Menu

Mode Gelap
Main di Solo Lalu ke Puncak Dunia, Begini Lompatan Pau Cubarsí dalam 3 Tahun Pemerintah Pastikan Layanan Penyeberangan Perintis di Wilayah 3TP Tetap Berjalan PELNI Perkuat Layanan Keagenan Kapal hingga Malaysia AirNav Gandeng Badan Informasi Geospasial, Perkuat Sistem Navigasi Berbasis Satelit Kemenhub Pastikan Layanan Angkutan Perintis Terus Berjalan KAI Tanamkan Budaya Keselamatan Perkeretaapian kepada Generasi Muda di Bandung

SENI BUDAYA

Minim Sponsor, CGR dan Penerbit Padasan Tempuh Gerakan “Jual Buku untuk Cetak Buku”

badge-check


 Minim Sponsor, CGR dan Penerbit Padasan Tempuh Gerakan “Jual Buku untuk Cetak Buku” Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Sulitnya memperoleh dukungan sponsor untuk penerbitan buku kembali menjadi tantangan yang dihadapi pegiat literasi. Kondisi itu mendorong Penerbit Padasan menggagas gerakan “Jual Buku untuk Cetak Buku” sebagai upaya mandiri membiayai penerbitan karya baru.

Chairil Gibran Ramadhan (CGR) dari Penerbit Padasan mengungkapkan, hingga kini berbagai upaya mencari sponsor belum membuahkan hasil. Karena itu, mereka memilih menggalang dana melalui penjualan paket buku sastra bertajuk Sastra Indische yang berisi Max Havelaar, Oeroeg, dan Fientje de Feniks.

Menurut CGR, hasil penjualan paket buku tersebut akan digunakan untuk mencetak buku The Kapitan Cina of Batavia karya sejarawan almarhum Mona Lohanda, Ph.D., yang proses penerbitannya telah tertunda sejak 2012.

“Karena sangat sulit mencari sponsor, kami memilih gerakan Jual Buku untuk Cetak Buku. Tidak perlu meminjam dana dan tidak perlu meminta derma. Kami ingin mewujudkan penerbitan buku ini secara gotong royong,” ujar CGR.

Ia menyampaikan bahwa hingga saat ini sudah ada tujuh orang yang bersedia mendukung gerakan tersebut. Penerbit masih membuka kesempatan bagi 27 pendukung lainnya agar target pembiayaan dapat tercapai. Sebagai bentuk apresiasi, nama para pendukung akan dicantumkan pada halaman Ucapan Terima Kasih di dalam buku.

CGR berharap gerakan ini menjadi contoh bahwa penerbitan buku berkualitas tidak harus bergantung pada sponsor. Di tengah semakin terbatasnya dukungan pendanaan bagi dunia literasi, kolaborasi antara penerbit dan pembaca dinilai dapat menjadi alternatif untuk menjaga lahirnya karya-karya penting bagi khazanah sejarah dan sastra Indonesia.*** (Septiadi)

Baca Lainnya

Peringati Hari Anak Nasional, Pameran ARTSPECTRUM Tampilkan Karya 21 Perupa Muda Neurodivergen dan Cerebral Palsy

19 Juli 2026 - 18:36 WIB

Akulah Malaka Itu, Irama Selat Malaka Gaungkan Harapan Baru bagi Aceh

19 Juli 2026 - 10:47 WIB

30 Kartunis Ramaikan Pameran “INDONESIA HA HA HI HI 2026” di Balai Budaya Jakarta

18 Juli 2026 - 16:33 WIB

20 Karya Lukis Dekoratif Anni Kholilah Dipamerkan di Museum Aceh, Diharapkan Menjadi Inspirasi Kebangkitan Seni Rupa Aceh

18 Juli 2026 - 13:45 WIB

Dari Balik Drum ke Layar Kaca, Dica Melo Makin Bersinar Lewat Sinetron Indosiar

17 Juli 2026 - 22:16 WIB

Anni Kholilah Gelar Pameran Tunggal Bersama Lima Seniman Undangan di Museum Aceh

13 Juli 2026 - 18:16 WIB

Sanggar Oloh Guwel Iringi Parade Puisi 14 Negara pada PPN XIV Aceh di Aceh Tengah

13 Juli 2026 - 11:11 WIB

Tari Bines Gayo Lues Memukau Penonton pada PPN XIV Aceh di Temas River Park

12 Juli 2026 - 22:50 WIB

Seni Gayo Kepung Jakarta, Pegayon Pentaskan Warisan Leluhur Tanoh Gayo

12 Juli 2026 - 20:02 WIB

Gedung GOS Resmi Berubah Fungsi Menjadi Taman Budaya Negeri Gayo

11 Juli 2026 - 12:44 WIB

Trending di SENI BUDAYA