Wartatrans.com, JAKARTA — Sulitnya memperoleh dukungan sponsor untuk penerbitan buku kembali menjadi tantangan yang dihadapi pegiat literasi. Kondisi itu mendorong Penerbit Padasan menggagas gerakan “Jual Buku untuk Cetak Buku” sebagai upaya mandiri membiayai penerbitan karya baru.
Chairil Gibran Ramadhan (CGR) dari Penerbit Padasan mengungkapkan, hingga kini berbagai upaya mencari sponsor belum membuahkan hasil. Karena itu, mereka memilih menggalang dana melalui penjualan paket buku sastra bertajuk Sastra Indische yang berisi Max Havelaar, Oeroeg, dan Fientje de Feniks.

Menurut CGR, hasil penjualan paket buku tersebut akan digunakan untuk mencetak buku The Kapitan Cina of Batavia karya sejarawan almarhum Mona Lohanda, Ph.D., yang proses penerbitannya telah tertunda sejak 2012.
“Karena sangat sulit mencari sponsor, kami memilih gerakan Jual Buku untuk Cetak Buku. Tidak perlu meminjam dana dan tidak perlu meminta derma. Kami ingin mewujudkan penerbitan buku ini secara gotong royong,” ujar CGR.
Ia menyampaikan bahwa hingga saat ini sudah ada tujuh orang yang bersedia mendukung gerakan tersebut. Penerbit masih membuka kesempatan bagi 27 pendukung lainnya agar target pembiayaan dapat tercapai. Sebagai bentuk apresiasi, nama para pendukung akan dicantumkan pada halaman Ucapan Terima Kasih di dalam buku.
CGR berharap gerakan ini menjadi contoh bahwa penerbitan buku berkualitas tidak harus bergantung pada sponsor. Di tengah semakin terbatasnya dukungan pendanaan bagi dunia literasi, kolaborasi antara penerbit dan pembaca dinilai dapat menjadi alternatif untuk menjaga lahirnya karya-karya penting bagi khazanah sejarah dan sastra Indonesia.*** (Septiadi)






























