Menu

Mode Gelap
PNM Kenalkan Model Pembiayaan Syariah Berbasis Kepercayaan di Hadapan Negara-Negara D-8 Nina Nugroho Bergabung dengan IKAC, Wujud Pengabdian untuk Kampung Halaman Jum’at Berkah Aceh Bangun Ukhuwah Lewat Segelas Kopi dan Sepotong Kue di Masjid tansaran  Dirut PTPN I: Transformasi Harus Lebih Progresif! Nobar Perempatfinal Hingga Final Piala Dunia 2026 Dihadirkan InJourney Airports di 7 Bandara Kemenhub Sabet Penghargaan Indonesia Public Sector Initiative of the Year Transportation

PERISTIWA

“Malem Diwa Turun di Bencana”, Simbol Keresahan Rakyat Aceh

badge-check


 “Malem Diwa Turun di Bencana”, Simbol Keresahan Rakyat Aceh Perbesar

Wartatrans.com, BANDA ACEH — Di tengah musibah banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah Aceh, muncul sebuah fenomena unik sekaligus menyentuh batin publik. Sebuah surat tulisan tangan beredar luas di media sosial dan grup WhatsApp (WAG), ditulis dengan tinta hitam di atas kertas putih bergaris, ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia dan para menterinya.

Surat tersebut mengatasnamakan Malem Diwa, tokoh legendaris dalam cerita rakyat Aceh yang sangat dikenal, khususnya di wilayah Gayo, Takengon. Kemunculan nama Malem Diwa di tengah bencana ini segera memantik beragam tafsir dan diskusi di ruang publik.

Dalam khazanah folklor Aceh, Malem Diwa merupakan tokoh utama dalam cerita rakyat tentang seorang pemuda yang menikahi bidadari dari kahyangan. Kisah ini kerap disejajarkan dengan legenda Jaka Tarub, menggambarkan cinta terlarang antara manusia dan makhluk halus, serta sarat pesan moral dan spiritual yang diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur.
Salah satu komentar yang beredar di WAG menyebutkan, “Turunnya Malem Diwa di bencana melalui surat tertulisnya adalah sebuah isyarat tertentu yang perlu disikapi secara serius oleh petinggi negeri.” Komentar tersebut menggambarkan kegelisahan masyarakat Aceh atas situasi bencana yang mereka alami, namun belum juga ditetapkan sebagai bencana nasional oleh pemerintah pusat.

Sejumlah pihak menilai, penggunaan nama Malem Diwa dalam surat tersebut hanyalah bentuk keusilan atau ekspresi simbolik dari seseorang yang ingin menyuarakan kekecewaan. Namun di sisi lain, fenomena ini juga dipandang sebagai pengingat kolektif bagi masyarakat Aceh untuk kembali merenungi pesan-pesan leluhur.

“Terlepas dari siapa penulisnya, secara alam raya kita diingatkan agar tidak sepenuhnya bergantung pada pusat. Jika Malem Diwa hanyalah dongeng, maka pesan dan amanah moyang kita tentang kemandirian dan martabat negeri para syuhada patut kembali direnungi,” ujar seorang warga.

Bagi sebagian masyarakat Aceh, kisah Malem Diwa bukan sekadar dongeng pengantar tidur, melainkan simbol perlawanan batin, keteguhan, dan kearifan lokal. Kemunculannya di tengah bencana menjadi cermin keresahan rakyat sekaligus kritik kultural yang dibungkus dalam bahasa tradisi.
Fenomena ini menegaskan bahwa di Aceh, suara rakyat tak selalu hadir dalam bentuk demonstrasi atau pernyataan resmi, melainkan juga melalui simbol, legenda, dan narasi yang hidup dalam ingatan kolektif masyarakat.*** (PG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jum’at Berkah Aceh Bangun Ukhuwah Lewat Segelas Kopi dan Sepotong Kue di Masjid tansaran 

10 Juli 2026 - 20:37 WIB

Nobar Perempatfinal Hingga Final Piala Dunia 2026 Dihadirkan InJourney Airports di 7 Bandara

10 Juli 2026 - 18:55 WIB

Febrie Setelah Digeledah Tegaskan Tidak Mundur, Penanganan Kasus Asabri hingga MBG Tetap Berjalan

10 Juli 2026 - 18:07 WIB

Omah Jangan Diam Terus, Resto di Depok yang Menyajikan Kelezatan, Perjalanan, dan Nilai Kemanusiaan

10 Juli 2026 - 17:05 WIB

Pelita Air Hadirkan Senandung Musikal Maliq & D’Essentials di Penerbangan

10 Juli 2026 - 15:42 WIB

Anggota DPR RI Fraksi NasDem Rachmat Gobel Meninggal Dunia di Usia 63 Tahun

10 Juli 2026 - 09:27 WIB

Sengkarut 4 Blok Lahan Kosong Negara di Kemayoran: Ketegasan Negara Menghilang?

10 Juli 2026 - 09:11 WIB

Pasar K-Culture Melejit, Destinasi Baru Incar Cuan di Jakarta

10 Juli 2026 - 04:10 WIB

Sabet Penghargaan, Model 3R mGanik Jadi Terobosan Kebuntuan Diabetes Tipe 2

10 Juli 2026 - 04:05 WIB

TEMUAN BPK: Defisit Keuangan Membengkak, Transparansi Perjalanan Dinas Pemko Subulussalam Dipertanyakan

10 Juli 2026 - 03:56 WIB

Trending di RAGAM