan yang mengguyur Majenang pada Jumat malam (14/11) meruntuhkan lereng yang langsung mengubur sejumlah rumah dan membuat 21 warga dilaporkan hilang. Kepala SAR Cilacap Abdullah menyebut, faktor cuaca menjadi tantangan utama dalam pencarian mengingat intensitas hujan masih tinggi. “Kami optimalkan seluruh kekuatan yang ada untuk percepatan pencarian korban,” imbuhnya.*** (Tyo/BS)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Cegah Penyalahgunaan Disduk Capil Garut Musnahkan Blanko KTP-el Yang Rusak 

27 Agustus 2026 - 15:12 WIB

Kembali ke Kampus, Wabup Bireuen Razuardi Jadi Pemateri PKKMB Universitas Almuslim 2026

27 Agustus 2026 - 11:21 WIB

Pelindo Solusi Digital Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Warga Sekitar Pelabuhan Tanjung Priok

27 Agustus 2026 - 05:45 WIB

Dukung Kebijakan Logistik Nasional, IPC TPK Paparkan Kinerja Operasional Real-Time kepada Bappenas RI

27 Agustus 2026 - 05:38 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warga Griya Serpong Adu Kekompakan di Masak Gesss Episode 324

26 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Pemprov Jateng Antisipasi Banyak Warganya Yang Ingin Menggeruduk Gedung DPR RI

26 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Haji Fikri Serap Aspirasi Warga Ciomas, Soroti Banjir, Longsor, dan Kerusakan Infrastruktur

26 Agustus 2026 - 15:03 WIB

KKP Intensifkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT, Donasi Terkumpul Rp920 Juta

26 Agustus 2026 - 13:02 WIB

Lomba Tahfiz Warnai Peringatan HUT RI dan Maulid Nabi di Sukadanau

26 Agustus 2026 - 12:52 WIB

Tionghoa Indonesia dan Buku: Merawat Jejak Sejarah, Sastra, dan Budaya

26 Agustus 2026 - 08:16 WIB

Trending di RAGAM