Menu ✖

Mode Gelap
Pertamina Geothermal Energy Optimalkan Pengembangan Panas Bumi,  Intensifkan Pengeboran di Sejumlah Wilayah Operasional Dihadiri Lebih Dari 157 Ribu Penonton, DAMRI Dukung Mobilitas Penonton Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 KAI Services Perkuat Kompetensi Petugas Keamanan untuk Tingkatkan Layanan Pelanggan Krisis Air Bersih Ganggu Pelayanan RSUD Fakfak, Jam Besuk Pasien Dihentikan Sementara Pemerintah Bentuk Satgas Pemberantasan Penyelundupan Benih Lobster KAI Raih Dua Penghargaan CX100 2026, Peringkat ke-7 BUMN Terbaik dalam Pengalaman Pelanggan

PERISTIWA

Korban Longsong Cilacap Terus Ditemukan

badge-check


 Korban Longsong Cilacap Terus Ditemukan Perbesar

Wartatran.com, CILACAP —-Tim SAR kembali temukan 8 jenasah korban longsor di Desa Cibeunying Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap. Sebelumnya pagi hari ditemukan 3 jenasah. Hingga hari Sabtu, (15/11/2025), total telah ditemukan jenasah sebanyak 11 orang.

Abdul Muhari, dari Pusat Data dan Informasi BNPB menjelaskan tim telah menemukan 7 jenasah dan dua potongan tubuh yang kemudian diidentifikasi milik satu nama. “Dengan demikian jumlah orang yang masih dalam pencarian sebanyak 12 jiwa,” terangnya.

Tim SAR bergerak cari korban longsor.

Sementara itu 520 personil SAR gabungan terus melakukan operasi pencarian dengan tujuh unit ekskavator untuk menggali secara hati hati titik lokasi yang diduga terdapat korban jiwa. Kebutuhan ini menurut Deputi bidang penanganan Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Mayjen TNI Budi Irawan, Karena tingginya timbunan material longsor yang bervariasi antara 2 hingga 8 meter. Ia menambahkan seluruh sumber daya bisa dikerahkan selama 24 jam jika situasi memungkinkan. “Sumber Daya Manusia bisa bergilir, tapi alat berat harus aktif 24 jam,” tambahnya.

Selain alat berat, Polres Cilacap dibantu Polres Temanggung juga mengerahkan anjing pelacak K9 berjenis. German Shephard yang Sabtu ini berhasil menemukan jenasah di empat titik lokasi longsor.

Terkait rencana relokasi, Bupati Cilacap Syamsul Aulia Rachman menyebut pihaknya telah menggelar rapat terbatas bersama jajaran pemerintah daerah ( Pemda) untuk melakukan Mapping atau pemetaan lokasi longsor. ” Untuk nanti dijadikan sebagai area relokasi dari area yang sekarang terdampak,” ujar Bupati.

Bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Cibeunying Kecamatan Majenang kabupaten Cilacap diperkirakan menelan korban jiwa sebanyak 21 orang, 11 orang diantaranya hingga Sabtu malam ini sudah ditemukan.

Hujan yang mengguyur Majenang pada Jumat malam (14/11) meruntuhkan lereng yang langsung mengubur sejumlah rumah dan membuat 21 warga dilaporkan hilang. Kepala SAR Cilacap Abdullah menyebut, faktor cuaca menjadi tantangan utama dalam pencarian mengingat intensitas hujan masih tinggi. “Kami optimalkan seluruh kekuatan yang ada untuk percepatan pencarian korban,” imbuhnya.*** (Tyo/BS)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pertamina Geothermal Energy Optimalkan Pengembangan Panas Bumi,  Intensifkan Pengeboran di Sejumlah Wilayah Operasional

13 Oktober 2026 - 23:04 WIB

Dihadiri Lebih Dari 157 Ribu Penonton, DAMRI Dukung Mobilitas Penonton Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

13 Oktober 2026 - 22:54 WIB

Krisis Air Bersih Ganggu Pelayanan RSUD Fakfak, Jam Besuk Pasien Dihentikan Sementara

13 Oktober 2026 - 21:06 WIB

Pemerintah Bentuk Satgas Pemberantasan Penyelundupan Benih Lobster

13 Oktober 2026 - 20:55 WIB

Situ Gede Tasikmalaya Mengering, 230 Hektare Sawah Terdampak dan Hampir 100 Ribu Jiwa Dilanda Krisis Air

13 Oktober 2026 - 18:53 WIB

Bupati Bogor Rudy Susmanto Disorot, Teken 9 Siteplan Summarecon di Atas Tanah Warisan yang Masih Bersengketa

13 Oktober 2026 - 18:37 WIB

Waduk Jatiluhur Menyusut, Dasar Waduk Jadi Kebun Warga, Ancaman Krisis Air Mengintai Jakarta

13 Oktober 2026 - 18:21 WIB

Ditjenpas Jabar Gandeng PWI untuk Perkuat Komunikasi Publik

13 Oktober 2026 - 15:27 WIB

Alam Pedang Berkibar di Takengon, Zam Zam Mubarak: Momentum Kebangkitan Identitas Historis Gayo

13 Oktober 2026 - 15:21 WIB

H. Fikri Prihatin Kenakalan Remaja Kembali Marak di Kabupaten Bogor, Semua Pihak Diminta Turun Tangan

13 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Trending di RAGAM