Menu ✖

Mode Gelap
Ditjenpas Jabar Gandeng PWI untuk Perkuat Komunikasi Publik Alam Pedang Berkibar di Takengon, Zam Zam Mubarak: Momentum Kebangkitan Identitas Historis Gayo H. Fikri Prihatin Kenakalan Remaja Kembali Marak di Kabupaten Bogor, Semua Pihak Diminta Turun Tangan Prabowo dan El-Sisi Sepakati Empat Kerja Sama Strategis, Indonesia–Mesir Perkuat Kemitraan Ekonomi hingga Pertahanan Kabut Asap Kepung Fakfak, Warga Bertahan di Rumah, Kualitas Udara Mengancam Kesehatan Kemenhub Optimistis Zero ODOL Dimulai 1 Januari 2027

PERISTIWA

Kuflet Siapkan Penerbitan Antologi Puisi Bencana “Air Mata Sumatera”

badge-check


 Kuflet Siapkan Penerbitan Antologi Puisi Bencana “Air Mata Sumatera” Perbesar

Wartatrans.com, SUMBAR — Menjelang siang pada Minggu (30/11/2025), Sekretariat Komunitas Seni Kuflet Padang Panjang menggelar pertemuan internal membahas persiapan penerbitan Buku Antologi Puisi Bencana Jilid II bertajuk “Air Mata Sumatera”. Agenda tersebut turut dihadiri Pembina Kuflet sekaligus pimpinan Sekolah Menulis Elipsis, Muhammad Subhan.

Penerbitan antologi ini menjadi respons cepat Kuflet dan Elipsis atas serangkaian bencana yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hujan lebat, banjir bandang, angin kencang, serta tanah longsor menyebabkan kerusakan luas dan memicu keprihatinan berbagai pihak, termasuk komunitas seni dan literasi.

Tahun sebelumnya, Kuflet menerbitkan antologi bertema bencana berjudul “Negeri Bencana” yang ditulis seratus penyair Indonesia. Buku tersebut merekam berbagai peristiwa bencana alam di tanah air dan mendapat apresiasi luas.

Sebagai bentuk kepedulian, Kuflet kembali menginisiasi penerbitan buku serupa. Seluruh keuntungan dari penjualan antologi “Air Mata Sumatera” akan disalurkan langsung ke titik-titik terdampak, khususnya di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Setiap tahun Kuflet berkomitmen menerbitkan antologi puisi sebagai kontribusi nyata pada kerja-kerja kemanusiaan dan kebudayaan,” demikian disampaikan perwakilan Kuflet dalam pertemuan tersebut.

Kuflet mengajak masyarakat luas — baik penyair maupun non-penyair — untuk mulai menyiapkan karya puisinya. Pengumuman resmi mengenai pengiriman karya akan dipublikasikan melalui akun media sosial Kuflet.

“Mari berpuisi tak henti sampai ke urat nadi. Salam kreatif,” demikian ajakan yang disampaikan dalam pertemuan itu.*** (PG)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Ditjenpas Jabar Gandeng PWI untuk Perkuat Komunikasi Publik

13 Oktober 2026 - 15:27 WIB

Alam Pedang Berkibar di Takengon, Zam Zam Mubarak: Momentum Kebangkitan Identitas Historis Gayo

13 Oktober 2026 - 15:21 WIB

H. Fikri Prihatin Kenakalan Remaja Kembali Marak di Kabupaten Bogor, Semua Pihak Diminta Turun Tangan

13 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Prabowo dan El-Sisi Sepakati Empat Kerja Sama Strategis, Indonesia–Mesir Perkuat Kemitraan Ekonomi hingga Pertahanan

13 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Kabut Asap Kepung Fakfak, Warga Bertahan di Rumah, Kualitas Udara Mengancam Kesehatan

13 Oktober 2026 - 12:30 WIB

Madam Kin Gaspol Bisnis Film, Buka MKP Production di Pekanbaru

13 Oktober 2026 - 09:41 WIB

FORWAN dan Kementerian Kebudayaan RI Dorong Musik Dangdut Diakui UNESCO

13 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Banjir dan Longsor Lumpuhkan Akses Blangkejeren–Kutacane, Aktivitas Ekonomi Warga Terancam

12 Oktober 2026 - 20:16 WIB

Rocky Gerung Diminta Tak Lagi Desak Gibran Mundur, Kebebasan Berpendapat dan Etika Kekuasaan Jadi Sorotan

12 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Townhall Meeting IPC TPK 2026: Fokus Penyelarasan Peta Peran Pelindo Group dan Transformasi Perusahaan

12 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Trending di ANJUNGAN