Menu

Mode Gelap
Babak Penyisihan SBY Cup 2026 Berakhir Seru, Siapa Semi Finalis? Kuliner Kereta Hadirkan Menu Baru untuk Temani Libur Panjang Penumpang KA KAI Layani 3,2 Juta Penumpang Kereta Bandara hingga April 2026, Mobilitas Masyarakat Kian Bergantung pada Transportasi Terintegrasi Long Weekend Naik Whoosh? Ada Diskon Hotel, Wisata Gratis, hingga Shuttle ke Destinasi Favorit KAI Layani 393 Ribu Pelanggan di Awal Long Weekend, Rute Yogyakarta dan Bandung Jadi Favorit Penjualan Tiket Whoosh Meningkat saat Long Weekend, KCIC Catat 49 Ribu Tiket Terjual

PERISTIWA

Kuflet Siapkan Penerbitan Antologi Puisi Bencana “Air Mata Sumatera”

badge-check


 Kuflet Siapkan Penerbitan Antologi Puisi Bencana “Air Mata Sumatera” Perbesar

Wartatrans.com, SUMBAR — Menjelang siang pada Minggu (30/11/2025), Sekretariat Komunitas Seni Kuflet Padang Panjang menggelar pertemuan internal membahas persiapan penerbitan Buku Antologi Puisi Bencana Jilid II bertajuk “Air Mata Sumatera”. Agenda tersebut turut dihadiri Pembina Kuflet sekaligus pimpinan Sekolah Menulis Elipsis, Muhammad Subhan.

Penerbitan antologi ini menjadi respons cepat Kuflet dan Elipsis atas serangkaian bencana yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hujan lebat, banjir bandang, angin kencang, serta tanah longsor menyebabkan kerusakan luas dan memicu keprihatinan berbagai pihak, termasuk komunitas seni dan literasi.

Tahun sebelumnya, Kuflet menerbitkan antologi bertema bencana berjudul “Negeri Bencana” yang ditulis seratus penyair Indonesia. Buku tersebut merekam berbagai peristiwa bencana alam di tanah air dan mendapat apresiasi luas.

Sebagai bentuk kepedulian, Kuflet kembali menginisiasi penerbitan buku serupa. Seluruh keuntungan dari penjualan antologi “Air Mata Sumatera” akan disalurkan langsung ke titik-titik terdampak, khususnya di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Setiap tahun Kuflet berkomitmen menerbitkan antologi puisi sebagai kontribusi nyata pada kerja-kerja kemanusiaan dan kebudayaan,” demikian disampaikan perwakilan Kuflet dalam pertemuan tersebut.

Kuflet mengajak masyarakat luas — baik penyair maupun non-penyair — untuk mulai menyiapkan karya puisinya. Pengumuman resmi mengenai pengiriman karya akan dipublikasikan melalui akun media sosial Kuflet.

“Mari berpuisi tak henti sampai ke urat nadi. Salam kreatif,” demikian ajakan yang disampaikan dalam pertemuan itu.*** (PG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

AHY dan Jajaran Kemenko Infrastruktur Hadiri Ratas Bersama Presiden Prabowo

15 Mei 2026 - 16:02 WIB

Astra Credit Companies Tanam Mangrove di Pontianak

15 Mei 2026 - 15:50 WIB

JKA dan Bencana – Kelalaian DPRA dan Gubernur?

15 Mei 2026 - 15:29 WIB

Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Kalbar Menuai Polemik

14 Mei 2026 - 17:52 WIB

MAA Jakarta Surati Menag soal Penggunaan Atribut Adat Aceh dalam Ucapan Keagamaan

14 Mei 2026 - 11:11 WIB

Catatan H. Erick Teguh M: Sarapan Pagi di Capitol Kopitiam, Kuala Lumpur

14 Mei 2026 - 10:39 WIB

BKI Pertahankan Kategori “High Performance” Pada Tokyo MoU 2025

13 Mei 2026 - 21:01 WIB

Kunjungan Mahasiswa UI ke IPC TPK, Sinkronisasi Teori Akademik dan Realita Industri Pelabuhan

13 Mei 2026 - 20:35 WIB

KSP Dudung Abdurachman Tinjau Langsung Pelindo, Dukung Penguatan Tata Kelola Pelabuhan Nasional

13 Mei 2026 - 19:41 WIB

MD Pictures kembali Ramaikan Industri Perfilman, Hadirkan Film Drama keluarga Children Of Heaven

13 Mei 2026 - 19:31 WIB

Trending di SENI BUDAYA