Menu ✖

Mode Gelap
Gangguan LRT Jabodebek Pagi Hari, Penumpang Jatimulya-Dukuh Atas Dialihkan di Halim Belajar dari Bogor dan Semarang, Djoko Setijowarno Ingatkan Lima Tantangan Trem Bali Korban Tewas Karhutla Gunung Bromo Bertambah Jadi Empat Orang, Dua Relawan Luka Bakar Serius KRL Buatan INKA Bermasalah Lagi, Dua Rangkaian Gangguan hingga 5 Perjalanan Dibatalkan KAI Siapkan Integrasi LRT Jakarta dan Stasiun Manggarai, 8,17 Juta Aktivitas KRL Tercatat Hingga 2026, KAI Rawat 17.025 Bantalan Rel KA Beton dan 3.556 Bantalan Sintetis

EKOBIS

METI Dorong Aceh Jadi Provinsi Percontohan Energi Terbarukan

badge-check


 METI Dorong Aceh Jadi Provinsi Percontohan Energi Terbarukan Perbesar

Wartatrans.com, ACEH — Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) Aceh mendorong Pemerintah Aceh untuk menjadikan energi baru dan terbarukan (EBT) sebagai pilar utama pembangunan daerah. Aceh dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi provinsi percontohan pengembangan energi bersih di Indonesia.

Wakil Ketua METI Aceh, Ihsanudin Zulkarnaen, mengatakan Aceh memiliki keunggulan geografis dan sumber daya alam yang sangat mendukung pengembangan energi terbarukan, mulai dari tenaga air, surya, angin, biomassa hingga energi laut.

“Aceh punya modal alam yang lengkap. Sungai-sungai besar bisa dikembangkan menjadi PLTA dan mikrohidro, wilayah pesisir memiliki potensi angin dan gelombang laut, sementara energi surya sangat cocok untuk menjangkau daerah terpencil,” kata Ihsanudin, Selasa (28/01/2026).

Menurutnya, pengembangan EBT tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan listrik, tetapi juga menjadi strategi jangka panjang untuk mewujudkan kemandirian energi Aceh. Akses energi yang andal dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di wilayah pedalaman dan perdesaan.

“Dengan energi terbarukan, desa bisa berkembang. UMKM, sektor pertanian, perikanan, hingga industri kreatif akan tumbuh karena pasokan energi tersedia dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ihsanudin juga menekankan bahwa status kekhususan Aceh membuka ruang besar bagi pemerintah daerah untuk menyusun kebijakan progresif di sektor energi. Ia menilai Aceh berpeluang menjadi lumbung energi hijau nasional bahkan mengekspor energi ke wilayah lain dan negara tetangga.

“Aceh memiliki hak dan peluang untuk mengusulkan proyek strategis energi terbarukan langsung ke pemerintah pusat. Jika dikelola serius, Aceh bukan hanya mandiri energi, tapi juga bisa menjadi pemasok energi hijau,” jelasnya.

Namun demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam pengembangan EBT, seperti keterbatasan infrastruktur, pendanaan, serta kesiapan sumber daya manusia. Untuk itu, METI mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, swasta, dan lembaga pendidikan.

“Kunci keberhasilan transisi energi ada pada sinergi. Regulasi harus dipermudah, investasi diberi insentif, dan SDM lokal harus dipersiapkan agar masyarakat Aceh menjadi pelaku utama, bukan hanya penonton,” tegas Ihsanudin.

METI Aceh berharap pembangunan energi terbarukan dapat dimasukkan secara konsisten dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Aceh (RPJMA) dan menjadi bagian dari agenda prioritas pembangunan berkelanjutan.*** (PG)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Belajar dari Bogor dan Semarang, Djoko Setijowarno Ingatkan Lima Tantangan Trem Bali

16 Oktober 2026 - 23:20 WIB

Menebar Kebaikan di Tanjung Barat Jaksel, PJBW & GPIB Berbagi Ratusan Paket Nasi Siap Saji ke Para Penerima Manfaat

16 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Masyarakat ALA Desak Presiden Prabowo Sahkan Provinsi Baru, Bendera Alam Pedang Jadi Simbol Marwah Gayo

16 Oktober 2026 - 17:47 WIB

Catatan Iwan Piliang: Indonesia Bisa Membuat Pesawat, tetapi Mengapa Sulit Menerbangkan Mimpi?

16 Oktober 2026 - 17:34 WIB

Gapura Angkasa Sukses Dukung Gelaran MotoGP Mandalika 2026

16 Oktober 2026 - 15:10 WIB

ORARI Lokal Bener Meriah, Turun Kejalan Gelar Bakti Sosial Pembagian Masker, untuk Antisipasi Kabut Asap

16 Oktober 2026 - 13:52 WIB

Mantan Kapolda NTB Hadi Gunawan Maju Pimpin Demokrat, Kantongi 11 Surat Dukungan

16 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Arsip Sejarah Seulawah Agam: Pernah Disebut Goldberg, Benarkah Gunung Emas?

16 Oktober 2026 - 09:47 WIB

APPSI Kalbar Didorong Turun ke Pasar, Lindungi Pedagang dari Premanisme dan Beban Usaha

16 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Konsolidasi ke Jawa Tengah, BRSN DPP PKS Perkuat Koordinasi Program Join PKS

16 Oktober 2026 - 08:16 WIB

Trending di RAGAM