Menu

Mode Gelap
Puluhan Warga Terjebak di Bur Lintang, Jalur Nasional Putus Akibat Hujan Deras Melalui TJSL, Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Perkuat Pelestarian Terumbu Karang dan Ekosistem Laut Kepulauan Seribu Nucke Rahma SH, Novelis Kondang Siap Jadi Narasumber Ngobrol Santai Bareng Kartini Seni, Musik dan Film 2026 Penumpang Stasiun Lampegan Naik pada Triwulan I 2026 KAI Services Resmikan Laboratorium QC di Dapur Manggarai Mahasiswa FH Unsyiah Perdalam Peran Advokat dalam Perkara Narkotika Jelang Moot Court Competition XI

PERISTIWA

“Malem Diwa Turun di Bencana”, Simbol Keresahan Rakyat Aceh

badge-check


 “Malem Diwa Turun di Bencana”, Simbol Keresahan Rakyat Aceh Perbesar

Wartatrans.com, BANDA ACEH — Di tengah musibah banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah Aceh, muncul sebuah fenomena unik sekaligus menyentuh batin publik. Sebuah surat tulisan tangan beredar luas di media sosial dan grup WhatsApp (WAG), ditulis dengan tinta hitam di atas kertas putih bergaris, ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia dan para menterinya.

Surat tersebut mengatasnamakan Malem Diwa, tokoh legendaris dalam cerita rakyat Aceh yang sangat dikenal, khususnya di wilayah Gayo, Takengon. Kemunculan nama Malem Diwa di tengah bencana ini segera memantik beragam tafsir dan diskusi di ruang publik.

Dalam khazanah folklor Aceh, Malem Diwa merupakan tokoh utama dalam cerita rakyat tentang seorang pemuda yang menikahi bidadari dari kahyangan. Kisah ini kerap disejajarkan dengan legenda Jaka Tarub, menggambarkan cinta terlarang antara manusia dan makhluk halus, serta sarat pesan moral dan spiritual yang diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur.
Salah satu komentar yang beredar di WAG menyebutkan, “Turunnya Malem Diwa di bencana melalui surat tertulisnya adalah sebuah isyarat tertentu yang perlu disikapi secara serius oleh petinggi negeri.” Komentar tersebut menggambarkan kegelisahan masyarakat Aceh atas situasi bencana yang mereka alami, namun belum juga ditetapkan sebagai bencana nasional oleh pemerintah pusat.

Sejumlah pihak menilai, penggunaan nama Malem Diwa dalam surat tersebut hanyalah bentuk keusilan atau ekspresi simbolik dari seseorang yang ingin menyuarakan kekecewaan. Namun di sisi lain, fenomena ini juga dipandang sebagai pengingat kolektif bagi masyarakat Aceh untuk kembali merenungi pesan-pesan leluhur.

“Terlepas dari siapa penulisnya, secara alam raya kita diingatkan agar tidak sepenuhnya bergantung pada pusat. Jika Malem Diwa hanyalah dongeng, maka pesan dan amanah moyang kita tentang kemandirian dan martabat negeri para syuhada patut kembali direnungi,” ujar seorang warga.

Bagi sebagian masyarakat Aceh, kisah Malem Diwa bukan sekadar dongeng pengantar tidur, melainkan simbol perlawanan batin, keteguhan, dan kearifan lokal. Kemunculannya di tengah bencana menjadi cermin keresahan rakyat sekaligus kritik kultural yang dibungkus dalam bahasa tradisi.
Fenomena ini menegaskan bahwa di Aceh, suara rakyat tak selalu hadir dalam bentuk demonstrasi atau pernyataan resmi, melainkan juga melalui simbol, legenda, dan narasi yang hidup dalam ingatan kolektif masyarakat.*** (PG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Melalui TJSL, Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Perkuat Pelestarian Terumbu Karang dan Ekosistem Laut Kepulauan Seribu

18 April 2026 - 19:09 WIB

Mahasiswa FH Unsyiah Perdalam Peran Advokat dalam Perkara Narkotika Jelang Moot Court Competition XI

18 April 2026 - 17:29 WIB

AHY Ingin Partai Demokrat Membirukan Jawa Tengah, Rinto Subekti Jadi Calon Tunggal Ketua DPD

18 April 2026 - 16:38 WIB

Distribusi Bantuan untuk Warga Lubok Pusaka Terus Berlanjut, Sumur Bor hingga Terpal Disalurkan

18 April 2026 - 15:27 WIB

GLN Gareulis Luncurkan TALENTA 2026, Dorong Literasi sebagai Gerakan Transformatif

18 April 2026 - 15:00 WIB

Tani Merdeka Aceh Tengah Terdepan Menjaga Kedaulatan Pangan

18 April 2026 - 12:11 WIB

Zakat untuk Guru Al-Quran di Gaza, Menjaga Nyala Pendidikan di Tengah Krisis

18 April 2026 - 10:31 WIB

FIFASTRA Raih Silver WOW Brand 2026 Kategori Motorcycle Leasing

17 April 2026 - 14:49 WIB

Maret 2026, IPC TPK Jambi Catat Pertumbuhan Arus Peti Kemas 22,5 Persen

17 April 2026 - 14:10 WIB

360 PPIH Daker Madinah Siap Sukseskan Haji 2026

17 April 2026 - 12:15 WIB

Trending di NASIONAL